Steak ’n Shake Ungkap Bitcoin Bukan Sekadar Tren: Penjualan Meledak Drastis dalam 9 Bulan, Bonus Kripto Karyawan Jadi Bukti Komitmen Nyata!

Steak ’n Shake mengaku bahwa penerimaan pembayaran menggunakan Bitcoin telah meningkatkan penjualan mereka secara signifikan selama sembilan bulan terakhir. Perusahaan ini bahkan menyalurkan dana dari pembayaran Bitcoin ke dalam Strategic Bitcoin Reserve, yang digunakan untuk memberikan bonus kepada para karyawan.

Diluncurkan pertama kali pada Mei lalu, steakhouse ini mulai menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran utama. Mereka mengklaim bahwa penggabungan bisnis operasi yang menghasilkan uang tunai dengan kekuatan transformasi Bitcoin menjadi model yang unik dan efektif. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan secara detail seberapa besar kontribusi Bitcoin terhadap peningkatan pendapatan mereka.

Strategi Bitcoin yang Berbeda dari Spekulasi

Menurut Vineet Budki, CEO firma modal ventura Sigma Capital, model yang diadopsi Steak ’n Shake menunjukkan strategi manajemen aset digital yang sesungguhnya. Budki menekankan bahwa ini berbeda dengan perusahaan yang hanya mengandalkan Bitcoin sebagai model bisnis utama mereka dan menjadikan sahamnya sebagai proxy Bitcoin dengan leverage.

Adopsi Bitcoin di kalangan perusahaan tradisional seperti Steak ’n Shake dianggap lebih realistis karena Bitcoin diperlakukan sebagai “emas digital” dalam neraca keuangan, bukan sebagai strategi bisnis spekulatif semata. Budki menunjukkan bahwa perusahaan yang bukan berasal dari ekosistem kripto cenderung memandang Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang.

Implementasi dan Dampak Operasional

Pada Oktober lalu, Steak ’n Shake merilis menu khusus Bitcoin Steakburger yang menampilkan logo Bitcoin. Pada bulan berikutnya, mereka mengonfirmasi bahwa pembayaran Bitcoin akan langsung dialokasikan ke Strategic Bitcoin Reserve. Pada bulan sebelumnya, perusahaan melaporkan peningkatan eksposur Bitcoin sebesar $10 juta terkait cadangan tersebut.

Selain itu, Steak ’n Shake mulai memberikan bonus dalam bentuk Bitcoin kepada karyawan dengan skema pembayaran sebesar $0,27 per jam kerja, yang akan menjadi milik karyawan setelah masa vesting selama dua tahun. Saat ini, perusahaan memegang sekitar 161 Bitcoin dengan nilai sekitar $11 juta, meskipun nilai tersebut 26% lebih rendah dari harga beli rata-rata mereka sebesar $92.851 per Bitcoin.

Komitmen Jangka Panjang dan Tantangan Adopsi

Operasi Steak ’n Shake yang berada di bawah Biglari Holdings, perusahaan yang terdaftar di bursa saham, memungkinkan publik untuk menantikan informasi keuangan dan pemaparan Bitcoin perusahaan melalui laporan regulasi berikutnya. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen yang lebih dalam ketimbang sekadar upaya pemasaran sementara.

Samuel Patt, salah satu pendiri op_net, perusahaan teknologi Bitcoin, menyatakan bahwa jika lebih banyak bisnis mendukung konsep kebebasan dan kedaulatan melalui Bitcoin, maka itu akan menjadi arah yang positif. Namun, menurut Patt, permintaan terhadap Bitcoin sebagai metode pembayaran masih membutuhkan perbaikan infrastruktur, seperti pengembangan jaringan Lightning yang lebih baik dan diskusi terkait peningkatan skala jaringan.

Steak ’n Shake saat ini dikatakan sebagai kasus yang “unik” mengingat penurunan permintaan umum pada Bitcoin untuk pembayaran. Meski begitu, permintaan ini diperkirakan akan meningkat sejalan dengan terbuktinya keandalan Bitcoin sebagai metode pembayaran oleh perusahaan-perusahaan besar, sehingga memberikan contoh bagi bisnis lain untuk mengikuti.

Berita Terkait

Back to top button