
Tether (USDT), stablecoin terbesar dunia, diprediksi akan segera melampaui nilai kapitalisasi pasar Bitcoin dan Ethereum. Seorang analis senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, menyatakan bahwa “Tether flippening everything” adalah tren paling bertahan lama dalam aset kripto saat ini.
Meskipun pasar aset digital tengah mengalami tekanan, sektor stablecoin justru menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Data dari DefiLlama mengungkapkan bahwa kapitalisasi pasar stablecoin kini mencapai lebih dari $307 miliar, naik hampir 50% sejak awal tahun ini.
Pertumbuhan Stablecoin Berbanding Terbalik dengan Penurunan Bitcoin dan Ethereum
Bitcoin dan Ethereum memiliki kapitalisasi pasar masing-masing sebesar $1,3 triliun dan $239 miliar. Penurunan besar-besaran pasar kripto yang terjadi pada Februari menyebabkan lebih dari $1,1 triliun nilai pasar hilang. Namun McGlone menilai USDT hanya perlu tumbuh sekitar tujuh kali lipat agar bisa melampaui Bitcoin.
Prediksi tersebut bergantung juga pada penurunan lebih lanjut harga Bitcoin dan Ethereum. Menurut McGlone, Tether akan menyalip posisi Bitcoin ketika Bitcoin berada di sekitar harga $10.000, yang saat ini lebih rendah dibanding harga pasar saat ini.
Perkiraan Harga Bitcoin dan Ethereum yang Melandai
Bank Inggris Standard Chartered memproyeksikan harga Ethereum dan Bitcoin turun ke kisaran $1.400 dan $50.000 dalam beberapa bulan mendatang. Proyeksi ini menjadi indikator bahwa stablecoin seperti Tether dan USDC akan terus mendapat momentum di tengah turunnya harga dua mata uang kripto terbesar tersebut.
USDC dari Circle, stablecoin terbesar kedua, sudah mencatat kenaikan lebih dari 30% dalam setahun terakhir. Hal ini menegaskan bahwa stablecoin bukan lagi sekadar alat lindung nilai dari volatilitas kripto, melainkan mendapatkan penerimaan yang lebih luas.
Fungsi Stablecoin yang Makin Meluas
Stablecoin awalnya dibuat untuk memberikan kemudahan keluar masuk pasar kripto tanpa harus konversi ke mata uang fiat. Saat ini, penggunaannya meluas ke sektor lain yang tidak berhubungan langsung dengan spekulasi.
Contohnya, perusahaan layanan pengelolaan gaji Deel memutuskan memfasilitasi pembayaran gaji menggunakan USDC bagi perusahaan dengan karyawan di lebih dari 150 negara. Langkah ini menunjukkan adopsi stablecoin dalam transaksi bisnis nyata.
Pendapat Pakar dan Dinamika Pasar
Zach Abrams, CEO Bridge yang kini diakuisisi Stripe senilai $1,1 miliar, mengatakan bahwa “minat kepada stablecoin semakin menjauh dari aktivitas trading crypto dan mengalami akselerasi dari segi kepercayaan.” Akuisisi ini menandai penguatan peran stablecoin dalam ekosistem fintech global.
Sementara itu, volatilitas yang berkelanjutan pada Bitcoin dan Ethereum meningkatkan daya tarik stablecoin yang memberikan stabilitas nilai. Faktor ini menjadi kunci utama mengapa Tether diperkirakan akan ‘flippen’ atau melampaui dua aset digital terbesar dalam waktu dekat.
Rangkuman Data Kunci:
- Kapitalisasi pasar stablecoin: $307 miliar (naik hampir 50% sejak awal tahun)
- Kapitalisasi pasar Bitcoin: $1,3 triliun
- Kapitalisasi pasar Ethereum: $239 miliar
- Proyeksi harga Bitcoin: sekitar $50.000
- Proyeksi harga Ethereum: sekitar $1.400
- USDC naik >30% dalam setahun terakhir
Perkembangan stabilitas dan utilitas stablecoin menjadi faktor utama menarik investor dan pelaku pasar untuk beralih dari aset kripto volatil ke aset digital yang lebih stabil. Dengan tren saat ini, proyeksi Tether untuk menjadi aset digital paling bernilai bukan lagi sekadar spekulasi, melainkan kemungkinan yang semakin nyata.





