
US Spot Bitcoin ETFs mengalami tekanan besar dengan arus keluar mencapai $410 juta pada hari Kamis, bersamaan dengan turunnya harga Bitcoin di bawah level $66.000. Penurunan ini menjadi pukulan berat bagi para investor yang berharap harga Bitcoin dapat segera rebound dalam waktu singkat.
Tekanan penjualan yang terjadi tidak hanya menghentikan aliran modal institusional, tetapi justru berbalik arah, menandakan kekhawatiran yang meningkat di kalangan investor besar. Dalam dua hari berturut-turut, spot Bitcoin ETFs mencatatkan kerugian signifikan dengan total penarikan dana mencapai lebih dari $686 juta.
Dampak Terbesar pada ETF Utama
BlackRock’s IBIT mencatat arus keluar terbesar sebesar $157,56 juta, diikuti oleh Fidelity’s FBTC yang kehilangan dana sekitar $104 juta. Bahkan produk ETF andalan yang selama ini dianggap stabil ikut mengalami tekanan besar, menunjukkan betapa dalamnya ketidakpastian pasar saat ini.
Penyebab utama dari aksi jual ini adalah data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Data ini mempercepat ekspektasi pasar terhadap pengurangan kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve, sehingga memicu aksi likuidasi besar-besaran di pasar kripto.
Sentimen Global terhadap Crypto yang Berubah Cepat
Sementara beberapa negara masih bersikap hati-hati terhadap cryptocurrency, ada pula yang telah aktif menyiapkan regulasi dan infrastruktur untuk adopsi global. Namun, keluar-masuknya dana secara cepat dari institusi keuangan besar menimbulkan risiko sistemik yang tak bisa diabaikan.
Kondisi Bitcoin yang Semakin Menantang
Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar $67.000, turun drastis sekitar 47% dari rekor tertinggi sepanjang masa pada kisaran $126.080 yang tercatat pada Oktober lalu. Di tengah situasi ini, bank-bank besar mulai menurunkan proyeksi harga Bitcoin.
Beberapa prediksi penting:
- Standard Chartered memperkirakan Bitcoin bisa turun ke level $50.000.
- JP Morgan menurunkan estimasi biaya produksi Bitcoin menjadi $77.000 karena penurunan hashrate dan kesulitan menambang.
Tanda-tanda negatif juga terlihat pada pasar derivatif, di mana aktivitas hedging besar-besaran oleh whale (investor besar) semakin menguat. Hal ini menandakan kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan harga yang lebih dalam lagi.
Kepanikan dan Risiko Sistemik Menyebar
Riset terbaru mengenai risiko sistemik makin menguatkan ketakutan di kalangan trader ritel terkait keamanan aset mereka. Ketakutan ini menciptakan efek berantai yang makin menekan harga turun lebih jauh. Bahkan tokoh bullish Bitcoin seperti Michael Saylor, pendiri perusahaan treasury Bitcoin terbesar, menunjukkan ketidakpastian atas arah harga Bitcoin selanjutnya.
Level psikologis $60.000 kini menjadi batas penting. Jika harga menembus ke bawah angka ini, target bearish di $50.000 bisa segera menjadi kenyataan dengan cepat.
Rekomendasi untuk Investor
Investor disarankan untuk berhati-hati sebelum melakukan pembelian pada kondisi pasar seperti saat ini. Memantau aliran dana masuk dan keluar di tracker seperti SoSoValue sangat penting untuk memahami sentimen pasar. Hingga aliran dana positif kembali terlihat, tindakan membeli pada harga yang terus turun dapat berisiko tinggi.
Pergerakan dana besar dan sentimen negatif yang berkembang memperlihatkan sebuah fase ketidakstabilan pasar Bitcoin yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pelaku pasar.





