
Pasar Bitcoin menunjukkan peningkatan aktivitas leverage di tengah tren sideways yang berkelanjutan dan risiko pasar kripto yang masih ada. Meskipun harga Bitcoin bergerak dalam kisaran $62.000 hingga $71.000 sejak awal Februari, jumlah pedagang yang menggunakan leverage semakin bertambah dengan harapan terjadinya rally harga.
Nick Ruck, Direktur LVRG Research, mengamati bahwa peningkatan aktivitas ritel ini menandakan spekulasi yang semakin berkembang dan penumpukan leverage. Biasanya, kondisi seperti ini mendahului pergerakan volatilitas tinggi di pasar kripto.
Perkembangan Data Perdagangan Bitcoin
Data dari Velo menunjukkan bahwa basis futures berjangka tiga bulan di bursa utama seperti Binance, OKX, dan Deribit meningkat dari sekitar 1,5% menjadi 4% sejak pertengahan Februari. Basis futures yang melebar menunjukkan harga kontrak futures lebih tinggi dari harga spot, menandakan meningkatnya minat spekulatif dan kesediaan trader membayar premi untuk posisi long.
Selain itu, kenaikan aggregated funding rates sejak tanggal yang sama menegaskan dominasi para spekulan yang mengambil posisi long. Kedua metrik tersebut mengindikasikan pasar mulai kembali ke mode risk-on setelah minggu-minggu ketidakpastian yang panjang.
Optimisme dari Aktivitas Investor Ritel
CEO Coinbase, Brian Armstrong, mencatat bahwa pengguna ritel di platformnya menunjukkan ketahanan dalam kondisi pasar saat ini. Ia menjelaskan bahwa mayoritas pelanggan telah melakukan aksi "buy the dip" sehingga saldo unit asli mereka pada Februari sama atau bahkan lebih tinggi dibandingkan Desember.
Pasar opsi juga menunjukkan pola serupa namun dengan kecenderungan yang lebih hati-hati. Level 25 Delta skew yang mengukur permintaan put versus call menurun dari -10 ke -4, menunjukan penurunan permintaan proteksi downside dan meningkatnya kepercayaan bullish.
Potensi Rally Leverage dan Risiko Pasar
Nick Ruck memperkirakan adanya potensi rally jangka pendek yang didorong oleh leverage dan aksi short squeeze, terutama jika aset risiko yang lebih luas tetap stabil. Namun, ia mengingatkan bahwa investor ritel biasanya masuk terlambat dan paling rentan saat terjadi unwinding leverage berlebihan.
Menurut pendapat Ryan Yoon dari Tiger Research, meski sentimen pasar secara teknis positif, kurangnya volume perdagangan yang signifikan menciptakan lingkungan risiko tinggi. Penurunan harga yang tiba-tiba dapat memicu kerugian massal dan penarikan minat dari pelaku pasar.
Poin Penting Mengenai Pergerakan Pasar Saat Ini:
- Bitcoin masih diperdagangkan dalam kisaran harga yang cukup sempit sejak awal Februari.
- Volume leverage meningkat dengan futures dan funding rates yang menunjukkan preferensi posisi long.
- Investor ritel menunjukkan ketahanan dan kecenderungan untuk membeli saat harga turun.
- Pasar opsi mengindikasikan penurunan permintaan proteksi bearish dan ada keyakinan bullish.
- Potensi rally didukung oleh leverage tinggi namun ada risiko volatilitas dan koreksi mendadak.
Dengan kondisi seperti ini, pasar Bitcoin menunjukkan sinyal awal kemungkinan rebound harga melalui aktivitas leverage yang meningkat. Namun, para pelaku pasar perlu tetap waspada terhadap risiko volatilitas dan potensi koreksi berkelanjutan yang dapat terjadi secara tiba-tiba.





