Strategi Dominasi Pembelian Bitcoin Januari dengan Tambahan USD 3,5 Miliar, Saingan Tertinggal Jauh

Perusahaan yang membeli Bitcoin sebagai bagian dari strategi korporat menambah sekitar 43.230 Bitcoin senilai $3,5 miliar pada bulan lalu. Dari jumlah tersebut, Strategy menjadi pembeli dominan dengan mengakuisisi 40.150 Bitcoin, artinya hampir 93% dari total pembelian di antara perusahaan publik yang tercatat.

Penambahan Bitcoin ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 28.900 Bitcoin, walaupun angkanya masih jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan tajam November lalu yang mencapai 147.000 Bitcoin. Pada periode tersebut, sentimen pasar sempat dipengaruhi oleh faktor politik, yakni pemilihan presiden Amerika Serikat.

Dominasi Strategy di Pasar Bitcoin

Strategy berpusat di Tysons Corner, Virginia, tetap menjadi pengendali utama permintaan Bitcoin dari perusahaan publik. Selama empat bulan berturut-turut, perusahaan lain menunjukkan tren pembelian yang relatif kecil jika dibandingkan dengan Strategy. Hal ini menandai posisi kuat perusahaan tersebut di tengah turunnya harga Bitcoin.

Namun, harga saham Strategy turun sekitar 70% selama enam bulan terakhir, yang menaikkan kekhawatiran investor terhadap kelangsungan model bisnis perusahaan. Saat ini, harga sahamnya sempat mencapai sekitar $125 per saham, menunjukkan volatilitas pasar yang masih tinggi.

Kerugian Besar dan Pendanaan Berkelanjutan

Terlepas dari dominasi pembelian Bitcoin, Strategy mengumumkan kerugian besar senilai $12,4 miliar pada kuartal keempat. Kerugian ini terutama disebabkan oleh penurunan nilai aset digital perusahaan di pasar, namun co-founder sekaligus Executive Chairman Michael Saylor menyebut Strategy sebagai “digital fortress” yang tetap kokoh di tengah tekanan pasar.

Strategi perusahaan termasuk menggabungkan pembelian Bitcoin dengan penerbitan beberapa jenis saham preferen, seperti saham preferen dengan tingkat variabel (STRC) yang nilainya mencapai $3,4 miliar. Produk ini memberikan dividen tahunan sebesar 11,25%, yang menambah biaya perusahaan, tetapi diimbangi oleh cadangan kas untuk membayar dividen tersebut.

Dinamika Perilaku Perusahaan Pembeli Bitcoin Lain

Selain Strategy, beberapa perusahaan lain memangkas kepemilikan Bitcoin bulan lalu. Contohnya, perusahaan penambang seperti Riot Platforms dan Bitdeer masing-masing menjual 1.363 dan 490 Bitcoin. Selain itu, Exodus Movement di Nebraska melepas 198 Bitcoin dan Bitcoin Treasury Corp menjual 2 Bitcoin saja.

Analisis pasar menunjukkan bahwa perusahaan yang membeli Bitcoin sebagai aset biasanya melakukannya dengan harga rata-rata sekitar $90.000 per Bitcoin, sehingga penurunan harga membawa risiko kerugian besar yang berpotensi memaksa penjualan untuk memenuhi kebutuhan modal.

Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Pembeli Bitcoin

Meski begitu, jumlah perusahaan publik yang mengumumkan pembelian Bitcoin mengalami kenaikan, bertambah dari 20 menjadi 30 perusahaan. Ini menunjukkan minat yang masih ada terhadap Bitcoin sebagai bagian dari portofolio korporat, meski peran dan pengaruh perusahaan-perusahaan non-Strategy semakin terbatas.

Michael Saylor menegaskan komitmen Strategy untuk terus membeli Bitcoin "selamanya," meskipun portofolio perusahaan saat ini merugi lebih dari $7 miliar akibat penurunan harga aset digital tersebut. Pada bulan lalu, perusahaan juga membangun cadangan kas tambahan untuk menangani pembayaran dividen dan utang jangka pendek sebagai langkah antisipasi likuiditas.

Secara keseluruhan, Strategy tetap menjadi pusat perhatian dalam pasar Bitcoin korporat, memperlihatkan keunggulan dan tantangan di tengah dinamika harga aset digital yang fluktuatif. Tren pembelian lainnya cenderung lebih kecil, namun peningkatan jumlah pembeli menunjukkan adanya keyakinan berkelanjutan terhadap nilai jangka panjang Bitcoin di kalangan perusahaan publik global.

Berita Terkait

Back to top button