Bitcoin Berisiko Turun Drastis Lagi Februari Ini: Penjualan Besar Whale & Volatilitas Tinggi Ancaman Serius bagi Harga BTC!

Bitcoin kembali menghadapi tekanan jual yang signifikan, menandai bulan kelima berturut-turut dengan candlestick merah tanpa indikasi pembelian kuat yang dapat menahan penurunan lebih jauh. Kondisi ini menunjukkan risiko penurunan harga lebih dalam jika permintaan pasar tidak mampu menyerap pasokan yang terus meningkat.

Trader jangka pendek perlu mewaspadai sejumlah sinyal peringatan penting yang muncul pada bulan ini. Data dari CryptoQuant menyoroti indikator Whale Inflow Ratio sebagai salah satu faktor krusial dalam memprediksi potensi aksi jual besar oleh pemegang koin terbesar.

Tekanan Jual dari Whale

Whale Inflow Ratio mengukur porsi aliran Bitcoin yang berasal dari 10 transaksi terbesar dibandingkan total aliran masuk ke bursa. Rasio yang meningkat menandakan adanya tekanan jual dari pemilik koin besar. Saat Bitcoin melemah di bawah level $70,000, rasio ini mencapai titik tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Darkfost, analis di CryptoQuant, mengungkapkan bahwa aktivitas ini bukanlah kejadian tunggal. Banyak transaksi whale besar diarahkan ke bursa, terutama Binance yang memiliki likuiditas dalam untuk menampung jual beli besar. Namun, kondisi pasar yang tidak pasti memaksa para investor besar mengevaluasi ulang strategi dan eksposur asetnya.

Peran Garrett Jin dalam Lonjakan Pasokan

Salah satu penyebab utama lonjakan aliran masuk whale ke bursa adalah pergerakan aset dari dompet yang diidentifikasi oleh Arkham sebagai milik Garrett Jin. Jin adalah seorang pengusaha asal Tiongkok dan mantan CEO dari bursa Bitforex yang sudah tutup.

Sepanjang bulan ini, saldo dompet Jin tercatat turun lebih dari 10,000 BTC. Sejak Agustus tahun sebelumnya, ketika harga Bitcoin melejit di atas $110,000, ia telah melepas lebih dari 67,000 BTC. Lookonchain, pengamat pergerakan on-chain, juga melaporkan transfer 5,000 BTC ke Binance oleh Jin yang langsung dijual di pasar.

Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah Garrett Jin masih akan melanjutkan penjualan besar-besaran? Selain itu, apakah whale lain akan mengikuti jejaknya dalam mengalirkan aset ke bursa dan mempercepat tekanan jual?

Risiko Dump Baru di Tengah Volatilitas Tinggi

Tekanan jual dari whale biasanya dapat diserap oleh permintaan baru ketika harga sedang naik, sehingga tidak menyebabkan penurunan tajam. Namun, ketika aliran aset besar terjadi di tengah sentimen negatif, risiko dump atau penurunan harga besar semakin meningkat.

Faktor ini diperparah oleh lonjakan Volatilitas Historis Bitcoin yang mencapai level tertinggi dalam setahun terakhir. Volatilitas historis mengukur besarnya fluktuasi harga dalam periode sebelumnya. Peningkatan angka ini menandakan potensi pergerakan harga yang ekstrim dalam jangka pendek.

Poin Penting yang Perlu Diperhatikan:

  1. Whale Inflow Ratio yang tinggi mengindikasikan tekanan jual besar dari pemilik koin terbesar.
  2. Garrett Jin menjadi salah satu kontributor utama penjualan besar Bitcoin ke bursa.
  3. Aktivitas whale lain yang serupa dapat memperkuat tren penurunan harga.
  4. Volatilitas historis Bitcoin yang tinggi menambah risiko pergerakan harga ekstrem.
  5. Permintaan pasar yang lemah berpotensi memunculkan penurunan harga lebih dalam.

Trader dan investor disarankan untuk memantau dengan ketat aliran aset on-chain dan sentimen pasar. Aksi besar dari whale yang terus berlanjut dapat menjadi sinyal penurunan harga berikutnya jika tidak diimbangi oleh pembeli baru yang kuat. Situasi ini semakin penting dengan volatilitas yang tinggi, menambah ketidakpastian dan risiko di pasar Bitcoin dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Back to top button