CEO Goldman Sachs, David Solomon, menegaskan bahwa perusahaan crypto yang menolak undang-undang struktur pasar industri saat ini harus mempertimbangkan pindah ke El Salvador. Pernyataan ini mengacu pada kritik sebelumnya dari Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, yang menyebut sejumlah pemimpin industri crypto sebagai "nihilis" karena sikap mereka terhadap RUU tersebut.
Solomon menyatakan pentingnya adanya sistem aturan yang jelas bagi industri crypto agar dapat beroperasi secara stabil. Ia menambahkan bahwa meskipun aturan tersebut tidak akan sempurna, penolakan terhadap regulasi semacam ini merupakan sikap yang keliru dan tidak realistis bagi pelaku pasar crypto di Amerika Serikat.
Dukungan Terhadap Clarity Act
David Solomon berada di lini yang sama dengan Scott Bessent, yang mendorong pengesahan RUU struktur pasar crypto atau yang dikenal sebagai Clarity Act. RUU ini dinilai sangat penting dalam menciptakan kerangka regulasi yang wajib dipatuhi oleh pelaku industri. Tanpa aturan yang jelas, pasar crypto rawan terhadap praktik tidak sehat dan ketidakpastian, yang dapat menghalangi pertumbuhan dan adopsi yang lebih luas.
Penolakan dari sejumlah eksekutif crypto, seperti CEO Coinbase Brian Armstrong, sempat menggagalkan pemungutan suara penting atas RUU tersebut. Armstrong memilih menarik dukungan Coinbase karena menilai bahwa lebih baik tidak ada undang-undang sama sekali daripada menerima RUU yang kurang baik.
Kepemilikan Bitcoin oleh David Solomon
Solomon mengungkapkan bahwa dirinya memiliki "sangat sedikit" Bitcoin sebagai bagian dari portofolio pribadi. Namun, ia lebih memposisikan diri sebagai pengamat perkembangan Bitcoin daripada investor aktif. Pernyataan ini memberikan gambaran sikap konservatif dari salah satu eksekutif top di sektor keuangan tradisional terhadap aset kripto.
Acara World Liberty Forum dan Tokoh Industri Crypto
Pernyataan Solomon disampaikan dalam acara World Liberty Forum yang digelar di Mar-a-Lago, Florida. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari dunia keuangan dan crypto, termasuk Changpeng Zhao, pendiri Binance, yang pernah mendapatkan pengampunan dari Presiden Donald Trump. Juga hadir para wakil dari Emirat Arab yang beberapa waktu lalu membeli saham signifikan di perusahaan crypto milik keluarga Trump.
CEO Coinbase, Brian Armstrong, dijadwalkan akan berbicara pada acara tersebut, menandakan pentingnya dialog antara eksekutif kripto dengan sektor keuangan tradisional. Namun, perbedaan sikap dalam mendukung regulasi jelas terlihat, terutama menyangkut masa depan RUU struktur pasar crypto.
Pentingnya Regulasi dalam Industri Crypto
Berikut poin penting terkait sikap Goldman Sachs dan pejabat AS terhadap regulasi crypto:
- Regulasi dianggap wajib untuk menciptakan pasar yang stabil dan teratur.
- Penolakan terhadap regulasi seperti Clarity Act dipandang sebagai langkah yang tidak realistis.
- Industri crypto harus menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku untuk keberlanjutan jangka panjang.
- Kepemilikan aset kripto oleh pelaku keuangan tradisional masih terbatas dan lebih bersifat pengamatan.
- Forum dan diskusi lintas sektor sangat penting untuk mencari solusi regulasi terbaik.
Pandangan Solomon dan Bessent menekankan bahwa pemerintahan AS tidak akan membiarkan industri crypto beroperasi tanpa batasan aturan yang jelas. Mereka mengingatkan para pelaku pasar yang tidak setuju dengan konsep regulasi untuk mempertimbangkan pindah ke yurisdiksi lain, seperti El Salvador, yang dikenal lebih ramah terhadap blockchain dan aset digital.
Dengan demikian, perdebatan tentang Clarity Act dan regulasi crypto di AS masih berlangsung. Sikap para pemimpin keuangan besar seperti Solomon menunjukkan keseriusan untuk membangun ekosistem yang tertib dan aman bagi pengembangan teknologi keuangan di masa depan.







