Coinbase Rugi $667 Juta di Q4 2026 Saat Bitcoin Merosot, Meski Volume Trading Meningkat Tajam

Coinbase melaporkan kerugian sebesar $667 juta pada kuartal keempat tahun ini, di tengah penurunan harga Bitcoin yang signifikan. Pendapatan perusahaan mencapai $1,78 miliar, turun 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan berada di bawah ekspektasi analis sebesar $1,84 miliar.

Kerugian bersih ini menjadi kebalikan tajam dari keuntungan $1,3 miliar yang diraih pada kuartal yang sama tahun lalu. Penyebab utama kerugian adalah kerugian belum terealisasi sebesar $718 juta pada portofolio investasi kripto Coinbase, serta kerugian investasi strategis sekitar $395 juta, termasuk saham di Circle.

Penurunan Pendapatan dan Kenaikan Biaya Operasional

Pendapatan dari transaksi menurun menjadi $983 juta, turun 6% dari kuartal sebelumnya dan 37% di bawah lonjakan pendapatan kuartal keempat tahun lalu. Sementara itu, biaya operasional naik 9% menjadi $1,5 miliar. Tambahan kompensasi berbasis saham sekitar $250 juta juga menambah beban biaya perusahaan.

CEO Brian Armstrong telah menjual saham pribadinya senilai lebih dari $500 juta dalam sembilan bulan terakhir. Selain itu, CFO Alesia Haas menjual saham senilai $56,5 juta baru-baru ini pada awal Februari. Harga saham Coinbase (COIN) berfluktuasi tajam, sempat turun 7,9% sebelum pengumuman hasil keuangan, lalu melonjak hampir 16% pada perdagangan hari berikutnya.

Optimisme di Balik Kerugian

Meski mengalami kerugian besar, beberapa indikator menunjukkan potensi pertumbuhan. Volume perdagangan sepanjang tahun mencapai $5,2 triliun, meningkat 156% dibandingkan tahun sebelumnya. Pangsa pasar global Coinbase juga meningkat dua kali lipat menjadi 6,4%. Selain itu, pendapatan dari stablecoin meroket 61% menjadi $364 juta pada kuartal keempat.

Layanan berlangganan Coinbase One kini memiliki 971.000 pelanggan. Perusahaan mengoperasikan 12 produk dengan pendapatan tahunan masing-masing di atas $100 juta dan masih memiliki kas sebesar $11,3 miliar.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Perusahaan memberikan panduan pendapatan kuartal pertama yang lebih konservatif. Pendapatan dari berlangganan diperkirakan turun menjadi $550-630 juta dari $727 juta pada kuartal sebelumnya. Pendapatan transaksi sampai tanggal 10 Februari hanya mencapai $420 juta, menandakan tren penurunan terus berlanjut.

Standard Chartered memperkirakan harga Bitcoin akan turun ke $50.000 sebelum mengalami rebound, dengan Ethereum diprediksi mencapai sekitar $1.400 sebelum pemulihan. Hal ini menunjukkan tantangan berkelanjutan di pasar kripto global yang lebih luas.

Strategi Coinbase di Tengah Pasang Surut

Coinbase kini berfokus pada pengembangan infrastruktur baru seperti Agentic Wallets, platform AI yang menggabungkan kecerdasan buatan dan kripto, serta proyek lain seperti Base dan integrasi perdagangan saham. Perusahaan berharap transformasi ini menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Namun, saat ini bisnis utama Coinbase masih didominasi oleh perdagangan yang terkena dampak kuat oleh kondisi pasar. CEO Brian Armstrong menegaskan bahwa kerugian pada portofolio investasi kripto adalah bersifat belum terealisasi dan merupakan posisi "beli dan tahan."

Fakta Utama:

  1. Kerugian bersih kuartal keempat $667 juta akibat penurunan nilai portofolio kripto.
  2. Pendapatan total $1,78 miliar, turun 22% dari tahun lalu.
  3. Volume perdagangan tahunan mencapai $5,2 triliun, naik 156%.
  4. Coinbase memiliki 971.000 pelanggan berlangganan Coinbase One.
  5. Kas tersedia sebesar $11,3 miliar.
  6. Panduan kuartal pertama menunjukkan penurunan pendapatan berlangganan dan transaksi.
  7. Harga Bitcoin dan Ethereum diprediksi masih mengalami tekanan sebelum rebound.

Situasi saat ini menunjukkan fase transisi yang menantang bagi Coinbase dan pasar kripto secara keseluruhan. Perusahaan harus menyeimbangkan inovasi dan stabilitas bisnis agar dapat bertahan dan tumbuh di tengah volatilitas pasar yang tinggi. Meskipun banyak risiko, pengembangan teknologi dan diversifikasi produk bisa menjadi kunci masa depan perusahaan ini di industri blockchain dan aset digital.

Berita Terkait

Back to top button