Bitcoin terus menunjukkan penurunan dalam tiga hari berturut-turut setelah gagal bertahan di atas level $70.000 yang sempat dicapai saat pemulihan akhir pekan. Volume perdagangan spot yang menipis dan indeks Crypto Fear and Greed yang masih berada pada zona "ketakutan ekstrem" menjadi faktor utama di balik tekanan ini.
Meski begitu, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun ke sekitar $2,28 triliun dengan indeks CoinDesk 20 (CD20) kehilangan 3,4% dalam 24 jam terakhir. Namun, data onchain dari Glassnode menilai koreksi ini tergolong ringan dibandingkan periode puncak siklus sebelumnya, tanpa indikasi penjualan panik.
Volume Spot dan ETF Bitcoin Stabil Menyerap Tekanan Jual
Walaupun volume perdagangan spot relatif rendah dan suasana pasar cenderung negatif, aliran dana ke spot bitcoin ETFs tetap stabil dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini membantu meredam tekanan jual di pasar. Wintermute, perusahaan strategi perdagangan kripto, mengamati bahwa pasar tengah memasuki fase pencarian harga (price discovery).
Jasper De Maere, analis dari Wintermute, mengungkapkan bahwa pergerakan jangka pendek dipengaruhi oleh leverage, seperti yang terlihat saat bitcoin melesat kembali dari posisi terendah Jumat lalu akibat posisi short berlebih pada perdagangan perpetual. “Pasar kemungkinan akan terus berfluktuasi dalam kisaran harga ini karena masih dalam tahap pencarian harga,” ujarnya.
Para Tokoh Industri Menilai Ini Waktu Tepat Membeli
Beberapa tokoh besar dalam industri kripto tetap optimistis terhadap prospek bitcoin. Tom Lee, Chief Investment Officer Fundstrat dan Ketua BitMine Immersion, menyarankan investor lebih baik mencari titik masuk secara bertahap daripada mencoba menentukan titik terendah harga. Hal ini disampaikan langsung kepada para peserta konferensi Consensus Hong Kong.
Di sisi lain, Michael Saylor, Executive Chairman Strategy (MSTR), menegaskan kembali keyakinannya pada bitcoin sebagai investasi jangka panjang. Ia memperkirakan bitcoin akan mengungguli saham tradisional meski mengalami penurunan harga baru-baru ini.
Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Pergerakan Bitcoin
Lemahnya data penjualan ritel di AS sedikit meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga dan menekan nilai dolar. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada sentimen pasar kripto. Fokus pasar kini bergeser menunggu rilis data ketenagakerjaan nonfarm serta inflasi yang akan memengaruhi tingkat risiko yang bersedia diambil investor.
Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan investor dalam kondisi pasar saat ini:
- Volume perdagangan spot bitcoin yang menyusut dapat menyebabkan volatilitas tinggi.
- Permintaan terhadap spot bitcoin ETFs menunjukkan kepercayaan pasar terhadap aset digital ini.
- Para ahli menyarankan strategi beli bertahap untuk mengantisipasi perubahan harga selanjutnya.
- Faktor makroekonomi AS menjadi variabel utama dalam menentukan arah pasar kripto dalam waktu dekat.
Kombinasi kondisi teknis dan fundamental membuat situasi pasar bitcoin saat ini menarik untuk diamati. Meskipun harga tengah mengalami tekanan, sejumlah indikator dan saran dari para profesional menandai potensi peluang pembelian yang bisa dimanfaatkan investor yang siap menghadapi risiko. Pihak-pihak terkait disarankan untuk terus memantau rilis data ekonomi terbaru serta perkembangan sentimen di pasar kripto guna menyesuaikan strategi investasi.
