
Kantor CFTC yang dikenal sebagai “top cop” dalam penegakan hukum kini telah benar-benar kehilangan tim litigasi hukumnya. Kantor utama di Chicago yang sebelumnya memiliki 20 pengacara penegakan hukum kini hanya tinggal satu, dan pengacara terakhir tersebut telah mengundurkan diri.
Pengurangan besar-besaran ini terjadi bersamaan dengan upaya CFTC untuk memperluas pengawasannya terhadap pasar kripto dan platform prediksi yang saat ini tengah berkembang pesat. Perubahan fokus ini menandai pergeseran prioritas yang kontroversial di dalam badan pengatur tersebut.
Pengurangan Tim Penegakan Hukum CFTC
Sebelumnya, kantor Chicago di bawah CFTC menangani kasus-kasus penegakan hukum yang paling kompleks, termasuk penyelesaian miliaran dolar dari kasus-kasus besar seperti FTX dan Binance. Namun, pengurangan staf hingga lebih dari 95% ini menyebabkan hilangnya kapasitas penegakan hukum yang vital bagi regulator.
Menurut mantan pengacara penegakan hukum CFTC, pengurangan ini tampak seperti langkah yang disengaja dan sangat melemahkan fungsi pengawasan. Salah seorang mantan pengacara yang telah bekerja selama 26 tahun mengungkapkan bahwa ada risiko besar munculnya penipuan kripto karena “tidak ada polisi di lapangan” lagi.
Peran Baru CFTC dalam Pengaturan Crypto dan Pasar Prediksi
Selama setahun terakhir, kepemimpinan CFTC yang baru telah menempatkan prioritas pada pengawasan pasar kripto serta platform prediksi—khususnya yang berhubungan dengan taruhan olahraga. Hal ini terjadi di tengah kekurangan sumber daya penegakan hukum yang signifikan.
Caroline Pham, yang pernah menjabat sebagai ketua pelaksana CFTC dan bertanggung jawab atas pengurangan staf lebih dari 21%, kini bekerja di perusahaan kripto MoonPay. Langkah tersebut menimbulkan pertanyaan terkait hubungan antara pengaturan dan industri yang dia awasi.
Para ahli dari industri kripto juga mengkritik CFTC karena dianggap kurang kapabel mengawasi kemungkinan pelanggaran seperti perdagangan orang dalam di ribuan pasar prediksi yang sebagian besar terkonsentrasi pada hasil olahraga. Hal ini menyulitkan pengawasan yang efektif di sektor baru tersebut.
Respons CFTC terhadap Kritik
Juru bicara CFTC menyatakan bahwa pengurangan staf didominasi oleh karyawan yang memilih pensiun dini atau cuti yang ditunda. Mereka menekankan bahwa kantor pusat di Washington D.C. tetap memiliki sumber daya dan bahwa Divisi Penegakan Hukum masih aktif dan mampu menjalankan tugasnya secara penuh.
Namun, pengurangan tenaga hukum di kantor Chicago berdampak pada penurunan drastis hasil penyelesaian keuangan untuk investor. Pada tahun fiskal sebelum pengurangan, CFTC berhasil mendapatkan 17,1 miliar dolar, tetapi angka tersebut merosot lebih dari 99,9% menjadi hanya 9,2 juta dolar dalam tahun fiskal selanjutnya.
Ketidakpastian Pendanaan dan Dukungan Peraturan
Dalam sidang konfirmasi di Senat, ketua baru CFTC, Mike Selig, menolak untuk berkomitmen menambah sumber daya untuk pengawasan crypto dan pasar prediksi. Sikap ini bertolak belakang dengan dukungan yang disampaikan oleh senator dari kedua partai besar yang meminta peningkatan anggaran untuk CFTC.
Senator Ben Ray Lujan menegur tidak adanya transparansi mengenai kebutuhan tambahan staf, mengatakan, “Saya tidak mengerti mengapa sulit mengakui kita butuh lebih banyak staf.” Pernyataan ini menggambarkan kekhawatiran mengenai kesiapan CFTC menghadapi tantangan regulasi baru.
Kondisi ini menunjukkan dilema yang dihadapi CFTC saat ini: berusaha mengatur sektor keuangan digital yang berkembang pesat dengan sumber daya yang semakin terbatas. Implikasinya, efektivitas pengawasan dan perlindungan investor di pasar kripto serta pasar prediksi masih menjadi pertanyaan besar di masa depan.





