Amerika Serikat menunjukkan langkah strategis dalam memperkuat posisi global dengan membentuk blok perdagangan mineral penting di tengah ketegangan perdagangan dengan China. Upaya ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar untuk melawan dominasi China di pasar mineral krusial bagi sektor teknologi dan pertahanan.
Pada pertemuan ‘Critical Minerals Ministerial’ di Washington, AS mengajak 54 negara bekerjasama dalam inisiatif baru yang menitikberatkan pada penetapan harga yang terkoordinasi dan pengembangan pasar mineral penting yang lebih adil. Sejauh ini, AS telah menandatangani perjanjian bilateral dengan 11 negara dan mengakhiri negosiasi dengan 17 negara lainnya. Tujuannya adalah mengatasi tantangan harga, memperluas akses finansial, dan meningkatkan kapasitas produksi mineral kritis.
Upaya Mengurangi Ketergantungan pada China
Ketergantungan global pada mineral tanah jarang yang dikuasai China menjadi perhatian utama AS. Beijing selama ini memanfaatkan posisi dominannya dengan pemberlakuan embargo ekspor selektif yang mempengaruhi rantai pasok dunia. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa konsentrasi mineral secara besar-besaran di satu negara menimbulkan potensi risiko gangguan perdagangan dan stabilitas geopolitik.
Rubio menyampaikan bahwa praktik subsidi besar-besaran oleh China merugikan pesaing global dan membuat pasar mineral tidak sehat secara ekonomi. Oleh sebab itu, Forum on Resource Geostrategic Engagement (FORGE) didirikan untuk mengoordinasikan kebijakan dan proyek bersama di bidang mineral kritis. FORGE bertujuan membangun jaringan mitra global yang solid dan terintegrasi untuk memastikan pasokan mineral strategis yang berkelanjutan.
Mekanisme Penetapan Harga dan Perlindungan Produsen
Pendekatan AS juga mencakup mekanisme penetapan harga referensi untuk mineral penting di setiap tahap produksi. Wakil Presiden JD Vance mengungkapkan bahwa harga referensi ini akan menjadi harga batas bawah untuk anggota zona perdagangan preferensial, dengan tarif yang disesuaikan agar harga tetap stabil dan produsen domestik terlindungi.
Mekanisme ini diharapkan dapat menghindari praktik dumping mineral murah yang dilakukan oleh pihak tertentu, yang selama ini menekan produsen lokal AS. Stabilitas harga mineral strategis diyakini mampu menjaga keberlanjutan rantai pasok teknologi tinggi dan militer Amerika.
Investasi Besar dalam Proyek Mineral Kritis
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Pemerintah AS meluncurkan ‘Project Vault’ senilai US$12 miliar, yang terdiri dari US$10 miliar dana dari Bank Ekspor-Impor AS dan US$2 miliar dari modal swasta. Proyek ini berfokus pada stabilisasi harga dan mendukung produsen mineral penting seperti logam tanah jarang, litium, dan tembaga.
Pendanaan besar ini merupakan sinyal tekad AS untuk mereduksi ketergantungan strategis pada China dan membangun rantai pasok mineral kritis yang lebih mandiri serta tahan terhadap goncangan geopolitik dan ekonomi.
Dinamika Hubungan AS-China pada Teknologi AI dan Mineral Kritikal
Meskipun Presiden AS Donald Trump sempat melunakkan regulasi ekspor chip AI ke China, hubungan kedua negara tetap bersifat tarik-ulur. China berupaya mengembangkan chip AI mandiri, sementara AS mengintensifkan kemitraan dengan sekutu untuk mengamankan bahan mineral yang esensial.
Pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping sempat mendinginkan ketegangan, namun bukan berarti hubungan perdagangan keduanya akan segera membaik secara permanen. Persaingan di sektor teknologi dan sumber daya mineral kritis tetap menjadi arena dominasi geopolitik yang sengit.
Blok Perdagangan Mineral: Strategi Global AS
Berikut adalah gambaran inisiatif AS dalam membentuk blok perdagangan mineral penting:
- Membentuk aliansi global dengan 54 negara melalui pertemuan Critical Minerals Ministerial.
- Menandatangani perjanjian bilateral dengan 11 negara dan menyelesaikan negosiasi dengan 17 negara lainnya.
- Mendirikan FORGE sebagai platform koordinasi kebijakan mineral strategis.
- Menetapkan harga referensi mineral krusial untuk mendukung stabilitas pasar dan produsen.
- Meluncurkan Project Vault senilai US$12 miliar untuk investasi dan stabilisasi rantai pasok mineral.
Upaya ini memperlihatkan strategi AS yang tidak hanya mengandalkan kekuatan ekonomi domestik, tetapi juga membangun jaringan internasional kuat untuk menyaingi dominasi pasar China di sektor mineral kritis. Langkah ini bisa menimbulkan dampak besar terhadap peta kekuatan global dan keseimbangan ekonomi teknologi tinggi di masa depan.
Dengan inisiatif global tersebut, AS tampak memperkuat posisi sebagai pemimpin dunia dalam teknologi dan sumber daya strategis, sekaligus menyiapkan diri menghadapi kemungkinan penurunan dominasi China di ranah geopolitik dan pasar mineral penting.





