Peter Schiff, seorang pendukung emas sekaligus kritikus lama Bitcoin, mengklaim bahwa harga Bitcoin belum benar-benar mengalami "crash" meskipun nilainya telah turun hampir 50% dari puncaknya. Menurut Schiff, penurunan saat ini hanya bagian dari proses pasar yang teratur dan ia memperkirakan kehancuran harga yang lebih dalam masih akan terjadi dalam waktu dekat.
Schiff menyatakan bahwa yang terjadi bukan sekadar penurunan harga Bitcoin, melainkan berakhirnya apa yang disebutnya sebagai "maniak finansial terbesar dalam sejarah." Ia menekankan bahwa pasar belum menunjukkan tanda-tanda capitulasi yang tajam, yang biasanya menandai titik terendah dari sebuah krisis harga.
Di sisi lain, Tether, penerbit stablecoin terkenal, melakukan langkah strategis dengan berinvestasi sebesar 150 juta dolar AS di platform logam mulia Gold.com. Tether kini mengakuisisi sekitar 12% saham Gold.com untuk memperluas jejaknya di sektor digital asset berbasis emas.
Langkah Tether ini termasuk integrasi token emas XAU₮ ke platform Gold.com serta eksplorasi opsi pembelian emas fisik menggunakan stablecoin, seperti USD₮ dan USA₮ yang baru diluncurkan dan sudah diatur secara federal. Strategi tersebut sejalan dengan tren harga emas yang menanjak, bahkan sempat melampaui angka 5.000 dolar AS per ons.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menyatakan bahwa emas telah berperan penting dalam menjaga nilai kekayaan selama berabad-abad, terutama di masa ketidakpastian ekonomi dan geopolitis. Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran minat investor yang makin cenderung ke aset safe haven.
Schiff secara konsisten menegaskan bahwa para investor mulai meninggalkan Bitcoin dan beralih ke "uang nyata," yakni logam mulia dan saham pertambangan emas. Fenomena ini tercermin melalui kenaikan harga logam mulia serta performa positif saham-saham di industri tambang.
Fakta Penting dari Kejadian Terkini:
- Bitcoin turun hampir 50% dari harga puncak, namun belum dinilai mengalami crash menurut Schiff.
- Tether mengakuisisi 12% saham Gold.com senilai 150 juta dolar AS.
- Integrasi token emas XAU₮ ke platform Gold.com untuk mempermudah transaksi emas digital.
- Rencana pembelian emas fisik menggunakan stablecoin USD₮ dan USA₮.
- Harga emas melonjak melebihi 5.000 dolar AS per ons, menandakan permintaan tinggi.
Pernyataan dan langkah strategis ini mencerminkan dinamika pasar kripto dan aset safe haven yang sedang berlangsung. Sementara Bitcoin mengalami volatilitas tajam, investasi pada emas dan stablecoin berbasis aset nyata seperti yang dilakukan Tether menunjukkan adanya keinginan perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Peter Schiff tetap memantau perkembangan ini dan menantikan potensi penurunan harga Bitcoin yang lebih dalam di masa depan.
