Bitcoin tengah mengalami tekanan harga yang signifikan dan berpotensi mencatatkan rekor penurunan beruntun terpanjang sejak pasar bearish pada tahun 2018. Saat ini, harga Bitcoin berada di level $67.621, turun 1,70% dalam 24 jam terakhir. Jika bulan ini berakhir dengan koreksi, Bitcoin akan mencatatkan lima bulan berturut-turut tanpa kenaikan, yang terakhir kali terjadi pada Juni 2018 dengan enam bulan beruntun mengalami penurunan.
Penurunan kumulatif dari puncak tertinggi Bitcoin di bulan Oktober 2025 telah mencapai 52,4% selama 123 hari terakhir. Untuk perbandingan, penurunan terdahulu pada 2018 adalah 56,26% selama 153 hari. Ini berarti Bitcoin saat ini hanya tertinggal sekitar 3,82 poin persentase untuk menyamai rekor tersebut, namun dengan waktu yang relatif lebih singkat. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang sangat kuat dan melemahnya sentimen positif di pasar kripto.
Kondisi Pasar Kripto dan Indikator Sentimen
Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun menjadi $2,33 triliun, turun 1,33% dalam sehari. Indeks Fear & Greed menunjukkan sedikit kenaikan dari 8 ke 12 poin, namun masih berada di zona "ketakutan ekstrem." Situasi makro ekonomi juga tidak membantu, dengan indeks saham S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi akibat ketidakpastian di sektor teknologi. Misalnya, saham Microsoft turun sekitar 10% meskipun melaporkan kinerja keuangan yang kuat.
Likuidasi posisi terpaksa di pasar derivatif terus menekan harga Bitcoin. Data dari Coinglass menunjukkan bahwa sejak awal Januari tidak ada hari dimana likuidasi posisi bullish (naik) lebih besar daripada yang bearish (turun). Hal ini menandakan dominasi tekanan jual yang sulit diatasi.
Pergerakan Grafik dan Indikator Teknis
Analisis teknikal harga Bitcoin di timeframe harian mengindikasikan momentum bearish yang kuat. Harga saat ini bergerak sideways setelah lonjakan pada 6 Februari, tetapi masih di bawah rata-rata eksponensial 200 hari (EMA200). Eksponen moving average 50 hari (EMA50) juga berada di atas harga saat ini. Kondisi ini biasanya menjadi sinyal adanya tekanan jual yang berkelanjutan karena EMA bertindak sebagai level resistensi dinamis.
Indeks Relative Strength Index (RSI) Bitcoin berada di angka 34,7, menandakan dominasi tekanan jual namun belum mencapai kondisi oversold ekstrem. Selain itu, Average Directional Index (ADX) tercatat sebesar 56,4, jauh di atas ambang 25 yang menunjukkan kekuatan tren yang signifikan. Ini mempertegas bahwa trend bearish saat ini memiliki momentum kuat dan berkelanjutan.
Prospek Pergerakan Harga Bitcoin
Kemungkinan terjadinya rebound atau pemulihan harga masih terbuka, namun prediksi untuk pembalikan tren yang konsisten saat ini sulit dilakukan. Untuk mencatatkan tren bullish, Bitcoin harus mampu memecahkan level resistensi signifikan, termasuk pulih melewati angka psikologis $100.000 atau membentuk pola candlestick dengan kenaikan bertahap dan level support yang solid seperti yang pernah terlihat sebelumnya.
Sementara itu, prediksi pasar dari Myriad, sebuah platform pasar prediksi, menunjukkan kemungkinan Bitcoin akan bergerak ke level $55.000 sebelum menyentuh angka $84.000, dengan peluang sekitar 60%. Pola ini menandakan sentimen pelaku pasar yang masih mengantisipasi tekanan jual dalam jangka pendek.
Dengan waktu yang semakin terbatas menuju akhir bulan, tekanan untuk tidak mencatatkan bulan kelima berturut-turut mengalami penurunan terus meningkat. Tren ini menjadi perhatian penting bagi para investor dan trader yang mengamati dinamika pasar Bitcoin dan kripto secara keseluruhan.





