Fed Dorong Model Risiko Baru dan Margin Awal Khusus untuk Derivatif Kripto yang Volatil

Federal Reserve (Fed) baru-baru ini merilis sebuah makalah yang menyoroti tantangan dalam mengukur risiko cryptocurrency, terutama pada pasar derivatif yang tidak melalui proses kliring terpusat. Makalah ini menegaskan bahwa model risiko tradisional saat ini tidak memadai untuk menangkap volatilitas ekstrem dan karakteristik unik aset kripto. Sebagai solusi, Fed mengusulkan penambahan kategori risiko baru yang khusus untuk crypto dalam penghitungan margin awal atau initial margin.

Menurut makalah berjudul "Initial Margin for Crypto-Currencies: Risks in Uncleared Markets", aset kripto harus diperlakukan berbeda dari kelas aset lain seperti saham atau mata uang konvensional. Hal ini karena fluktuasi harga aset kripto jauh lebih besar dan tidak menentu. Fed mencontohkan bahwa kejadian lonjakan harga atau kejatuhan mendadak pada kripto jauh lebih sering dan berkumpul daripada aset komoditas seperti minyak atau emas.

Pembagian Kategori Aset Kripto

Makalah dari Fed menyarankan agar aset kripto dibagi menjadi dua kelompok utama:

  1. Floating atau Volatile Coins: Aset kripto yang memiliki harga mengambang dan volatilitas tinggi, misalnya Bitcoin dan Ethereum.
  2. Pegged atau Stablecoins: Aset kripto yang dipatok ke nilai mata uang fiat seperti dolar AS, yang umumnya lebih stabil.

Penelitian menunjukkan bahwa risiko pada token yang mengambang bisa lebih dari dua kali lipat bila dibandingkan dengan aturan margin untuk komoditas. Sementara stablecoins tetap memiliki risiko rendah, sekitar 1%, namun tetap perlu penanganan khusus agar tidak menimbulkan risiko tersembunyi.

Metodologi Kalibrasi dan Model Risiko

Peneliti dari Fed menggunakan data harga historis selama empat tahun untuk mengkalibrasi model risiko ini. Model tersebut menggabungkan:

  • 25% data dari periode stres volatilitas tinggi yang spesifik untuk kripto agar bisa menangkap gelombang penurunan harga secara tepat.
  • 75% data dari tiga tahun terakhir, termasuk kuartal-kuartal dengan tekanan pasar ekstra.

Selain itu, Fed menyusun proxy indeks yang mewakili pergerakan harga rata-rata untuk dua kelompok kripto tersebut. Indeks dengan bobot yang sama untuk kripto mengambang dan stablecoins memudahkan pelaku pasar dalam mengaplikasikan model ini secara praktis.

Mengapa Model Tradisional Tidak Memadai

Model margin awal yang dikembangkan oleh International Swaps and Derivatives Association (ISDA) selama ini berdasarkan pengalaman aset tradisional, termasuk saham, obligasi, komoditas, dan mata uang. Namun, karena pola pergerakan harga kripto berbeda secara fundamental, menerapkan model tersebut secara langsung untuk kripto berisiko meremehkan kerugian potensial.

Data menunjukkan bahwa masa-masa paling buruk dalam pasar kripto tidak bertepatan dengan tekanan di pasar lain. Oleh karena itu, menggunakan sejarah volatilitas kripto khusus sangat penting untuk menghindari kalkulasi margin yang terlalu rendah. Dengan margin yang tidak cukup, risiko kredit dalam perdagangan derivatif kripto meningkat.

Manfaat Adopsi Kategori Risiko Khusus Kripto

Jika usulan ini diadopsi oleh ISDA dan regulator, maka akan ada batasan margin awal yang lebih akurat dan biasanya lebih tinggi untuk sebagian besar derivatif yang berbasis kripto, terutama yang mengacu pada kripto volatil. Hal ini dapat mengurangi risiko sistemik dan memberikan perlindungan lebih baik bagi seluruh pelaku pasar.

Pemisahan kategori dan penghitungan margin berdasarkan karakteristik volatilitas masing-masing jenis kripto memungkinkan perluasan hedging yang lebih efisien. Cara ini juga mencegah margin yang terlalu tinggi akibat penumpukan risiko yang tidak relevan antar aset kripto.

Ringkasannya, proposal ini membuka babak baru dalam regulasi pasar crypto derivatif, yang mengedepankan ketelitian pengukuran risiko berdasarkan karakteristik teknologi blockchain dan volatilitas aset digital. Dengan kerangka kerja khusus ini, risiko yang sesungguhnya dalam pasar kripto dapat diperhitungkan secara lebih akurat, meningkatkan stabilitas dan kepercayaan di pasar keuangan secara keseluruhan.

Berita Terkait

Back to top button