Pasar kripto AS saat ini mengalami tekanan yang saling bertabrakan dari dua narasi utama yang berdampak pada volatilitas harga Bitcoin dan aset digital lainnya. Pertama, terdapat sinyal makroekonomi yang memburuk yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan aset berisiko. Kedua, rumor mengenai manuver institusional yang diduga memicu aksi jual terkoordinasi di jam-jam tertentu semakin memperkeruh suasana di pasar.
Analis keuangan dan penggiat pasar kini memperhatikan dua sudut pandang yang saling berseberangan terkait pergerakan harga Bitcoin. Di satu sisi, strategi makro menyiratkan adanya risiko struktural yang lebih besar pada pasar keuangan, yang membuat harga Bitcoin terkoreksi menuju titik rata-rata jangka panjang sekitar $66.000, dengan frekuensi harga paling sering muncul di kisaran $28.000. Pengamat pasar, Mike McGlone, memperingatkan bahwa ketergantungan harga crypto pada kekuatan indeks Nasdaq-100 dapat menimbulkan efek reverse wealth, di mana pelemahan pasar saham berpotensi memicu penurunan harga aset digital lebih lanjut.
Teori Institutional "10 AM Dumps" di Pasar Kripto
Di sisi lain, terdapat spekulasi yang berkembang di kalangan trader mengenai adanya pola aksi jual besar-besaran oleh beberapa desk perdagangan institusional setiap pukul 10 pagi waktu Timur AS. Pola ini diduga menimbulkan kepanikan pasar dengan melikuidasi posisi leverage dan mengekspos likuiditas yang tipis, sehingga memicu penurunan harga tajam. Para pelaku pasar kemudian disebut-sebut melakukan pembelian kembali aset pada harga yang lebih rendah, menghasilkan keuntungan dari volatilitas tersebut.
Meskipun teori ini belum terkonfirmasi secara resmi, pola penjualan serupa dilaporkan telah berulang sejak akhir 2025. Hal ini menarik perhatian terutama setelah Jane Street diumumkan sebagai salah satu pembeli terbesar BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT), dengan kepemilikan lebih dari 20 juta saham IBIT. Fakta ini menunjukkan bahwa beberapa institusi aktif mengakumulasi eksposur terhadap Bitcoin, namun strategi jangka pendek mereka dapat menimbulkan volatilitas yang signifikan.
Dampak dan Implikasi Terhadap Pasar Kripto
Ketidakpastian dari kondisi makro yang semakin memburuk dan praktik institusional yang kontroversial menciptakan ketegangan di pasar kripto. Sentimen ini berkontribusi kepada keraguan pelaku pasar ritel, mengingat penggunaan leverage dan likuiditas yang terbatas dapat mempercepat tekanan jual secara besar-besaran. Keberadaan narasi ini pun menimbulkan pertanyaan tentang apakah aliran dana institusional lebih bermanfaat untuk dukungan jangka panjang pasar atau justru memperparah volatilitas jangka pendek.
Berikut ini poin-poin penting terkait dinamika pasar kripto saat ini:
- Bitcoin menunjukkan koreksi harga menuju rata-rata jangka panjang $66.000 dengan harga paling sering berada sekitar $28.000.
- Kondisi ekonomi yang melemah membuat aset spekulatif, termasuk kripto, rentan terhadap tekanan jual.
- Rumor aksi jual institusional berkala pada pukul 10 pagi ET memicu likuidasi posisi leverage.
- Jane Street menjadi pembeli signifikan dalam Bitcoin melalui saham IBIT.
- Keraguan pelaku ritel meningkat akibat potensi manipulasi pasar oleh institusi dan volatilitas tinggi.
Pergerakan Saham Saham Kripto Terkemuka
Di tengah dinamika pasar, beberapa perusahaan kripto dan terkait blockchain mengalami perubahan harga saham yang bervariasi menjelang pembukaan pasar:
| Perusahaan | Harga Penutupan | Perkiraan Pra-Pasar |
|---|---|---|
| Strategy (MSTR) | $128.67 | $129.11 (+0.34%) |
| Coinbase (COIN) | $166.02 | $166.80 (+0.47%) |
| Galaxy Digital (GLXY) | $21.30 | $21.26 (-0.19%) |
| MARA Holdings (MARA) | $7.51 | $7.50 (-0.13%) |
| Riot Platforms (RIOT) | $14.65 | $15.29 (+4.37%) |
| Core Scientific (CORZ) | $17.23 | $17.20 (-0.17%) |
Perubahan ini mengindikasikan bahwa, meski terdapat tekanan makro dan spekulasi institusional, ada pula sentimen positif yang mendorong beberapa saham kripto naik di pasar pra-buka.
Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini dihantui oleh ketidakpastian yang berasal dari risiko makro dan aktivitas institusional yang rumit. Investor dan pengamat pasar disarankan terus memantau perkembangan ini dengan hati-hati, mengingat dinamika yang cepat berubah dapat berpengaruh signifikan pada harga aset digital dalam jangka pendek dan panjang.





