
Bitcoin baru-baru ini jatuh ke level hampir $60.000, memperpanjang penurunan sebesar 30% dalam sebulan terakhir. Lonjakan likuidasi senilai $2 miliar semakin menekan harga, yang kini turun hampir 50% dari puncak tertingginya.
Penurunan ini menghapus seluruh keuntungan yang sempat diraih setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat. Trump dikenal sebagai sosok yang mendukung industri kripto sehingga tren naik sempat terjadi pasca kemenangannya.
Dampak Kemenangan Trump dan Siklus Boom-Bust
Menurut analis Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, kemenangan Trump pada pemilu 2024 dan dukungan lanjutan dari pemerintahannya memicu siklus boom and bust di pasar kripto. Ia bahkan mengatakan, “Cryptos got Trumped,” menandakan bahwa optimisme terkait Trump kini berbalik menjadi tekanan bagi pasar aset digital.
Saat ini pasar merespons data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan penurunan terburuk sejak 2009. Lebih dari 100.000 orang kehilangan pekerjaan, memicu koreksi juga di pasar saham utama seperti S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones yang turun lebih dari 1%.
Bitcoin Menyerah di Hadapan Kompetisi Altcoin
Bitcoin kini menghadapi persaingan ketat dari berbagai altcoin yang jumlahnya mencapai sekitar 28 juta. McGlone menegaskan bahwa pertumbuhan pesat jumlah altcoin menyebabkan Bitcoin kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset investasi utama.
Tidak hanya itu, beberapa altcoin seperti Shiba Inu dan Dogecoin ternyata masih memiliki kapitalisasi pasar yang besar, masing-masing sebesar $3 miliar dan $15 miliar. Hal ini menciptakan fragmentasi fokus investor di pasar kripto.
Pengaruh Kebijakan Moneter dan Kepemimpinan Federal Reserve
Penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve mendatangkan kekhawatiran baru bagi investor kripto dan saham. Warsh dikenal sebagai sosok hawkish yang menentang kebijakan moneter longgar dan mengedepankan pertarungan agresif terhadap inflasi.
McGlone memprediksi Warsh tidak akan melonggarkan kebijakan moneter secara signifikan sebelum pemilu paruh waktu 2026, sehingga tekanan pada aset berisiko seperti kripto kemungkinan akan berlanjut.
Tinjauan Siklus Pasar Kripto
Fabian Dori, Chief Investment Officer di Sygnum Bank, melihat pasar kripto masih mengikuti siklus boom-bust tradisional yang berulang setiap empat tahun. Siklus ini terkait erat dengan halving Bitcoin, yaitu pengurangan separuh hadiah blok yang diterima miner.
Saat ini, hadiah atas konfirmasi blok adalah 3,125 Bitcoin. Diperkirakan pada pertengahan 2028, saat halving berikutnya, hadiah tersebut akan turun menjadi sekitar 1,56 Bitcoin. Siklus ini cenderung mengatur dinamika pasokan dan permintaan di pasar.
Faktor Likuiditas dan Prospek Ke depan
Kondisi likuiditas yang semakin ketat turut menekan pasar kripto. Investor harus waspada terhadap volatilitas yang tinggi dalam jangka pendek. Namun, mekanisme halving memberikan kerangka waktu dan pola yang dapat dipelajari untuk merencanakan strategi investasi.
Secara keseluruhan, tekanan dari faktor eksternal seperti kebijakan moneter, kondisi ekonomi, dan persaingan dalam ekosistem kripto membuat harga Bitcoin rentan mengalami fluktuasi signifikan. Situasi ini menunjukkan bahwa koreksi pasar mungkin masih berlanjut sebelum arah tren baru terbentuk dengan jelas.





