Bitcoin Siap Memecah Batas $74.400-$65.000: Perang Makro Ekonomi yang Bisa Dorong Lonjakan $10.000, Tapi Apakah Investor Berani Taruhan?

Pasar Bitcoin saat ini sedang menunggu sinyal dari faktor makroekonomi untuk menentukan arah pergerakan harga berikutnya setelah mengalami penurunan terparah dalam hampir empat tahun. Selama bulan lalu, Bitcoin turun sekitar 28% dan kini bergerak di kisaran antara $74,400 hingga $65,000 sambil investor menanti kejelasan pasar.

Analis Ben Harvey dari Keyrock menegaskan bahwa pergerakan besar berikutnya Bitcoin akan dipicu oleh faktor eksternal di luar pasar kripto. Ada tiga indikator yang perlu diperhatikan, yaitu perubahan data makro yang memengaruhi jalur suku bunga, ekspektasi pembiayaan Treasury, serta peningkatan permintaan institusional yang tercermin dari aliran dana ke ETF spot.

Para trader pasar keuangan biasanya mengamati perkiraan suku bunga karena hal ini memengaruhi risiko investasi. Penurunan suku bunga umumnya dianggap positif bagi aset berisiko seperti kripto karena mendorong likuiditas dan menurunkan biaya pinjaman. Namun, prediksi dari alat CME FedWatch menunjukkan bahwa The Fed diperkirakan tidak akan menurunkan suku bunga sebelum pertemuan Juni.

Ketidakpastian ini dipicu oleh kurangnya narasi yang kuat dalam pasar kripto saat ini. Tahun lalu, kebijakan pro-kripto dari Presiden Trump dan pengesahan legislasi stablecoin membantu mendorong Bitcoin ke rekor tertinggi di atas $126,000 pada Oktober. Namun, dengan tersendatnya regulasi lebih lanjut dan dominasi komoditas seperti emas dan perak sebagai aset lindung nilai, posisi Bitcoin dalam perekonomian menjadi dipertanyakan.

Situasi ini menyebabkan banyak trader keluar dari pasar, sehingga likuiditas menurun dan pergerakan harga melambat. Nathan Batchelor dari platform data perdagangan kripto Biyond menyatakan pasar sedang mengambil jeda setelah penurunan besar-besaran bulan lalu. Faktor musiman seperti musim pajak dan perpindahan dana ke sistem keuangan tradisional juga turut menekan harga Bitcoin.

Batchelor menjelaskan bahwa jika Bitcoin berhasil menembus batas atas atau bawah rentang $74,400 hingga $65,000 secara berkelanjutan, pergerakan harga selanjutnya sebesar $10,000 bisa terjadi. Sementara itu, beberapa pakar optimistis Bitcoin mampu menembus ke atas rentang tersebut. David Duong, kepala riset investasi global di Coinbase, menilai inflasi yang tetap moderat dan pertumbuhan PDB yang sehat akan mendorong penurunan suku bunga lebih cepat pada Juni, mendukung sentimen risiko.

Tingkat likuiditas yang rendah di pasar kripto sebenarnya dapat mempercepat perubahan arah harga jika modal kembali mengalir masuk. Harvey mencatat adanya aliran dana bersih positif baru-baru ini yang memberikan katalis segera untuk harga Bitcoin. Selain itu, peristiwa seperti kedaluwarsa opsi besar atau peningkatan leverage pada futures dapat mengubah kisaran harga menjadi tren yang eksplosif.

Perhatian juga tertuju pada Clarity Act, sebuah rancangan undang-undang struktural pasar kripto yang sedang tertunda di Senat Amerika Serikat. Jika disahkan, undang-undang ini dapat membantu memperkuat pasar kripto yang saat ini sedang tertekan, seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Treasury AS Scott Bessent dalam wawancaranya di CNBC.

Meski begitu, pemulihan pasar kripto dalam waktu dekat sesudah penurunan drastis ini akan menjadi kejadian yang tidak biasa jika dilihat dari sejarah pasar sebelumnya. Oleh karena itu, Nathan Batchelor menyarankan agar pelaku pasar tetap bersikap skeptis dan berhati-hati dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga Bitcoin. Analisis dan pemantauan terhadap data makro serta aliran dana institusional akan menjadi kunci utama dalam menentukan langkah Bitcoin selanjutnya.

Berita Terkait

Back to top button