
Morgan Stanley baru-baru ini memulai peliputan terhadap perusahaan-perusahaan penambang bitcoin dengan pendekatan yang berbeda. Bank investasi tersebut melihat para penambang bukan sekadar pelaku dalam ekosistem kripto, melainkan sebagai bagian dari infrastruktur teknologi yang lebih luas.
Harga bitcoin saat ini berkisar sekitar 70.000 dolar AS, mengalami penurunan sekitar 40% dari puncaknya di bulan Oktober. Kondisi ini membuat profitabilitas penambangan bitcoin menurun signifikan, di mana pendapatan per terahash turun menjadi sekitar 35 dolar dari 70 dolar saat harga bitcoin mencapai rekor tertinggi.
Pendekatan Infrastruktur daripada Kripto
Morgan Stanley memberi peringkat overweight pada Cipher Mining dan TeraWulf, serta peringkat underweight pada Marathon Digital. Namun, penting untuk dicatat bahwa fokus bank ini bukan pada apresiasi nilai bitcoin. Mereka menilai potensi penambang bitcoin sebagai pemain infrastruktur karena daya komputasi besar yang mereka miliki dapat dimanfaatkan untuk aplikasi lain, seperti kecerdasan buatan (AI).
Penurunan profitabilitas di sektor penambangan ini menyebabkan sebagian perusahaan menutup operasi dan tingkat kesulitan penambangan mengalami penurunan. Mekanisme ini secara otomatis mengurangi jumlah penambang yang mampu bertahan dan memungkinkan penambang yang tersisa meraih keuntungan lebih besar.
Transformasi Model Bisnis Penambang Bitcoin
Beberapa perusahaan penambang sudah mulai mengalihkan fokus bisnisnya agar dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun untuk kebutuhan di luar kripto. Misalnya, Bitfarms mengumumkan rencana untuk sepenuhnya keluar dari penambangan bitcoin dan mengubah namanya menjadi Keel Infrastructure. Perusahaan ini juga berencana memindahkan operasinya ke Amerika Serikat serta mengalihkan pemanfaatan daya komputasi untuk mendukung pengembangan AI.
Selain itu, Hut8 juga mengikuti tren serupa dengan mengubah sebagian dari operasional penambangan bitcoin mereka menjadi pusat daya untuk AI. Ini dilakukan dengan kerja sama bersama Anthropic. Hal yang sama juga dilakukan oleh Cipher dan TeraWulf, dua perusahaan yang menjadi fokus Morgan Stanley.
Peluang di Pasar Data Center dan Energi
Morgan Stanley memperkirakan permintaan daya dari pusat data akan meningkat sebanyak 74 gigawatt dari tahun lalu hingga 2028. Sebagai perbandingan, 5 gigawatt daya mampu memenuhi kebutuhan sebuah kota besar di Amerika Serikat. Namun, setelah memperhitungkan proyek pusat data yang sedang dan akan dibangun, Amerika Serikat diperkirakan mengalami defisit sekitar 49 gigawatt daya.
Dengan adanya transisi bisnis penambang bitcoin ke penggunaan daya untuk aplikasi non-kripto seperti AI, Morgan Stanley menilai ini dapat menjadi solusi yang menguntungkan. Proses ini akan membantu mengurangi kekurangan pasokan energi untuk pusat data sekaligus mempertahankan profitabilitas perusahaan penambang yang memilih untuk tetap beroperasi di bidang kripto.
Ringkasan Nilai Investasi
- Morgan Stanley memulai peliputan pada penambang bitcoin: Cipher Mining, TeraWulf, dan Marathon Digital.
- Peringkat overweight diberikan untuk Cipher dan TeraWulf, sementara Marathon mendapat peringkat underweight.
- Penurunan harga dan profitabilitas bitcoin menyebabkan restrukturisasi industri penambangan.
- Perusahaan penambang melakukan diversifikasi bisnis untuk melayani kebutuhan AI dan pusat data.
- Permintaan energi untuk pusat data diproyeksikan meningkat tajam, menciptakan peluang baru bagi infrastruktur penambang.
Langkah Morgan Stanley ini menunjukkan kecenderungan baru dalam industri kripto dan teknologi, di mana penekanan beralih dari aset digital semata ke pemanfaatan infrastruktur besar yang dapat mendukung ekosistem teknologi yang lebih luas. Hal ini bisa menjadi indikator penting dalam mengamati masa depan penambangan bitcoin dan kaitannya dengan transformasi teknologi modern.





