Large Foldable 2026: Tren Dominan Smartphone Lipat Gaya Buku Siap Jadi Primadona Baru

Pasar smartphone lipat terus mengalami perubahan dinamis, terutama dalam segmen perangkat lipat berukuran besar atau book-style foldables. Data riset terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa tahun 2026 berpotensi menjadi momen penting bagi perangkat lipat tipe ini. Tren konsumen kini mulai bergeser, dari model clamshell yang populer menuju perangkat book-style yang menawarkan pengalaman penggunaan lebih luas dan fungsional.

Laporan riset menyebutkan bahwa perangkat lipat model buku seperti Samsung Galaxy Z Fold 7 dan Pixel 10 Pro Fold akan menjadi kunci utama pertumbuhan pasar foldable di tahun-tahun mendatang. Bahkan, Samsung sudah membuktikan performa kuat Galaxy Z Fold 7 sejak tahun lalu, dengan tren penjualan yang terus meningkat. Perangkat ini berhasil menarik perhatian konsumen dari clamshell, sebuah pertanda bahwa kebutuhan dan preferensi pengguna mulai berubah secara signifikan.

Perubahan Tren dan Dominasi Perangkat Book-Style

Sebagian besar popularitas foldable selama ini memang didominasi oleh model clamshell seperti Galaxy Z Flip dan Motorola Razr. Namun, data terbaru mengindikasikan bahwa porsi pasar foldable book-style akan meningkat pesat, menjadi sekitar 65% dari total pengiriman ponsel lipat pada tahun 2026. Kenaikan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan sekitar 52% pada tahun sebelumnya.

Perangkat book-style memungkinkan layar yang lebih luas ketika terbuka, memberikan pengalaman multitasking dan hiburan yang lebih optimal. Counterpoint Research juga menyatakan bahwa perangkat ini akan menjadi strategi utama jangka panjang bagi para produsen (OEM) di tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, book-style foldables diperkirakan akan menjadi pusat inovasi dan pengembangan pasar foldable.

Samsung dan Sukses Galaxy Z Fold 7

Samsung menjadi pemain kunci dalam perkembangan ini. Galaxy Z Fold 7 mencatatkan prestasi luar biasa terutama di pasar Korea Selatan. Pada tahap pre-order, model Fold 7 mengambil porsi sekitar 60% dari seluruh penjualan seri foldable Samsung, mengungguli seri Flip 7 yang sebelumnya lebih populer. Hal ini menandai perubahan preferensi konsumen yang mulai mengapresiasi keunggulan perangkat dengan layar besar.

Permintaan yang tinggi pada Galaxy Z Fold 7 memaksa Samsung meningkatkan target produksi hampir 60.000 unit, menjadi total sekitar 260.000 unit. Perusahaan sempat mengalami kesulitan memenuhi pesanan karena konsumen sangat antusias memburu produk terbaru ini. Keberhasilan tersebut juga ikut mendorong perkembangan teknologi engsel yang lebih tahan lama, dengan kemampuan menahan sampai 500.000 kali lipatan.

Pandangan Industri dan Prospek ke Depan

Riset juga menyoroti bahwa Apple diperkirakan akan memasuki pasar foldable book-style pada paruh kedua tahun 2026, dengan produk berlayar lipat lebar memiliki rasio 1:1.414. Kehadiran Apple berpotensi menambah dinamika pasar dan mempercepat adopsi ponsel lipat secara lebih luas.

Selain Samsung, sejumlah produsen lain saat ini berupaya meningkatkan kualitas perangkat foldable mereka dengan fitur multitasking yang lebih canggih, dukungan gaming yang lebih baik, dan layar berkualitas tinggi. Tren ini menegaskan bahwa tahun 2026 bisa menjadi titik balik penting untuk penetrasi besar-besaran perangkat foldable book-style di pasar global.

Rangkuman Perkembangan Penting

  1. Pasar foldable tahun 2026 akan didominasi oleh perangkat book-style, naik dari sekitar 52% menjadi 65% dari total pengiriman.
  2. Samsung Galaxy Z Fold 7 menjadi contoh sukses yang menggerakkan tren perubahan preferensi konsumen.
  3. Produksi foldable book-style diperkirakan akan meningkat pesat untuk memenuhi permintaan.
  4. Apple dijadwalkan meluncurkan perangkat book-style dengan teknologi layar inovatif pada akhir tahun 2026.
  5. OEM lain juga berfokus mengembangkan teknologi multitasking dan layar untuk perangkat lipat.

Prospek tahun 2026 menunjukkan bahwa perangkat lipat berukuran besar bukan hanya sekadar produk niche atau eksperimental lagi. Mereka mulai menjadi pilihan utama bagi pengguna yang menginginkan kombinasi antara mobilitas dan produktivitas. Dengan perkembangan teknologi engsel yang semakin andal dan desain yang lebih ramping, foldable ini menjadi produk yang bisa memenuhi kebutuhan harian sekaligus memberikan nilai tambah dalam pengalaman smartphone secara umum.

Perlu diingat, tren ini masih berkembang dan dinamis. Produsen terus berinovasi untuk menghadirkan perangkat yang tidak hanya bisa lipat, tapi juga nyaman digunakan dan tahan lama. Pergerakan pasar pun akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana konsumen merespon kualitas dan fitur baru yang diterapkan pada smartphone lipat masa depan. Tahun 2026 pun berpotensi menjadi era baru bagi perangkat mobile dengan teknologi layar lipat yang lebih matang dan diterima luas di kalangan konsumen global.

Exit mobile version