
Pasar kripto semakin tertekan akibat siklus bearish yang berkepanjangan dan gelombang penutupan serta pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan. Beberapa platform populer seperti Bit.com dan DappRadar terpaksa menghentikan operasional mereka di tengah kondisi pasar yang sulit.
Di sisi lain, bursa kripto besar seperti OKX dan perusahaan blockchain Polygon Labs melakukan restrukturisasi global dengan memotong jumlah karyawan. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa sebuah perusahaan kripto besar baru saja mengajukan perlindungan kebangkrutan di bawah bab 11.
Archblock Ajukan Perlindungan Kebangkrutan Bab 11
Perusahaan yang mengajukan kebangkrutan ini adalah Archblock LLC, sebelumnya dikenal sebagai TrustToken. TrustToken didirikan pada 2017 dan terkenal dengan peluncuran stablecoin TrueUSD (TUSD) pada 2018 serta protokol pinjaman tanpa agunan TrueFi pada 2020. Di tahun berikutnya, perusahaan tersebut menyesuaikan strategi bisnisnya dan mengubah nama menjadi Archblock untuk fokus mengintegrasikan modal institusional serta manajemen aset tradisional ke dalam dunia DeFi (keuangan terdesentralisasi).
Pada tanggal 6 Februari, Archblock secara resmi mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan bab 11 di Pengadilan Kebangkrutan Distrik Delaware, Amerika Serikat. Mereka melaporkan kewajiban lebih dari 100 juta dolar AS dengan aset hanya sekitar 10 juta dolar AS. Proses bab 11 memungkinkan perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan untuk melakukan reorganisasi alih-alih menghentikan seluruh kegiatannya.
Debitur dan Kreditor dalam Kasus Archblock
Dokumen pengajuan kebangkrutan menyebut enam entitas debitur terkait Archblock. Salah satu kreditor potensial adalah Alameda Research dengan klaim kredit tidak berjaminan sebesar 8,5 juta dolar AS. Alameda Research adalah firma perdagangan kripto yang didirikan oleh Sam Bankman-Fried, pendiri bursa FTX yang kini mengalami kebangkrutan dan sedang menjalani hukuman penjara.
Selain itu, perusahaan peminjaman kripto Celsius Network juga disebut sebagai pemegang stablecoin sekaligus kreditor yang belum likuid dalam sengketa. Pada Oktober tahun lalu, Celsius mengajukan gugatan terhadap Archblock atas tuduhan penipuan senilai jutaan dolar AS. Gugatan tersebut menuduh bahwa Archblock dan anak perusahaannya, TrustToken Inc. dan TrueCoin LLC, telah salah menggambarkan token TrueCurrency mereka sebagai mata uang yang sepenuhnya dijamin dan didukung oleh dana kas yang disimpan secara escrow.
Kontroversi dan Sengketa Seputar TrueCurrency
Celsius melaporkan telah mencetak lebih dari 14 juta dolar nilai TrueCurrency yang meliputi TrueAUD, TrueCAD, dan TrueGBP antara 2019 hingga 2022. Namun, saat mencoba menebus aset senilai 12,9 juta dolar selama proses kebangkrutan pada tahun lalu, Archblock diduga menolak klaim tersebut. Perusahaan mengaku kehilangan akses terhadap cadangan tersebut setelah mitra escrow mereka, Prime Trust LLC dan First Digital Trust, mengalami kebangkrutan.
Dampak pada Pasar Kripto yang Lebih Luas
Peristiwa kebangkrutan Archblock menambah kekhawatiran terhadap stabilitas pasar kripto yang saat ini berada dalam tekanan besar. Data terbaru menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar kripto global turun hingga 25% dalam sebulan terakhir dan tercatat berada di angka sekitar 2,35 triliun dolar AS. Kondisi ini memperlihatkan betapa rentannya sektor ini terhadap masalah likuiditas dan risiko manajemen yang kurang transparan.
Peristiwa seperti kebangkrutan Archblock, restrukturisasi besar pada perusahaan kripto ternama, serta kasus hukum yang melibatkan aktor utama di industri ini menunjukkan perlunya pengawasan dan tata kelola yang lebih baik. Hal ini juga menggambarkan bagaimana dampak kegagalan perusahaan besar dapat mengalir ke berbagai aspek ekosistem kripto, termasuk pemegang stablecoin dan investor institusional.
Ke depan, proses reorganisasi Archblock melalui bab 11 akan menjadi fokus utama, mengingat ketersediaan waktu dan struktur hukum memungkinkan perusahaan mencoba memperbaiki keuangannya tanpa langsung tutup operasi. Namun, risiko kreditur dan pemegang token tetap perlu dimonitor dengan cermat karena penyelesaian kasus ini akan memengaruhi sentimen pasar secara luas.





