Samsung tetap kokoh memimpin pangsa pasar smartphone di Asia Tenggara pada 2025. Data terbaru dari riset Omdia mengungkapkan posisi dominan Samsung di kawasan ini, walau terjadi fluktuasi pengiriman perangkat.
Sepanjang tahun tersebut, Samsung mengirimkan sekitar 17,9 juta unit smartphone di Asia Tenggara. Angka ini mencerminkan peningkatan 5 persen dari tahun sebelumnya dan memperkuat pangsa pasarnya menjadi 18 persen, tertinggi di antara para pesaing regional.
Dominasi Samsung di Segmen Harga Terjangkau
Keberhasilan Samsung tidak lepas dari performa seri Galaxy A-nya. Model Galaxy A17 yang diluncurkan tahun ini menawarkan peningkatan spesifikasi signifikan dibandingkan pendahulunya, Galaxy A16. Kinerja ini mendorong pengiriman pada kuartal keempat mencapai 4,4 juta unit, naik 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Strategi penetapan harga dan inovasi produk pada segmen harga terjangkau membantu Samsung mempertahankan keunggulan di tengah persaingan ketat. Pangsa pasar Samsung pada kuartal terakhir tahun tersebut tercatat 17 persen, menunjukkan kekuatan brand dan produk di pasar yang sangat dinamis ini.
Pesaing Utama dan Tren Pasar
Selain Samsung, empat vendor lain menduduki posisi teratas di Asia Tenggara pada 2025, yaitu:
- Xiaomi: Pengiriman mencapai 17 juta unit, naik 4 persen, dengan pangsa pasar sebesar 17 persen. Pada kuartal keempat, Xiaomi mengirim 3,9 juta unit dan menguasai 15 persen pasar.
- Transsion: Menghadapi penurunan pengiriman 8 persen, menjadi 16,3 juta unit, pangsa pasar turun ke 16 persen. Kuartal keempat menunjukkan penurunan tajam 24 persen menjadi 3,5 juta unit.
- Oppo: Menempati posisi keempat dengan pengiriman 14,7 juta unit, turun 16 persen, pangsa pasar 15 persen. Namun, kuartal terakhir menunjukkan peningkatan pengiriman 4 persen menjadi 4,1 juta unit, berkat seri Oppo Reno 15 dan pembaruan lini A Series.
- Vivo: Mengirim 11,9 juta unit, turun 6 persen, mempertahankan pangsa 12 persen. Vivo fokus meningkatkan harga jual rata-rata sebesar 11 persen melalui produk bernilai tinggi seperti seri Vivo X300.
Tabel Pangsa Pasar Smartphone Asia Tenggara 2025
| Peringkat | Vendor | Pangsa Pasar |
|---|---|---|
| 1 | Samsung | 18% |
| 2 | Xiaomi | 17% |
| 3 | Transsion | 16% |
| 4 | Oppo | 15% |
| 5 | Vivo | 12% |
Tantangan di Pasar Smartphone Asia Tenggara 2026
Analisis Omdia memproyeksikan tantangan berat untuk pasar smartphone pada tahun berikutnya. Kenaikan harga komponen memori dan penyimpanan diperkirakan akan memberikan tekanan pada biaya produksi.
Sebagian besar perangkat yang dikirim di Asia Tenggara berada di segmen harga di bawah 200 dollar AS. Komponen memori dan penyimpanan menyumbang lebih dari 30 persen biaya produksi pada kelas ini. Kenaikan harga sudah mulai terlihat, misalnya pada peluncuran Galaxy A07 5G dan Redmi Note 15 yang membanderol harga lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
Strategi Pasar Baru yang Diperlukan
Model distribusi berbasis volume dengan penumpukan stok dan potongan harga besar diperkirakan akan sulit dipertahankan ke depannya. Vendor harus beradaptasi dengan lebih menitikberatkan pada diferensiasi produk, optimasi portofolio, dan kualitas penjualan.
Fokus pada inovasi dan nilai produk menjadi kunci untuk menghadapi tekanan pasar dan mempertahankan daya saing di kawasan Asia Tenggara. Samsung, dengan strategi yang sudah teruji, tampak mampu mempertahankan posisinya di puncak, sementara pesaing lain juga melakukan penyesuaian untuk merebut peluang di pasar yang terus berubah.





