Investor Activis Tekan Bitcoin Miner Riot Segera Beralih ke AI demi Dorong Harga Saham Tiga Kali Lipat

Bitcoin miner Riot Platforms kini menghadapi tekanan dari pemegang saham aktivis untuk mempercepat perubahan strategi bisnis menuju kecerdasan buatan (AI). Starboard Value, yang memiliki 3,5% saham di Riot, mengirim surat kepada CEO Jason Les untuk mendorong perusahaan memanfaatkan kapasitas listrik yang besar demi potensi pendapatan yang signifikan dari layanan AI dan pusat data berkinerja tinggi (HPC).

Peter Feld, anggota pengelola Starboard Value, menyatakan dalam suratnya bahwa waktu sangat penting dan perusahaan harus segera menyelesaikan lebih banyak kesepakatan substansial terkait AI. Ia menyoroti bahwa Riot memiliki dua lokasi pusat data yang dinilai sebagai yang paling menarik di Amerika Serikat untuk pengembangan AI dan HPC, yang bisa menjadi kunci bisnis di masa depan.

Menurut estimasi Starboard, jika Riot dapat memonetisasi 1,4 gigawatt kapasitas listrik yang tersisa dengan tarif yang mirip dengan kesepakatan terakhir para pesaingnya di bidang penambangan Bitcoin, nilai bisnis pusat data dapat mencapai antara 23 sampai 53 dolar per saham. Sedangkan saat ini, harga saham Riot diperdagangkan sekitar 15 dolar, menunjukkan potensi kenaikan yang cukup besar.

Krisis eksistensial tengah melanda industri penambangan Bitcoin. Sejumlah analis dari Bernstein mencatat bahwa semua perusahaan penambangan utama yang terdaftar di AS sudah mulai mengalihkan fokus bisnis mereka ke AI dan HPC. Hal ini disebabkan penurunan profitabilitas penambangan Bitcoin setelah peristiwa halving tahun lalu.

Perlambatan aktivitas di jaringan Bitcoin juga menjadi faktor yang memberatkan pendapatan para penambang. Beberapa blok hanya memproses kurang dari 100 transaksi padahal mampu menampung hingga 3.000 transaksi. Kondisi ini memaksa para penambang mengubah fasilitas mereka untuk mendukung aplikasi AI dan HPC demi menjaga kelangsungan usaha.

Transformasi seperti ini sudah memicu perubahan utama dalam cara Wall Street menilai perusahaan penambangan. Saat ini, nilai perusahaan lebih banyak didasarkan pada kapasitas output AI daripada produksi Bitcoin itu sendiri. Namun, perubahan ini tidak tanpa tantangan, terutama karena investor semakin skeptis terhadap pengeluaran besar untuk infrastruktur AI.

Beberapa miner terpaksa menjual Bitcoin agar memperoleh dana operasional untuk pengembangan pusat data, yang menurut Matthew Sigel dari VanEck, mulai menunjukkan risiko kerentanan. Meski demikian, Starboard meyakini bahwa situs Riot memiliki keunggulan strategis dan sebaiknya fokus menarik penyewa berkualitas tinggi seperti perusahaan hyperscaler. Ini berbeda dari beberapa pesaing yang menjalin kontrak dengan penyewa berperingkat kredit rendah.

Surat dari Starboard juga mencatat bahwa jika Riot gagal menjalankan perubahan ini dengan cepat dan efektif, perusahaan bisa menjadi sasaran konsolidasi yang menarik di industri. Pernyataan ini memberi tekanan tambahan pada manajemen Riot untuk segera mengambil langkah strategis.

Hingga saat ini, baik Riot Platforms maupun Starboard Value belum memberikan tanggapan resmi terkait surat tersebut. Perkembangan dari kasus ini menjadi sorotan penting terkait bagaimana perusahaan penambangan Bitcoin beradaptasi dengan dinamika pasar teknologi dan finansial yang terus berubah.

Berita Terkait

Back to top button