Bitcoin Diprediksi Anjlok ke $50,000 oleh Standard Chartered, Investor Harus Siap Hadapi Tekanan Lebih Berat

Investor Bitcoin diingatkan untuk bersiap menghadapi tekanan harga yang lebih besar. Bank Standard Chartered memperkirakan bahwa harga Bitcoin dapat turun signifikan hingga mencapai level $50,000 dalam beberapa bulan ke depan.

Geoffrey Kendrick, Kepala Global Riset Aset Digital di Standard Chartered, menyampaikan prediksi tersebut dalam sebuah catatan untuk investor. Ia memperkirakan periode pelemahan yang lebih dalam dan aksi jual besar ("final capitulation") akan terjadi pada aset digital.

Prediksi penurunan harga aset kripto utama

Prediksi Kendrick tidak hanya mencakup Bitcoin. Ia juga mengantisipasi harga Ethereum akan turun hampir 30% dan menyentuh level $1,400 dalam waktu dekat. Penurunan ini mencerminkan tren pasar aset digital yang tengah bergejolak saat ini.

Lebih lanjut, Standard Chartered merevisi target harga akhir tahun untuk Bitcoin menjadi sekitar $100,000. Sebelumnya, bank ini memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai $150,000 pada akhir tahun depan. Sementara itu, Ethereum yang sebelumnya diperkirakan mencapai $7,500, kini ditargetkan finis di level $4,000.

Faktor penyebab pelemahan pasar kripto

Penurunan nilai pasar kripto secara keseluruhan telah terjadi sejak Oktober, dengan total kerugian mencapai sekitar $2 triliun atau setengah dari kapitalisasi pasar. Kendrick menyoroti bahwa sebagian investor ETF Bitcoin dan Ethereum lebih memilih untuk menjual saat harga turun, bukan membeli di harga rendah.

Selain itu, kondisi ekonomi makro yang semakin kompleks juga memperberat tekanan pada pasar aset digital. Para pelaku pasar telah memperhitungkan dua kali penurunan suku bunga hingga Juni, waktu di mana Ketua Federal Reserve yang baru diharapkan mengambil alih.

Implikasi perubahan suku bunga dan kebijakan Federal Reserve

Menurut catatan, pasar kripto umumnya menunjukkan performa baik dalam lingkungan suku bunga rendah. Presiden Amerika Serikat sebelumnya menunjuk Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve menggantikan Jerome Powell. Warsh dikenal mendukung kebijakan suku bunga rendah, meskipun para ekonom masih memiliki pandangan beragam mengenai kebijakannya saat resmi menjabat.

Jadwal sidang konfirmasi Warsh sebagai ketua bank sentral tersebut belum ditetapkan. Ketidakpastian ini menjadi salah satu faktor risiko yang turut mempengaruhi dinamika pasar kripto.

Ketahanan aset kripto dalam siklus turun

Meski proyeksi harga Bitcoin menurun, Kendrick menilai kelas aset kripto mulai menunjukkan daya tahan lebih baik dibanding siklus sebelumnya. Ia mengambil contoh jatuhnya harga akibat kolapsnya protokol keuangan terdesentralisasi Terra dan keruntuhan bursa FTX pada 2022.

Saat itu, harga Bitcoin jatuh dari rekor tertinggi $69,000 menjadi di bawah $16,000, mengalami penurunan hampir 80%. Jika Bitcoin turun ke $50,000 seperti yang diprediksi, penurunan tersebut hanya sebesar 60% dari level puncak pada Oktober, menunjukkan volatilitas yang sedikit lebih terkendali.

Berbagai faktor ini mencerminkan kondisi pasar kripto yang masih rentan namun semakin adaptif terhadap tekanan makroekonomi dan risiko pasar. Investor disarankan untuk mencermati dinamika tersebut dalam mengambil keputusan investasi di aset digital.

Exit mobile version