Penjualan besar-besaran aset kripto oleh tokoh terkenal mulai menguras kepercayaan pasar. World Liberty Financial (WLFI), yang didukung oleh keluarga mantan Presiden AS Donald Trump, melepas Bitcoin senilai sekitar $5 juta. Tidak lama setelah itu, Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, juga melakukan penjualan Ethereum senilai $7 juta yang memicu reaksi beragam dari komunitas trader.
Penjualan ini terjadi di tengah tekanan berat pasar kripto yang sedang mengalami penurunan signifikan. Bitcoin sempat anjlok lebih dari 8% dan turun di bawah angka $60.000 pada hari penjualan WLFI, mengindikasikan adanya ketidakpastian di kalangan investor.
Penjualan WLFI dan Vitalik Buterin
Menurut data on-chain, WLFI menjual 73 Wrapped Bitcoin (WBTC) dan mendapat hasil penjualan sebesar $5,04 juta. Sementara itu, Vitalik Buterin menjual Ethereum senilai hampir $7 juta dalam beberapa jam terakhir, menurut laporan pengamatan blockchain. Namun, alasan pasti penjualan ini tidak diumumkan secara resmi oleh keduanya, sehingga menimbulkan beragam spekulasi di pasar.
Beberapa analis mengingatkan bahwa aktivitas dompet kripto tidak selalu menggambarkan sentimen pasar secara penuh. Penjualan WLFI mungkin berkaitan dengan manajemen keuangan internal, kebutuhan likuiditas, atau pengeluaran operasional, alih-alih sinyal bearish terhadap Bitcoin.
Demikian pula, penjualan Ethereum oleh Buterin bisa jadi untuk membiayai donasi, hibah, pembayaran pajak, atau pendanaan ekosistem, meski waktunya dinilai kurang tepat mengingat pelemahan harga Ethereum saat ini.
Reaksi Komunitas dan Analisis Pasar
Penjualan aset oleh WLFI dipandang sebagian pihak sebagai langkah kontradiktif, mengingat beberapa pekan sebelumnya Donald Trump menyatakan dukungannya terhadap kripto dan menganggapnya sebagai bagian dari persaingan geopolitik dengan China.
Namun, skeptisisme muncul, termasuk dari Thor Torrens, mantan penasihat Trump, yang berpendapat bahwa transparansi Bitcoin melalui ledger publik membuat harga kripto tersebut sulit mencapai level tertinggi spekulasi seperti $1 juta per koin. Pernyataan ini mendapat kritik karena karakteristik transparansi Bitcoin memang sudah dikenal lama.
Dari sisi teknikal, analis Victor Olanrewaju menjelaskan bahwa Bitcoin telah menembus level support jangka panjang yang stabil selama hampir tiga tahun. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan fase pasar bearish yang terjadi pada 2022. Dalam masa tersebut, Bitcoin kehilangan banyak level Fibonacci penting dan sempat mengalami penurunan 70-75% dari puncak siklusnya.
Olanrewaju mengingatkan bahwa meskipun penurunan kali ini belum sedalam tahun 2022, pola penurunan yang terjadi menandakan potensi risiko berlanjut hingga harga Bitcoin mendekati $50.196. Namun, ia juga menyoroti perbedaan kunci, yakni data on-chain dan harga realisasi Bitcoin yang lebih tinggi saat ini, sehingga penurunan mungkin tidak akan sedalam fase bearish sebelumnya.
Faktor Penyebab Bullish Enggan Masuk Pasar
Penjualan oleh figur publik dan proyek yang berafiliasi dengan tokoh politik turut memperburuk sentimen pasar dan membatasi aksi beli dari trader ritel. Ketidakjelasan motivasi di balik penjualan membuat para pelaku pasar waspada dan menimbulkan keraguan terhadap prospek kenaikan harga jangka pendek.
Kondisi ini dipengaruhi pula oleh melemahnya harga serta risiko teknikal yang mulai mengancam level support utama Bitcoin dan Ethereum. Para analis berharap penguatan fundamental on-chain dan realisasi harga yang relatif tinggi mampu menjadi bantalan menahan penurunan lebih dalam.
Namun, situasi pasar saat ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor tetap kerap dipengaruhi oleh sinyal dari para pemain besar, sehingga volatilitas kemungkinan akan terus tinggi. Pasar kripto sedang dalam fase kritis yang menuntut pengamatan ketat terhadap pergerakan harga serta aksi para pemegang aset besar.
Daftar faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar saat ini:
- Penjualan Bitcoin oleh WLFI senilai $5 juta di tengah tekanan pasar.
- Vitalik Buterin melepas Ethereum senilai $7 juta dengan alasan tidak jelas.
- Penurunan Bitcoin di bawah level support jangka panjang.
- Reaksi negatif komunitas terhadap aktivitas jual dari figur terkenal.
- Perbandingan pola penurunan dengan pasar bearish 2022.
- Potensi risiko harga Bitcoin mendekati $50.196.
- Perbedaan kondisi on-chain dan harga realisasi dibandingkan masa lalu.
- Skeptisisme terkait prospek jangka panjang Bitcoin akibat transparansi.
Situasi ini menegaskan bahwa pasar kripto yang sangat volatil masih rentan terhadap aksi jual besar dari pelaku dengan pengaruh signifikan. Trader perlu memperhatikan faktor teknikal dan sentimen agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.







