Studio Grasshopper Manufacture yang dipimpin sutradara Jepang Suda51 sudah bertahan selama 27 tahun. Studio ini kini memiliki hampir seluruh katalog game lawasnya yang tersedia di platform Steam untuk PC.
Namun, keberadaan game-game tersebut di Steam ternyata tidak banyak memberikan keuntungan finansial bagi Grasshopper. Hal ini disebabkan karena mereka sering hanya bertindak sebagai pengembang, bukan penerbit, sehingga pendapatan dari penjualan game-game lama di Steam sebagian besar mengalir ke pihak lain.
Status sebagai Pengembang dan Tidak Penerbit
Beberapa judul seperti serial No More Heroes dan Killer7 tercatat hanya mengakui Grasshopper sebagai pengembang. Sedangkan hak penerbitan dimiliki oleh perusahaan lain. Misalnya, remaster game populer Lollipop ChainSaw RePop dirilis tanpa keterlibatan langsung Grasshopper, sehingga mereka juga tidak mendapat keuntungan dari penjualannya.
Hanya beberapa game seperti The Silver Case dan remaster Shadows of the Damned yang penerbitannya di Steam masih berada di tangan Grasshopper. Namun, game-game tersebut adalah sebagian kecil dari total katalog yang mereka buat selama ini.
Dampak Finansial dari Keterbatasan Hak Penerbitan
Suda51 mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa meskipun banyak game mereka yang tampil baik di Steam, keuntungan yang masuk ke studio sangat terbatas. "Kami tidak menghasilkan banyak uang dari penjualan Steam. Orang lain yang membuat uang banyak dari penjualan itu, tetapi bukan kami," ujarnya dengan jujur.
Ini menjadi tantangan besar terutama bagi studio yang tidak memiliki sumber dana kuat untuk membuat proyek baru berbiaya besar. Studio seperti Grasshopper harus bergantung pada penerbit lain yang memiliki kontrol atas keuntungan jangka panjang.
Langkah Baru dengan Romeo Is a Dead Man
Grasshopper mencoba mengubah strategi dengan merilis game barunya, Romeo Is a Dead Man, secara mandiri di Steam. Game ini didanai oleh perusahaan induk mereka, NetEase, yang mengakuisisi studio pada tahun 2021.
Perusahaan awalnya menawarkan penerbitan oleh pihak luar, tetapi Grasshopper memutuskan untuk mencoba menerbitkan sendiri. Suda51 menyatakan bahwa pengalaman menerbitkan sendiri sangat menantang dan mengajarkan banyak hal baru. Mereka memahami sejauh mana penerbit biasanya membantu mengurus berbagai aspek perilisan game.
Namun, keuntungan menerbitkan sendiri jelas lebih besar karena tidak harus membagi hasil dengan penerbit lain. “Meski sulit, saya senang kami melakukan ini sendiri untuk Romeo,” kata Suda51.
Ancaman dari Perubahan Kebijakan Perusahaan Induk
NetEase sebagai perusahaan induk diketahui telah menutup atau mengurangi dukungan terhadap beberapa studio internasional dalam setahun terakhir. Oleh sebab itu, keberhasilan Romeo Is a Dead Man menjadi sangat penting bagi masa depan Grasshopper.
Jika game ini sukses dan bisa bertahan lama di Steam, studio berpeluang mendapatkan penghasilan stabil dari penjualan selama masa promosi musiman yang rutin berlangsung. Ini dapat memberikan dorongan finansial yang krusial setelah bertahun-tahun memproduksi game yang meski populer, tidak memberikan return optimal.
Ringkasan Peran dan Manfaat dari Penjualan Steam
- Grasshopper lebih sering berperan sebagai pengembang, bukan penerbit.
- Pendapatan dari penjualan di Steam biasanya mengalir ke penerbit lain, bukan mereka.
- Game baru Romeo Is a Dead Man dirilis dengan penerbitan mandiri untuk meningkatkan keuntungan.
- Tantangan menerbitkan sendiri sangat besar, namun memberikan pelajaran berharga.
- Keberhasilan finansial studio masih bergantung pada performa game baru dan dukungan dari NetEase.
Kisah Grasshopper Manufacture menyoroti realita pahit yang sering dihadapi banyak studio kreatif di industri game. Mereka bisa menghasilkan karya yang dicintai, namun dari segi finansial belum tentu merasakan hasil yang seimbang. Pengalaman menerbitkan sendiri menjadi pelajaran penting untuk mengubah dinamika bisnis mereka ke depan.





