Coinbase Jadi Satu-satunya Pengiklan Crypto di Super Bowl 2026 dengan Iklan Karaoke Backstreet Boys

Penampilan kripto di Super Bowl kini menyusut drastis, tinggal diwakili oleh satu iklan dari Coinbase. Empat tahun lalu, beberapa perusahaan kripto berlomba-lomba memasang iklan, namun kini hanya Coinbase yang kembali beriklan di acara tersebut.

Tahun ini, iklan Coinbase berdurasi satu menit menampilkan lirik karaoke lagu "Everybody (Backstreet’s Back)" dari Backstreet Boys. Iklan ini mengajak penonton bernyanyi bersama, bukan sekadar mengajak memindai kode QR atau klaim token.

Perubahan Strategi Iklan Kripto di Super Bowl

Pada Super Bowl beberapa tahun lalu, Coinbase meluncurkan iklan viral yang menampilkan kode QR melayang yang mengarahkan jutaan orang ke situsnya. Saat itu, banyak platform kripto lain juga ikut beriklan, termasuk FTX, Crypto.com, dan eToro. Momen ini disebut sebagai "Crypto Bowl" karena besarnya eksposur merek kripto di acara tersebut.

Namun, sejak keruntuhan FTX yang memicu krisis industri dan gugatan hukum terhadap tokoh-tokoh seperti Sam Bankman-Fried, Tom Brady, dan Gisele Bündchen, kepercayaan publik terhadap iklan kripto menurun. Kini, menurut Musheer Ahmed, pendiri Finstep Asia, Coinbase memilih pendekatan yang lebih halus dan mainstream.

Reaksi dan Pendapat Pengamat

Iklan baru Coinbase mendapat reaksi beragam di media sosial. Beberapa penonton menyukai nuansa nostalgia lagunya, namun ada pula yang mengkritik konsepnya. Coinbase menanggapinya dengan tegas, “Jika Anda membicarakannya, itu artinya iklan berhasil. Crypto memang untuk semua orang,” tulis CEO Brian Armstrong.

Menurut Musheer Ahmed, lagu dengan kata “Yeaah” di chorus menjadi simbol dari pesan kripto yang ingin disampaikan, seperti keaslian (originality), keamanan Bitcoin, dan inklusi keuangan. Namun Sudhakar Lakshmanaraja dari Digital South Trust mempertanyakan efektifitas iklan sederhana di tengah regulasi yang semakin ketat. Ia berpendapat komunikasi kripto harus mengedepankan kepercayaan dan kepatuhan, bukan sekadar hype.

Ketatnya Regulasi dan Implikasinya pada Iklan Kripto

Sebagian besar pemerintah kini menuntut perlindungan konsumen dan kesadaran risiko lebih tinggi. Hal ini membuat pesan iklan kripto harus berubah agar sesuai dengan regulasi baru. Strategi pemasaran tidak hanya soal menarik perhatian, tetapi juga membangun kepercayaan melalui kepatuhan pada aturan.

Sementara itu, Kadan Stadelmann, CTO Komodo Platform, membela investasi iklan di Super Bowl. Ia menyatakan, “Tidak ada acara di Amerika yang dilihat sebanyak Super Bowl. Jadi wajar jika perusahaan menargetkan konsumen Amerika memilih investasi ini sebagai strategi utama mereka.”

Transformasi Iklan Kripto di Super Bowl dalam Lima Poin

  1. Tahun lalu ada banyak iklan dari berbagai perusahaan kripto, tahun ini hanya Coinbase yang tampil.
  2. Iklan Coinbase terbaru berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang fokus pada teknologi QR code.
  3. Format karaoke lagu Backstreet Boys mengajak penonton terlibat secara interaktif.
  4. Pasar menuntut pesan yang lebih akuntabel dan kompliant dengan regulasi.
  5. Reaksi publik terbagi antara nostalgia dan kritik terhadap kreatifitas iklan.

Iklan Coinbase mencerminkan bagaimana industri kripto melakukan pivot dari masa hype dan agresivitas menuju pendekatan yang lebih terkendali dan berorientasi pada kepatuhan. Hal ini sudah selaras dengan perubahan lanskap regulasi yang semakin menuntut transparansi dan perlindungan konsumen. Ke depannya, iklan kripto seperti ini bisa menjadi bentuk baru adaptasi yang diperlukan untuk menjangkau audiens luas di era ekonomi digital.

Terkait