
House Democrats resmi membuka penyelidikan terkait investasi senilai $500 juta yang melibatkan World Liberty Financial (WLFI), sebuah proyek cryptocurrency yang dikaitkan dengan keluarga Donald Trump. Investasi ini memiliki keterkaitan dengan entitas yang terdaftar di Uni Emirat Arab (UAE) dan dilakukan hanya beberapa hari sebelum pelantikan kedua Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.
Penyelidikan ini menyoroti dugaan konflik kepentingan dan pengaruh asing dalam kesepakatan tersebut. Rep. Ro Khanna, anggota utama House Select Committee, memimpin upaya pengawasan ini setelah publikasi laporan investigatif yang mengungkapkan bahwa Aryam Investment 1, sebuah entitas yang terdaftar di Delaware dan Abu Dhabi, memperoleh saham sebesar 49% di WLFI pada 16 Januari 2025. Kesepakatan ini bernilai sekitar $500 juta dan terjadi empat hari sebelum pelantikan Trump yang kedua.
Struktur Kesepakatan dan Aliran Dana
Aryam Investment 1, yang didukung oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, penasihat keamanan nasional UAE dan pengelola imperium investasi besar, membayar setengah dari jumlah tersebut sebesar $250 juta secara langsung. Dari total pembayaran awal ini, sekitar $187 juta mengalir ke entitas yang terkait dengan keluarga Trump, seperti DT Marks DEFI LLC dan DT Marks SC LLC.
Distribusi dana lainnya mencakup hampir $31 juta untuk keluarga Witkoff, pendiri WLFI, serta $31 juta lagi dibagikan kepada co-founder Zak Folkman dan Chase Herro. Kesepakatan ini juga ditandatangani oleh Eric Trump atas nama WLFI. Perlu dicatat, kesepakatan ini tidak mencakup hak atas penjualan token tata kelola WLFI di masa depan, sehingga eksposur investor UAE terbatas pada kepemilikan ekuitas, bukan keuntungan dari token.
Perkembangan Perusahaan dan Keterkaitannya
WLFI diluncurkan pada September 2024 sebagai platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang menggunakan stablecoin bernama USD1, yang dipatok pada Dolar AS. Meskipun perusahaan berhasil mengumpulkan dana sekitar $82 juta melalui penjualan token, produk penuh WLFI belum resmi diluncurkan saat investasi UAE terjadi.
Kesepakatan ini menilai WLFI sekitar $1 miliar, yang menyebabkan penurunan kepemilikan keluarga Trump dari sekitar 75% menjadi 38%. Setelah investasi tersebut, eksekutif senior dari perusahaan AI yang juga dikelola oleh Sheikh Tahnoon, G42, termasuk CEO Peng Xiao dan penasihat hukum Martin Edelman, bergabung dengan dewan WLFI bersama Eric Trump dan Zach Witkoff.
Konteks dan Dampak Diplomatik
Kesepakatan ini muncul di tengah rangkaian interaksi diplomatik dan ekonomi antara Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab. Pada Maret 2025, Sheikh Tahnoon melakukan kunjungan ke Gedung Putih dan mengumumkan rencana investasi sebesar $1,4 triliun dari UAE ke ekonomi AS dalam 10 tahun ke depan.
Selain itu, dalam dua bulan berikutnya, pemerintah AS menyetujui penjualan 35.000 chip AI canggih ke G42, meski sebelumnya ada pembatasan terkait kekhawatiran transfer teknologi ke China. Dalam konteks yang lebih luas, MGX, sebuah perusahaan investasi milik Sheikh Tahnoon, menggunakan stablecoin USD1 WLFI untuk mendukung investasi senilai $2 miliar di Binance, mengindikasikan keterlibatan WLFI dengan pelaku utama pasar kripto global.
Penyelidikan dan Permintaan Dokumen
Dalam surat resmi kepada CEO WLFI, Zach Witkoff, Rep. Khanna meminta sejumlah dokumen penting hingga batas waktu 1 Maret 2026. Dokumen yang diminta mencakup rincian pembayaran, kepemilikan manfaat, hubungan dengan pemerintah UAE, serta peran WLFI dalam diskusi kontrol ekspor AS dan penunjukan eksekutif G42 ke dewan WLFI.
Lebih lanjut, penyelidikan ini juga menyoroti peran WLFI dalam proses pengampunan Presiden Trump terhadap pendiri Binance, Changpeng Zhao, pada Oktober 2025. Khanna menilai ini sebagai kasus "self-dealing" yang sangat tidak biasa dan tengah memeriksa rekam jejak keterkaitan keuangan melalui audit ketat, termasuk potensi pelanggaran hukum terkait emolumen dan konflik kepentingan.
Reaksi Pasar Kripto dan Implikasi Regulasi
Kabar penyelidikan ini telah menimbulkan gejolak yang signifikan di pasar cryptocurrency. Bitcoin tercatat turun kembali ke angka sekitar $60.000, setelah sebelumnya mencapai puncak di atas $63.000 pada 2021. Token WLFI yang terkait politik juga mengalami penurunan hingga 16% dalam satu hari karena kekhawatiran tentang penjualan dalam dan risiko regulasi, meski sempat berangsur naik 15% saat terungkapnya saham UAE.
Para analis berpendapat bahwa kasus ini menggambarkan bagaimana pengawasan politik dapat memperparah volatilitas dalam proyek DeFi yang melibatkan modal asing dan isu keamanan nasional. Selain itu, stablecoin seperti USD1 kemungkinan akan menghadapi pemeriksaan ketat terkait anti pencucian uang dan kepatuhan regulasi, sementara rancangan undang-undang kripto seperti CLARITY Act dapat mengalami penundaan.
Masa Depan Sektor Kripto Di Tengah Ketegangan Politik
Sambil menunggu dokumen dan informasi tambahan, para investor mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian dan turbulensi berkelanjutan di pasar kripto, khususnya pada proyek-proyek yang berhubungan dengan politik dan modal asing. Penyelidikan ini menandakan tantangan berat di persimpangan politik, regulasi, dan pengaruh global yang semakin memperumit lanskap cryptocurrency di Amerika Serikat.





