HSBC Ungkap Potensi Infrastruktur AI Dorong Investasi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Asia Tenggara kini menjadi pusat pertumbuhan teknologi digital yang sangat dinamis. Dengan lebih dari 500 juta pengguna internet, kawasan ASEAN menjadi pasar digital yang sangat potensial dan berkembang pesat.

Indonesia ikut memimpin dalam pertumbuhan ini, dengan ekonomi digital yang diperkirakan mencapai US$90 miliar tahun ini. HSBC mengungkapkan bahwa infrastruktur Artificial Intelligence (AI) menjadi faktor kunci dalam menarik investasi asing ke kawasan ini.

Peran Infrastruktur AI dalam Pertumbuhan Ekonomi

HSBC menyoroti pentingnya rantai pasok di Asia, yang kini semakin terhubung dengan perkembangan infrastruktur AI. Kepala Banking Asia dan Timur Tengah HSBC, Jo Miyake, menyatakan bahwa pangsa pasar Asia dalam ekspor global tumbuh 2% dalam dua tahun terakhir, khususnya dipengaruhi oleh sektor AI.

Nilai perdagangan di kawasan Asia mencapai US$1 triliun, dengan 30% di antaranya terkait perangkat keras AI, komputasi awan, dan telekomunikasi. Hal ini menegaskan peran vital AI dalam memperkuat posisi kawasan dalam perdagangan global.

Meningkatnya Arus Investasi dan Beragam Pembiayaan

Hubungan bilateral, terutama antara China dan ASEAN, berperan besar dalam arus investasi. China menjadi investor utama dengan nilai perdagangan yang mencapai US$136,59 miliar di Indonesia, dan investasi langsung yang meningkat sebesar 9% dari tahun sebelumnya.

Miyake menambahkan bahwa keberagaman sumber pembiayaan infrastruktur semakin meningkat. Selain China dan Amerika Serikat, kini banyak institusi dan investor swasta yang turut berpartisipasi. Pendekatan ini memberikan peluang lebih besar dalam mendanai proyek infrastruktur digital, termasuk AI.

Tantangan Infrastruktur dan Sumber Daya

Meski peluang besar terbuka, ada tiga tantangan utama dalam adopsi AI di ASEAN dan Indonesia: ketersediaan energi, kejelasan kebijakan, dan kekurangan talenta. Pertumbuhan kebutuhan pusat data diperkirakan akan mencapai 6,5 GW pada 2030, menuntut investasi besar untuk mendukung infrastruktur energi.

Selain itu, kejelasan regulasi dan tata kelola data sangat penting untuk menarik investor jangka panjang. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan agar menciptakan kepastian hukum dan keamanan data. Masalah lain adalah kelangkaan tenaga kerja terampil digital yang harus segera diatasi demi mendukung adopsi AI secara merata.

Strategi Pembiayaan dan Kolaborasi Publik-Swasta

HSBC mengedepankan model pembiayaan yang berkelanjutan dengan melibatkan hyperscaler dan sindikasi obligasi. Ini memungkinkan pengelolaan modal yang efisien dalam pembangunan infrastruktur AI. Contoh nyata adalah pendanaan untuk ekspansi pusat data AirTrunk dan pusat data hijau Viettel di Hanoi.

Pendekatan kolaboratif antara sektor publik dan swasta ini menjadi strategi utama dalam mengakselerasi transformasi digital. Dengan begitu, investasi semakin terarah dan produktif dalam mendorong pertumbuhan teknologi dan ekonomi digital.

Potensi Indonesia sebagai Pusat AI di ASEAN

Indonesia memiliki kombinasi demografi muda dan pasar digital yang besar, sehingga menjadi lokasi strategis bagi investasi infrastruktur AI. Pertumbuhan ekspor ASEAN yang meningkat dari 7,4% menjadi 9,4% pada dua tahun terakhir didorong oleh perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan AI.

HSBC optimistis Indonesia dan kawasan ASEAN akan menjadi pusat inovasi digital terkemuka di Asia-Pasifik, asalkan tantangan energi, kebijakan, dan sumber daya manusia dapat dikelola dengan baik.

Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan di Masa Depan

Pengembangan talenta digital dan peningkatan kemitraan regional harus menjadi prioritas untuk membuka potensi AI secara penuh. Pasar obligasi lokal yang kuat dan kebijakan yang mendukung investasi digital adalah fondasi bagi pertumbuhan infrastruktur AI yang berkelanjutan.

Dengan mengintegrasikan berbagai strategi tersebut, ASEAN—khususnya Indonesia—berpeluang memimpin transformasi digital global. Hal ini akan memperkokoh daya saing dan mempercepat kemajuan ekonomi dalam jangka panjang.

Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button