Riot Terpojok! Untung Bitcoin Merosot, Investor Ngamuk Minta Geser Cepat ke AI Demi Jutaan Dolar Profit Stabil

Riot Platforms, salah satu perusahaan penambangan Bitcoin terbesar di Amerika Serikat, tengah menghadapi tekanan yang semakin besar untuk bertransformasi ke pusat data kecerdasan buatan (AI). Penurunan signifikan dalam profitabilitas penambangan Bitcoin menjadi faktor utama yang memicu dorongan ini.

Profit Riot dari penambangan Bitcoin terus menurun karena harga Bitcoin yang jatuh. Salah satu investor aktivis besar, Starboard Value, yang menjadi pemegang saham terbesar keempat Riot pada akhir tahun lalu, mendesak perusahaan untuk mempercepat pergeseran bisnisnya ke AI. Investor ini menilai bahwa penggunaan situs daya besar Riot di Texas sangat potensial untuk pengembangan pusat data AI yang menguntungkan.

Potensi Situs Daya Riot untuk AI

Riot mengelola dua lokasi besar di Texas, yaitu Corsicana dan Rockdale, yang memiliki kapasitas daya mencapai 1,7 gigawatt. Starboard mengklaim bahwa jika Riot mengubah lokasi ini menjadi pusat data AI dengan menyewakan daya dan ruang, perusahaan dapat meraup lebih dari 1,6 miliar dolar AS keuntungan tahunan. Investor tersebut menekankan pentingnya bertindak cepat agar Riot tidak kehilangan peluang tersebut ke kompetitor.

CEO Riot, Jason Les, pernah menyatakan bahwa menyewakan ruang pusat data menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan hanya menambang Bitcoin. Riot juga mulai menjajaki kerja sama di bidang AI, termasuk penandatanganan kontrak dengan produsen chip ternama, AMD, sebagai bagian dari strategi baru perusahaan.

Tantangan Penurunan Profitabilitas Penambangan Bitcoin

Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam pada akhir tahun lalu dan awal tahun ini, sehingga menekan laba penambangan secara signifikan. Biaya untuk menambang satu Bitcoin oleh Riot, termasuk seluruh pengeluaran, mencapai sekitar 89.000 dolar AS. Namun, harga pasar Bitcoin hanya berkisar antara 60.000 hingga 70.000 dolar AS, sehingga perusahaan mengalami kerugian dari aktivitas tambangnya.

Volume penambangan Riot juga menurun, dengan catatan pada November lalu menambang 428 Bitcoin, turun 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Desember, penambangan masih berada di angka 460 Bitcoin, turun 11% dari Desember tahun sebelumnya. Untuk meningkatkan likuiditas, Riot bahkan menjual total 1.818 Bitcoin pada bulan terakhir tersebut dengan nilai total 161,6 juta dolar AS.

Perkembangan Industri Penambangan Menuju AI

Riot bukan satu-satunya perusahaan yang mengalami tekanan ini. Setidaknya delapan penambang Bitcoin publik lain juga mulai beralih sebagian atau sepenuhnya ke pusat data AI. Pergeseran ini didorong oleh keuntungan yang lebih stabil, dengan margin profit antara 80% sampai 90% dari bisnis hosting AI, jauh lebih baik dibandingkan margin fluctuating dari penambangan Bitcoin.

Beberapa perusahaan yang mencatat kemajuan dalam transisi ini antara lain:

  1. Core Scientific, yang berhasil meneken kontrak besar hosting AI sehingga harga sahamnya meningkat pesat.
  2. IREN, bermitra dengan Microsoft untuk layanan cloud GPU bernilai hingga 9,7 miliar dolar AS.
  3. Cipher Mining, yang menjalin kontrak dengan Amazon Web Services.
  4. TeraWulf, Bitfarms, CleanSpark, MARA Holdings, Hut 8, dan Bit Digital, yang meluncurkan proyek hosting AI masing-masing.

Sebagian dari mereka, seperti Bitfarms, berencana menghentikan aktivitas penambangan Bitcoin sepenuhnya paling lambat tahun 2027. Yang lain tetap menjalankan kedua bisnis tersebut tetapi mengantisipasi AI sebagai sumber pendapatan utama di masa depan.

Dampak Strategis dan Prospek Masa Depan Riot

Kontrak-kontrak yang ditandatangani oleh perusahaan penambangan yang beralih ke AI pada tahun lalu melebihi 65 miliar dolar AS. Diperkirakan menjelang akhir tahun ini, kontribusi penambangan terhadap pendapatan mereka bisa kurang dari 20%.

Strategi ini sangat masuk akal karena fasilitas penambangan seperti yang dimiliki Riot sudah dilengkapi dengan sumber daya listrik murah, lahan luas, dan bangunan yang cocok untuk aktivitas komputasi berat seperti AI. Lonjakan permintaan akan AI mampu mengubah lokasi yang sebelumnya rawan volatilitas pendapatan menjadi pusat data bernilai tinggi dan stabil.

Riot kini berada di persimpangan penting: memilih tetap bertahan dengan bisnis penambangan yang marjin keuntungannya menyusut atau berani bergabung dengan gelombang perusahaan yang mulai menggantungkan masa depan pada AI. Tekanan dari pemegang saham seperti Starboard kemungkinan akan mempercepat pengambilan keputusan tersebut dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Back to top button