XRP Lampaui Bitcoin & Ethereum Saat Harga Capai Bottom, Apakah Rebound Akan Terjadi?

XRP baru-baru ini turun di bawah level $1,50, menandai fase koreksi yang menghidupkan sinyal bottom terakhir yang terlihat hampir dua tahun lalu. Penurunan harga ini membuat XRP mencatat harga spot di bawah realized price, sebuah metrik on-chain penting yang mencerminkan rata-rata biaya akuisisi koin yang beredar.

Situasi ini memicu aksi jual panik, meskipun beberapa kelompok investor melihatnya sebagai peluang untuk akumulasi. Namun, data historis menunjukkan kemungkinan terjadinya konsolidasi dalam jangka waktu lebih lama sebelum potensi pembalikan harga XRP.

Tekanan Jual dari Investor Besar dan Ritel
Sentimen pasar menunjukkan peningkatan skeptisisme karena XRP kesulitan melakukan pemulihan signifikan. Baik investor ritel maupun institusional tampak mengurangi eksposur mereka terhadap aset ini. Data on-chain mengungkapkan bahwa pemilik XRP dalam kisaran 10.000 hingga 100.000 koin sudah memangkas posisi mereka.

Lebih signifikan lagi, para whale yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar XRP juga melakukan penjualan agresif. Total XRP yang dilepas oleh kelompok ini mencapai sekitar 350 juta XRP dalam lima hari terakhir, dengan nilai distribusi mencapai lebih dari $483 juta. Langkah ini memperkuat pesimisme dan meningkatkan volatilitas harga dalam jangka pendek.

Peranan Realized Price dalam Analisa XRP
Realized price dianggap sebagai indikator penting yang memberikan gambaran posisi rata-rata investor dibandingkan dengan harga pasar saat ini. Saat ini, harga spot XRP berada di bawah realized price, menandakan potensi fase kerugian pasar. Kondisi ini terakhir terjadi pada Juli dan sempat menandai sebuah titik bottom.

Penurunan harga XRP ke bawah realized price pernah terjadi pada 2022, di mana fase bottom berlangsung lebih lama hingga hampir satu tahun. Ini memberi indikasi bahwa XRP mungkin akan menghadapi konsolidasi panjang sebelum sesi rebound.

Minat Institusional yang Meningkat
Meskipun investor ritel berhati-hati, data CoinShares menunjukkan aliran masuk dana institusional ke produk XRP mencapai $63,1 juta pada minggu pertama Februari. Angka ini mengungguli inflow yang dialami oleh Bitcoin, Ethereum, ataupun Solana dalam periode serupa.

Total aliran masuk sejak awal tahun melampaui $109 juta untuk XRP, sementara Bitcoin dan Ethereum justru mengalami net outflow. Hal ini memperlihatkan kepercayaan institusi terhadap utilitas XRP, khususnya dalam kasus penggunaan pembayaran lintas batas.

Potensi Pemulihan dan Level Kunci Harga
Harga XRP tercatat berada di $1,38 pada saat publikasi, sedikit di atas level support $1,37. Outlook jangka pendek menunjukkan tanda-tanda semi-bullish dengan sinyal investor yang bervariasi. Tekanan jual masih ada, namun dukungan dana institusional dan pola bottom historis memberikan optimisme berhati-hati.

Target harga segera yang perlu dicapai XRP adalah $1,52 sebagai level support psikologis. Jika level ini berhasil dipertahankan, tekanan jual kemungkinan akan berkurang dan harga bisa naik menuju $1,77 bahkan menembus level psikologis $2,00.

Sebaliknya, kegagalan membangun momentum bullish akan meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut. Jika harga menembus di bawah $1,37 secara meyakinkan, XRP berpotensi turun ke level $1,26 dan jika terus melemah, target berikutnya bisa mencapai $1,12.

Secara keseluruhan, XRP menunjukkan performa yang menonjol dibandingkan Bitcoin dan Ethereum di tengah fase bottom saat ini. Pergerakan harga dan aliran dana institusional menjadi indikator kunci untuk memantau kemungkinan pembalikan arah di pasar kripto yang sedang penuh tantangan ini.

Berita Terkait

Back to top button