Crypto investor exodus semakin membebani nilai Ether dibandingkan Bitcoin yang lebih dominan. Ethereum, yang pernah diprediksi akan melampaui Bitcoin karena keunggulan fitur pemrograman blockchain-nya, kini tetap menjadi pesaing yang sulit menyaingi Bitcoin.
Penurunan tajam nilai Ether mencapai hampir 60% sejak puncaknya pada Agustus, sedangkan Bitcoin turun sekitar 45% dari rekor tertingginya awal Oktober. Pada perdagangan terakhir, Ether sempat turun hingga 6,2% ke level $1.989, sementara Bitcoin anjlok 3,5% ke $67.878.
Perbedaan Kapitalisasi dan Volatilitas
Volatilitas tinggi Ether di pasar dapat dijelaskan oleh kapitalisasi pasar yang lebih kecil dan keterlibatan institusional yang lebih rendah, menurut Alex Kuptsikevich, analis utama FxPro. “Aset digital dengan kapitalisasi kedua atau ketiga biasanya mengalami fluktuasi lebih besar dan sering meninggalkan perhatian pasar,” katanya.
Bitcoin mempertahankan sekitar 60% dari total kapitalisasi pasar kripto senilai $2,35 triliun, sedangkan Ether hanya menguasai sekitar 10%. Hal ini membuat likuiditas Ether lebih rendah dan rentan terhadap tekanan pasar.
Tekanan dan Tuntutan Investor Besar
Michael Saylor, CEO Strategy Inc. yang dikenal sebagai salah satu investor Bitcoin terbesar, melaporkan kerugian bersih sebesar $12,4 miliar pada kuartal terakhir. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak berniat menjual Bitcoin meski harga terus turun. Strategi pembelian Bitcoin secara berkala tetap dijalankan untuk memperkuat portofolio.
Pernyataan Saylor disampaikan dalam konferensi Bitcoin Investor Week di New York, di mana ia menambahkan, “Jika Bitcoin bertahan di angka $8.000 selama lima tahun, mungkin kami akan mempertimbangkan untuk menjual.”
Pasar Masih Tanda Tanya
Meskipun terjadi rebound setelah penurunan tajam, pasar kripto masih menunjukkan minimnya minat risiko. Indikator funding rate untuk kontrak Bitcoin perpetual futures tetap di bawah nol, menandakan banyak trader bertaruh pada penurunan harga lanjutan.
Adam McCarthy, analis dari Kaiko, menyebutkan, “Sentimen terhadap aset kripto yang kurang dikenal sangat negatif saat ini.” Situasi ini memperlihatkan bahwa pasar kripto sedang dalam fase penyesuaian setelah periode euforia beberapa bulan lalu.
Dampak Terhadap Dana ETF
Dalam periode sejak crash awal Oktober, dana yang berinvestasi di exchange-traded funds (ETF) Bitcoin dan Ether mengalami arus keluar signifikan.
- Ether ETFs: Arus keluar sebesar $3,2 miliar, dengan $462 juta hanya pada tahun ini.
- Bitcoin ETFs: Arus keluar mencapai $7,9 miliar, termasuk $1,8 miliar di tahun berjalan.
Kondisi ini memperlihatkan penurunan kepercayaan investor institusional pada kedua aset kripto utama tersebut.
Analisis Pasar Ether
Rachael Lucas dari BTC Markets menegaskan bahwa struktur grafik harga Ether masih bearish setelah menembus level resistance di kisaran $2.800 hingga $3.000. Penurunan ini terkait dengan sentimen risiko makroekonomi dan aksi jual aset kripto secara luas.
Secara keseluruhan, meskipun Bitcoin menunjukkan daya tahan yang relatif lebih baik, kedua kripto utama ini sedang menghadapi tekanan berat dari kepindahan modal investor. Pasar kripto menunjukkan pergerakan yang belum pasti dan masih mencari arah setelah gelombang penjualan besar-besaran baru-baru ini.





