Kabupaten Pangandaran mencatat lonjakan luar biasa dalam jumlah wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan data Bapenda Kabupaten Pangandaran, sebanyak 337.011 pengunjung berkunjung ke destinasi wisata berbayar antara 22 Desember hingga 4 Januari, meningkat 116 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 156.355 orang. Peningkatan ini juga didukung oleh metode penghitungan tiket per orang, menggantikan sistem per kendaraan yang digunakan sebelumnya, sehingga menghasilkan data yang lebih akurat.
Lonjakan pengunjung paling signifikan terjadi pada beberapa lokasi primadona. Batu Hiu mencatat kenaikan pengunjung sebesar 272 persen, disusul oleh Madasari dengan 217 persen, Batukaras 163 persen, dan Green Canyon 132 persen. Pantai Pangandaran dan Karapyak juga mencatat kenaikan masing-masing 115 persen dan 108 persen. Pada pertengahan Februari, tradisi munggahan yang dilaksanakan menjelang Ramadan di Kecamatan Cijulang menarik banyak wisatawan ke objek-objek wisata seperti Situ Cisamping dan Pantai Batu Karas.
Pembangunan dan Program Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Pangandaran tetap fokus pada pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Bupati Citra Pitriyami melakukan peninjauan langsung ke rumah tidak layak huni di Kecamatan Sidamulih agar program Rutilahu dapat efektif membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang layak. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata, tetapi juga memastikan kualitas hidup masyarakat setempat.
Selain itu, pengelolaan anggaran daerah juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pemanfaatan potensi lokal dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu melalui studi banding ke luar negeri. Kerja sama eksekutif dan legislatif dalam pengesahan APBD 2026 turut meningkatkan optimisme pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan.
Tantangan yang Menghadang
Di balik perkembangan positif, Kabupaten Pangandaran menghadapi sejumlah tantangan serius. Kepolisian Resor Pangandaran bekerja sama dengan Polda Jabar dan OJK tengah mengusut kasus dugaan investasi bodong yang melibatkan aplikasi MBA. Penyelidikan sudah memeriksa puluhan saksi dari ribuan korban dan bahkan melibatkan seorang anggota DPRD. Kepala Seksi Humas Polres Pangandaran mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap investasi berbasis aplikasi yang menawarkan keuntungan besar tanpa kejelasan legalitas.
Inisiatif Pariwisata Berkelanjutan
Pangandaran terus berupaya mewujudkan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis adalah mengonversi 12 perahu wisata di Green Canyon menjadi tenaganya menggunakan listrik. Sejak 2024, pemasangan panel surya juga dilakukan sebagai bentuk kerja sama dengan PLN untuk mendukung energi terbarukan.
Pengelolaan sampah menjadi bagian penting upaya ini, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto melalui program “Jumat Bersih”. Selain itu, pemerintah daerah merencanakan pengembangan penerangan jalan umum dengan target memperbaiki 4.200 unit lampu dan menambah 10.947 unit baru yang tersebar sepanjang 632,54 km jalan kabupaten guna mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
Infrastruktur dan Ekonomi Konstruksi
Kabupaten Pangandaran tercatat memiliki Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) tertinggi di Jawa Barat pada 2025 dengan nilai 96,72 poin. Hal ini mencerminkan biaya konstruksi yang relatif rendah dibandingkan daerah lain, sehingga menjadi modal potensial untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Pengembangan infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan menunjang pertumbuhan sektor pariwisata di masa depan.
Perbaikan fasilitas dan ekosistem wisata juga tercermin dari operasional Aquarium Indonesia Pangandaran yang akan tutup sementara mulai 18 Februari hingga 13 Maret untuk pembenahan dan penyesuaian selama Ramadan. Tiket masuk setelah pembukaan kembali akan dipatok Rp50.000 per orang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan fasilitas dan layanan pengunjung.
Kombinasi lonjakan wisatawan, pembangunan infrastruktur, dan perhatian pada isu sosial menjadikan Kabupaten Pangandaran sebagai destinasi yang terus tumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan masa depan. Pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan penegakan aturan terhadap investasi ilegal menjadi kunci utama menjaga citra daerah sekaligus memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan wisatawan.





