Metaplanet Terkapar Rugi $660 Juta Bitcoin: Ambisi Raih 1% Pasokan BTC di 2027 Masih Berbahaya atau Mimpi Besar yang Mustahil?

Metaplanet, perusahaan Bitcoin treasury yang terdaftar di Jepang, melaporkan kerugian penurunan nilai aset Bitcoin sebesar 102,2 miliar yen atau sekitar 660 juta dolar AS untuk tahun fiskal 2025. Kerugian tersebut merupakan pencatatan penurunan nilai pasar berdasarkan aturan akuntansi Jepang yang mewajibkan aset kripto dinilai berdasarkan harga pasar akhir tahun.

Meskipun mengalami kerugian besar dalam valuasi Bitcoin yang belum direalisasi, Metaplanet tetap optimistis dan menargetkan akumulasi Bitcoin hingga mencapai 1% dari total pasokan Bitcoin yang berjumlah 21 juta koin pada 2027. Target ini setara dengan kepemilikan sekitar 210.000 Bitcoin, jauh meningkat dari 35.102 koin yang dimiliki pada akhir tahun 2025. Untuk mencapainya, perusahaan harus mengakuisisi tambahan sekitar 175.000 Bitcoin dalam dua tahun ke depan.

Performa Keuangan dan Strategi Akumulasi
Pada laporan keuangan tahun fiskal 2025, Metaplanet mencatat pendapatan sebesar 8,905 miliar yen atau sekitar 58 juta dolar AS, naik signifikan sebesar 738% secara tahunan. Selain itu, laba operasional naik drastis hingga 6,287 miliar yen atau 1.694% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan berulang yang dapat mendukung strategi akuisisi Bitcoin dalam jangka panjang.

Presiden Metaplanet, Simon Gerovich, menyatakan setiap juta dolar pendapatan berulang yang dihasilkan perusahaan mampu mendukung penerbitan preferred shares senilai 20 juta dolar. Preferred shares ini dibuat sebagai instrumen pembiayaan yang perpajangan dan memungkinkan perusahaan tetap memegang aset Bitcoin tanpa tekanan untuk segera menjualnya.

Pendanaan Akumulasi dan Risiko yang Dihadapi
Strategi pendanaan Metaplanet meniru model akumulasi Bitcoin berbasis leverage yang dipopulerkan oleh perusahaan sejenis di AS, Strategy. Strategi ini mengandalkan kombinasi penerbitan instrumen keuangan seperti convertibles notes dan saham preferen untuk menambah kepemilikan Bitcoin secara agresif. Namun, target akumulasi 1% pasokan Bitcoin merupakan taruhan yang sangat besar dan memerlukan akses modal yang berkelanjutan dengan kapitalisasi dalam puluhan miliar dolar.

Metaplanet menghadapi beberapa risiko utama. Fluktuasi harga Bitcoin yang tinggi dapat menyebabkan perubahan nilai aset secara signifikan dan memicu volatilitas dalam laporan keuangan. Risiko lain adalah potensi kesulitan dalam penggalangan dana tambahan jika kondisi pasar kripto tetap melemah.

Pandangan Mengenai Risiko dan Strategi Jangka Panjang
CEO Strategy, Michael Saylor, yang dikenal dengan strategi akumulasi Bitcoin agresifnya, menegaskan bahwa bahkan jika harga Bitcoin turun drastis hingga sekitar 8.000 dolar AS, perusahaan tidak harus melepas asetnya. Saylor menyebut angka tersebut sebagai skenario ekstrem dimana cadangan Bitcoin sekitar sama dengan utang bersih perusahaan, yang mungkin akan mendorong restrukturisasi keuangan tetapi bukan likuidasi paksa.

Pendekatan Metaplanet yang mengadopsi model serupa memberikan gambaran bahwa perusahaan tersebut berambisi memegang Bitcoin dalam jangka waktu panjang, sambil menghadirkan pilihan risiko dan imbal hasil yang beragam melalui sekuritas untuk investor. Jika dukungan modal dapat dipertahankan, target akumulasi 210.000 Bitcoin hingga 2027 masih memungkinkan dicapai.

Namun, pencapaian tersebut sangat tergantung pada kemampuan perusahaan mengelola risiko volatilitas pasar, menjaga kepercayaan investor, dan keberhasilan penggalangan modal berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pasar kripto yang tidak menentu. Metaplanet memperlihatkan keberanian mengambil posisi besar di Bitcoin, tetapi juga membutuhkan manajemen risiko dan strategi pembiayaan yang cermat agar tujuan ambisiusnya dapat terwujud.

Terkait