
Pasar Bitcoin saat ini tengah berada dalam siklus bearish yang tajam, menurut CEO CryptoQuant Ki Young Ju. Ia memperingatkan bahwa pemulihan yang sejati mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan dan bahkan adanya penurunan harga lebih lanjut sebelum rebound yang berkelanjutan bisa terjadi.
Ju mengungkapkan hal tersebut setelah menganalisis data on-chain dan dinamika pasar terkini. Ia menyoroti adanya ketidakseimbangan mendasar antara arus modal masuk dan tekanan jual yang sangat besar. Meskipun ratusan miliar dolar telah mengalir ke pasar kripto, kapitalisasi total pasar Bitcoin justru stagnan atau mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual lebih dominan dibandingkan dengan modal baru yang masuk.
Dua Skema Pemulihan Bitcoin
Ki Young Ju mengemukakan dua kemungkinan skenario untuk pemulihan Bitcoin. Pertama, harga bisa turun mendekati level harga realisasi sekitar $55.000. Harga realisasi ini merupakan rata-rata biaya akuisisi semua pemegang Bitcoin yang dihitung melalui data transaksi on-chain. Secara historis, bitcoin perlu kembali ke level harga ini untuk membangun momentum kenaikan baru yang kuat.
Skenario kedua adalah konsolidasi jangka panjang di kisaran harga antara $60.000 hingga $70.000. Pada pola ini, harga diperkirakan akan bergerak secara sideways selama beberapa bulan sebelum akhirnya mengalami kenaikan signifikan berikutnya.
Kondisi Prasyarat untuk Rally Berkelanjutan
Menurut Ju, prasyarat untuk rally harga Bitcoin yang bertahan lama belum terpenuhi saat ini. Aliran dana ke produk ETF mulai macet, permintaan Over-the-Counter (OTC) mereda, dan kapitalisasi pasar baik yang terealisasi maupun standar menunjukkan tren stagnan atau penurunan. Fenomena ini menunjukkan kurangnya minat beli baru yang bisa menopang kenaikan harga.
Ju juga mengaitkan tekanan jual yang besar dengan proses unwinding posisi oleh investor institusional. Saat volatilitas Bitcoin menurun secara signifikan dalam setahun terakhir, institusi yang dahulu masuk untuk mengkapitalisasi volatilitas dengan strategi beta-delta netral lebih memilih beralih ke aset lain seperti Nasdaq dan emas. Data dari Chicago Mercantile Exchange (CME) membenarkan pengurangan posisi short oleh institusi, sebuah indikator penarikan modal yang tidak menandai tren bullish.
Penjualan Besar dan Potensi Manipulasi
Ju menyoroti pola penjualan agresif pada Bitcoin yang terjadi dalam waktu singkat dengan volume transaksi besar. Pola ini mengindikasikan kemungkinan adanya likuidasi paksa atau penjualan terencana oleh institusi demi memanipulasi posisi derivatif mereka. Praktik ini menambah tekanan negatif pada harga dan memperpanjang periode konsolidasi pasar.
Kondisi Altcoin yang Lebih Sulit
Situasi pasar altcoin bahkan lebih menantang. Meski volume perdagangan altcoin tampak tinggi sepanjang tahun, modal segar yang mengalir nyata hanya terkonsentrasi pada beberapa token yang berpeluang mendapat listing ETF. Kapitalisasi pasar altcoin secara keseluruhan tidak berhasil melampaui rekor tertingginya sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa dana yang masuk lebih berupa rotasi antar token dalam pasar yang sudah ada, bukan ekspansi peserta baru.
Ki Young Ju menyimpulkan bahwa era narasi tunggal yang mampu mengangkat seluruh pasar altcoin sudah berakhir. Inovasi struktural seperti ekonomi agen AI mungkin mampu membangun model nilai baru untuk altcoin di masa depan. Namun, reli berbasis narasi sederhana sulit untuk terjadi kembali dalam waktu dekat.
Faktor yang Perlu Diperhatikan Investor
- Penurunan harga Bitcoin kemungkinan diperlukan untuk mencapai level $55.000 sebelum tren naik dapat terbentuk.
- Konsolidasi jangka panjang di rentang $60.000-$70.000 bisa menjadi fase stabilisasi sebelum kenaikan berikutnya.
- Arus masuk modal institusional masih terbatas dan banyak posisi yang sedang dipangkas.
- Aktivitas jual besar kemungkinan berkaitan dengan likuidasi paksa dan strategi manipulasi derivatif.
- Volume dan kapitalisasi pasar altcoin cenderung stagnan dengan aliran modal baru yang sangat terbatas.
Sebagai kesimpulan, pemulihan Bitcoin diyakini masih membutuhkan waktu dan kondisi pasar yang lebih kondusif. Harga harus mencapai titik tahan utama atau mengalami fase konsolidasi panjang sebelum dapat memasuki siklus bullish baru yang berkelanjutan. Investor disarankan untuk waspada terhadap lonjakan harga jangka pendek yang belum tentu menandai pembalikan tren pasar.





