FBI baru-baru ini mengakui kegagalan dalam mengekstrak data dari iPhone milik jurnalis Washington Post, Hannah Natanson. Perangkat tersebut dalam keadaan Mode Lockdown, fitur keamanan Apple yang dirancang untuk melindungi pengguna dari serangan siber tingkat tinggi.
Kasus ini terjadi saat FBI mengusut dugaan kebocoran informasi rahasia. Meski telah memegang iPhone dan MacBook Pro Natanson, upaya FBI untuk mengakses data gagal karena pengamanan ketat Mode Lockdown yang aktif pada perangkat tersebut.
Pengertian Mode Lockdown Apple
Mode Lockdown diperkenalkan Apple sebagai opsi keamanan tambahan sejak rilis iOS 16. Fitur ini bertujuan melindungi individu berisiko tinggi seperti jurnalis, aktivis, dan pejabat dari spyware canggih yang sering digunakan oleh kelompok berbahaya atau negara. Apple menjelaskan bahwa Mode Lockdown bukan untuk pengguna biasa, melainkan untuk kalangan yang rentan terhadap serangan digital terarah.
Cara Kerja Mode Lockdown
Ketika diaktifkan, Mode Lockdown membatasi berbagai fungsi sistem dan aplikasi. Pembatasan ini mengurangi peluang eksploitasi oleh peretas dengan menonaktifkan beberapa fitur yang biasanya rentan:
- Pesan hanya bisa menerima jenis lampiran terbatas, dan preview tautan diblokir.
- Teknologi web tertentu dinonaktifkan, menyebabkan beberapa situs web mungkin tidak berfungsi maksimal.
- Panggilan FaceTime masuk dibatasi hanya pada kontak yang pernah dihubungi dalam 30 hari terakhir.
- Undangan layanan Apple untuk fungsi seperti aplikasi Home dibatasi kecuali undangan sebelumnya sudah diterima.
- Album Foto Bersama dihapus dari perangkat, dan undangan baru diblokir.
- Koneksi kabel saat iPhone terkunci tidak diperbolehkan.
- Profil konfigurasi baru tidak dapat dipasang, termasuk pendaftaran ke manajemen perangkat seluler.
Perlindungan dari Spyware Tinggi
Mode Lockdown dirancang khusus untuk menghadang malware seperti Pegasus, spyware berbahaya yang dikembangkan NSO Group. Pegasus bisa menginfeksi perangkat tanpa interaksi pengguna, mengakses pesan, panggilan, dan data terenkripsi. Apple terus meningkatkan fitur ini, bahkan menawarkan imbalan hingga 2 juta dolar untuk pelapor kerentanan.
Panduan Mengaktifkan Mode Lockdown
Pengguna Apple dapat mengaktifkan Mode Lockdown dengan langkah-langkah berikut:
- Buka Pengaturan (Settings).
- Pilih Privasi & Keamanan (Privacy & Security).
- Cari dan pilih Mode Lockdown (Lockdown Mode).
- Ketuk Aktifkan Mode Lockdown (Turn On Lockdown Mode).
- Konfirmasi dengan memilih Aktifkan & Mulai Ulang (Turn On & Restart) dan masukkan kode sandi perangkat.
Mode Lockdown harus diaktifkan secara terpisah pada iPhone, iPad, dan Mac, namun pengaktifan di iPhone juga akan mengaktifkan mode ini secara otomatis pada Apple Watch yang terhubung.
Perangkat dan Sistem Operasi yang Mendukung
Fitur Mode Lockdown tersedia untuk perangkat Apple yang menjalankan sistem operasi versi terbaru:
- iOS 16 atau lebih baru, dengan perlindungan lebih kuat di iOS 17 dan seterusnya.
- iPadOS 16 ke atas, dengan peningkatan mulai iPadOS 17.
- macOS Ventura dan versi terbaru, dengan tambahan keamanan di macOS Sonoma.
- watchOS 10 dan versi terbaru.
Apple merekomendasikan pengguna selalu memperbarui sistem operasi agar perlindungan keamanan optimal dapat diperoleh.
Kegagalan FBI dalam membobol iPhone jurnalis ini menjadi bukti nyata efektivitas Mode Lockdown. Fitur ini menegaskan komitmen Apple untuk melindungi privasi pengguna di tengah ancaman serangan siber yang semakin canggih dan terarah dari berbagai pihak. Pengguna yang terlibat dalam aktivitas sensitif disarankan untuk mengaktifkan fitur ini demi menjaga kerahasiaan data pribadi.
