Pasar Crypto Bangkit Setelah Selloff Hebat, Bitcoin Sentuh Rp900 Juta Terendah Sejak Okt 2026

Pasar crypto mengalami tekanan hebat pada hari Kamis lalu dengan likuidasi lebih dari $2,6 miliar, setelah Bitcoin turun ke level $60.000, yang merupakan titik terendah sejak Oktober tahun lalu. Penurunan ini menciptakan kondisi "oversold" ekstrem pada Bitcoin, menunjukkan bahwa momentum bearish sudah mencapai puncaknya menurut indikator relative strength index (RSI).

Kondisi oversold Bitcoin ini biasanya menjadi sinyal bahwa harga berpotensi mengalami rebound signifikan dalam waktu dekat. Setelah penurunan tajam tersebut, pasar mulai menunjukkan pemulihan saat sesi perdagangan Asia dimulai; Bitcoin berhasil naik kembali ke level di atas $65.000. Ether (ETH) juga menanggapi situasi ini dengan menguat dari $1.750 menjadi sekitar $1.920.

Kondisi Pasar Crypto yang Masih Sangat Menantang
Meskipun terjadi pemulihan harga Bitcoin dan Ether, pasar crypto secara keseluruhan masih menunjukkan tanda-tanda pasar bearish. Beberapa aset digital mengalami kerugian cukup besar dalam satu pekan terakhir. Contohnya, Zcash (ZEC) turun hingga 34%, sementara Optimism (OP), Solana (SOL), dan Ether mencatat penurunan sekitar 30%.

Pasar tradisional pun ikut terdampak. Indeks Nasdaq 100 mengalami penurunan 6% sejak akhir Januari. Selain itu, harga logam mulia seperti emas dan perak juga melemah, masing-masing turun sebesar 12% dan 38%. Penurunan di pasar aset tradisional ini turut menambah tekanan pada pasar crypto yang sudah melemah.

Risiko di Pasar Futures dan Aktivitas Likuidasi
Nilai pasar futures cryptocurrency saat ini menurun menjadi kurang dari $100 miliar, level terendah sejak Maret tahun lalu. Penurunan ini mencerminkan upaya trader mengurangi risiko akibat harga yang terus melemah dan likuidasi besar-besaran yang menyebabkan kehancuran aset.

Dalam 24 jam terakhir, lebih dari $2,6 miliar posisi futures leverage telah dilikuidasi. Dari jumlah tersebut, sekitar $2,10 miliar merupakan posisi long yang terpaksa ditutup, menunjukkan bahwa banyak trader yang masih menggantungkan harapan pada level support kritis $70.000, sebelum akhirnya level ini ditembus harga. Open interest juga menurun untuk semua token utama, termasuk HYPE yang sebelumnya sempat outperform pasar.

Dinamika Volatilitas dan Opsi Bermain di Pasar
Volatilitas harian Bitcoin sempat melonjak hampir mencapai 100% menjelang akhir pekan lalu, ketika para trader aktif membeli opsi put sebagai instrumen lindung nilai terhadap penurunan harga lebih jauh. Beberapa opsi ini dibeli dengan strike price serendah $20.000. Setelah lonjakan tersebut, volatilitas Bitcoin mulai mereda ke level bawah 70%. Pola serupa terlihat pada volatilitas Ether.

Meski volatilitas menurun, opsi put jangka pendek untuk Bitcoin dan Ether tetap diperdagangkan dengan premi volatilitas yang tinggi, sekitar 20 poin lebih tinggi dari opsi call. Hal ini menandakan kekhawatiran pasar masih kuat terhadap potensi penurunan harga jangka pendek. Bahkan opsi put jangka panjang juga dicari dengan harga premium.

Aktivitas perdagangan opsi pada dana ETF BlackRock IBIT mencapai rekor baru, dimana banyak trader membeli opsi put. Skew pada satu tahun opsi ini naik lebih dari 25 poin, menunjukkan adanya premi besar untuk opsi put dan menandakan rasa takut pasar yang sangat tinggi.

Pasar cryptocurrency masih berusaha membalikkan tekanan negatif yang cukup besar. Meskipun terdapat sinyal oversold yang biasanya mengindikasikan pemulihan harga, faktor risiko dari volatilitas tinggi, tingginya likuidasi, dan kondisi pasar tradisional yang melemah membuat outlook tetap penuh ketidakpastian. Para pelaku pasar perlu memantau perkembangan secara ketat agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat pada periode yang penuh gejolak ini.

Terkait