Pasar kripto mengalami penurunan kapitalisasi lebih dari 20% sejak awal tahun. Investor saat ini masih terbagi antara keyakinan harga sudah mendekati titik terendah lokal atau risiko penurunan lebih lanjut dalam tren bearish yang lebih luas.
Dalam situasi volatilitas tinggi dan ketidakpastian, pertanyaan penting muncul: kapan waktu yang tepat untuk membeli saat terjadi penurunan (buy the dip)? Platform analitik Santiment menawarkan lima sinyal utama untuk membantu trader menentukan momen terbaik.
1. Sentimen Sosial Negatif yang Ekstrem
Santiment mengukur keseimbangan antara bahasa pesimistis dan optimistis terkait aset tertentu. Ketika sentimen negatif sangat dominan, biasanya menunjukkan momen ketakutan yang berlebihan dan berpotensi menjadi titik balik pasar. Sebagai contoh, saat harga Bitcoin mencapai $60.001, terjadi rebound tajam sekitar 19% dalam waktu kurang dari 24 jam setelah muncul gelombang ketakutan di media sosial.
2. Peningkatan Sebutan Kata "Buy" Bersama "Dip"
Peningkatan penyebutan kata seperti “buy”, “buying”, atau “bought” yang dikaitkan dengan “dip” dapat menunjukkan minat membeli selama penurunan harga. Namun, Santiment mengingatkan bahwa indikator ini kurang dapat diandalkan sendiri karena pasar bisa pulih sebelum para investor ritel melakukan langkah beli besar-besaran.
3. Pergeseran Bahasa ke Kata-kata Ekstrem seperti “Crash”
Adanya perubahan penggunaan kata dari “dip” ke kata-kata dengan konotasi lebih buruk, seperti “crash”, menandakan tingkat ketakutan yang sangat tinggi. Bahasa seperti ini biasanya muncul saat investor mengalami kepanikan dan mulai menjual aset dengan harga rendah sebagai bentuk kapitulasinya.
4. Munculnya Kata Kunci Bearish yang Tren
Santiment juga memantau kata kunci bearish, seperti “selling”, “down”, atau narasi ekstrim seperti aset “akan turun ke $0”. Keyword seperti ini sering kali mengindikasikan menurunnya kepercayaan pasar ritel dan bisa menjadi sinyal bahwa tekanan jual sudah mencapai puncaknya.
5. Data On-Chain: Rasio MVRV 30-Hari
Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) selama 30 hari mengukur apakah wallet yang baru aktif berada dalam posisi untung atau rugi. Ketika MVRV masuk ke zona “strongly undervalued”, mayoritas pembeli terbaru mengalami kerugian yang dalam. Kondisi ini menandakan potensi pembalikan pasar karena harga aset dinilai sangat rendah secara historis.
Santiment menyatakan bahwa investor sebaiknya menghindari pembelian saat aset berada di “Strongly Overvalued Zone”. Sebaliknya, pembelian saat berada di zona undervalued bisa memberikan potensi kenaikan harga yang signifikan.
Perlu dipahami bahwa definisi “dip” sangat tergantung pada konteks pasar dan kerangka waktu trading. Pergerakan harga sekitar 1,7% mungkin relevan bagi trader jangka pendek harian, namun sebagian besar investor cenderung melihat peluang dalam rentang mingguan yang mencerminkan kapasitas trading realistis mereka.
Santiment menekankan pentingnya mengandalkan data obyektif daripada spekulasi atau intuisi semata. Data dapat mengindikasikan kapan tekanan jual yang didorong oleh rasa takut sudah mulai melemah, sehingga menjadi momen potensial untuk membeli.
Meski demikian, sinyal yang diberikan tidak menjamin pemulihan pasar secara pasti. Banyak analis memperkirakan tren bearish masih dapat berlanjut dan harga aset kripto mungkin tetap tertekan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Keputusan untuk membeli atau menahan aset harus mempertimbangkan toleransi risiko, strategi investasi, dan biaya peluang masing-masing investor. Memonitor indikator Santiment dapat menjadi alat bantu penting untuk mengenali periode ketakutan yang intens sekaligus memanfaatkan peluang yang mungkin muncul di pasar kripto.





