Michael Saylor Tegaskan Strategy akan Beli Bitcoin Selamanya, Meski Rugi Rp75 Triliun Lebih

Michael Saylor, chairman Strategy dan pendukung kuat Bitcoin, menegaskan bahwa perusahaannya akan terus membeli Bitcoin tanpa henti meski mengalami kerugian kertas yang kini mencapai lebih dari $5 miliar. Strategi beli terus-menerus ini menunjukkan keyakinan jangka panjangnya terhadap aset kripto terbesar tersebut.

Baru-baru ini, Strategy menggelontorkan tambahan dana sebesar $90 juta untuk menambah koleksi Bitcoin-nya. Total kepemilikan kini mencapai 714.644 BTC senilai sekitar $49 miliar. Namun, nilai pasar Bitcoin saat ini yang berada di kisaran $68.829 membuat portofolio mereka terkoreksi sebesar $5,1 miliar di bawah harga pembelian awal.

Keyakinan Tak Tergoyahkan pada Bitcoin

Saylor mengatakan bahwa perusahaan tidak berniat melepas aset Bitcoin mereka. Ia menegaskan, “Kami tidak akan menjual. Kami akan terus membeli Bitcoin,” dalam wawancara dengan CNBC. Ia bahkan memperkirakan pembelian Bitcoin akan terus berlangsung tiap kuartal dalam jangka panjang.

Penurunan signifikan harga Bitcoin sebesar 45% dari rekor tertinggi di angka $126.080 sempat menimbulkan spekulasi bahwa Strategy bisa jadi terpaksa menjual sebagian asetnya untuk membayar utang atau dividen. Namun, Saylor menyebut spekulasi tersebut tidak berdasar.

Cadangan Tunai dan Proteksi Utang

Strategy memiliki cadangan kas yang cukup untuk menutupi pembayaran utang dan dividen selama 2,5 tahun mendatang. Pada Desember lalu, perusahaan mengumumkan pembentukan cadangan sebesar $1,44 miliar guna membayar dividen tanpa harus melepas Bitcoin. Cadangan ini juga diperkuat dengan penerbitan saham biasa untuk menambah likuiditas.

Ini menjaga buffer keuangan perusahaan tetap kuat meskipun nilai Bitcoin yang dimiliki sedang turun. Saylor meyakini perusahaan dapat bertahan dan menjalankan strategi belinya tanpa harus melakukan likuidasi aset.

Prediksi Penjualan dan Risiko Ekstrem

Beberapa prediktor di platform Myriad memperkirakan ada sekitar 28% kemungkinan Strategy menjual Bitcoin sebelum akhir 2026. Meski demikian, angka ini menurun sekitar 7% dalam sepekan terakhir setelah harga Bitcoin pulih dari level bawah $60.000.

Saylor menuturkan, jika Bitcoin jatuh hingga 90% selama empat tahun ke depan, perusahaan akan mengupayakan refinancing utang. Ia menambahkan, “Harganya sekarang $68.000. Bitcoin harus turun sampai $8.000 baru kami pikirkan refinancing utang.”

Lebih jauh, ia menegaskan, “Kalau Anda berpikir Bitcoin akan jatuh ke nol, kita akan hadapi itu. Tapi saya tidak percaya itu akan terjadi, dan saya juga tidak percaya Bitcoin akan turun ke $8.000.”

Kinerja Saham Strategy

Saham Strategy (MSTR) yang dianggap Saylor sebagai “Bitcoin yang diperdagangkan dengan leverage” turun sekitar 2,7% dalam satu sesi perdagangan terakhir serta mengalami penurunan hampir 66% dalam enam bulan terakhir. Harga saham terbaru berada di kisaran $134,58.

Strategi beli Bitcoin secara konsisten oleh Strategy menunjukkan sikap optimistis meski pasar menghadapi volatilitas cukup besar. Cadangan kas dan manajemen utang yang solid memberikan dasar kuat bagi perusahaan untuk terus menjalankan rencana jangka panjangnya dalam ekosistem aset kripto.

Berita Terkait

Back to top button