Bitcoin-related saham memang dikenal sangat volatile, termasuk yang sangat banyak dipersingkat (shorted). Bit Digital (BTBT) menjadi sorotan karena masuk dalam daftar saham kripto dengan short interest tinggi, mencapai hampir 20% pada Januari lalu. Dengan kapitalisasi pasar sekitar $2 miliar, BTBT menarik perhatian investor yang mempertimbangkan potensi short squeeze.
Bit Digital tengah bertransformasi dari fokus penambangan Bitcoin ke staking Ethereum dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Perusahaan ini menempatkan strateginya pada platform aset digital yang berpusat pada Ethereum dan komputasi kinerja tinggi (HPC). Divisi WhiteFiber (WYFI) menjadi ujung tombak pengembangan AI dan HPC bagi BTBT.
Kekuatan Laporan Keuangan dan Portofolio Ethereum
BTBT memegang sekitar 155.239 ETH yang bernilai hampir $380 juta, dengan 89% sudah sangat efektif digunakan dalam staking yang menghasilkan yield tahunan on-chain sekitar 2,9%. Pendapatan dari sewa Ethereum ini menjadi pendorong utama keberlanjutan bisnis BTBT di luar pertambangan tradisional. Perusahaan juga memiliki posisi kas kuat sebesar $179,1 juta, bertambah signifikan dari kuartal sebelumnya.
Selain itu, BTBT mendapatkan kontrak senilai $20,2 juta selama dua tahun untuk memasok 576 GPU Nvidia H200 kepada DNA Holdings’ AI Compute Fund. Kontrak ini mendukung target pendapatan tahunan $100 juta dari layanan HPC dan data center, menegaskan fokus BTBT pada bisnis AI dan cloud computing. Investasi juga dilakukan dengan pembelian data center berkapasitas 32 megawatt di Montreal senilai sekitar 23,3 juta CAD yang akan diupgrade ke standar Tier-3.
Volatilitas dan Dinamika Harga Saham
Harga saham BTBT memang sempat mencapai puncak $4,55 pada awal tahun lalu, didorong optimisme terhadap eksposur Ethereum dan hasil kuartal yang kuat. Namun, saham ini turun 42% selama 52 minggu terakhir karena sentimen negatif terhadap kripto secara umum, dilusi saham akibat pendanaan konvertibel, dan aksi ambil untung investor. Meskipun demikian, valuasi BTBT terlihat menarik dengan forward P/E 5 dan price/book ratio 1, jauh lebih murah dibandingkan sektor kompetitor.
Perbincangan mengenai potensi short squeeze masih bergaung karena short interest sekitar 19%, dan aktivitas perdagangan BTBT cukup tinggi pada beberapa waktu tertentu. Misalnya, ketika harga Bitcoin naik di awal tahun ini, saham BTBT juga mengalami kenaikan yang menunjukkan kemungkinan short covering. Namun, korelasi dengan sentimen pasar kripto lebih dominan daripada aksi squeeze besar sejauh ini.
Pertumbuhan dan Proyeksi Masa Depan
Pada kuartal terakhir, Bit Digital menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 33% secara year-over-year menjadi $30,5 juta, berkat kontribusi WhiteFiber dan peningkatan pendapatan staking Ethereum. Profitabilitas perusahaan juga membaik tajam, dengan net income kuartal ketiga mencapai $146,7 juta dibandingkan kerugian tahun sebelumnya. CEO Samir Tabar menegaskan bahwa perusahaan melihat peluang dalam kondisi pasar dan fokus menggabungkan Ethereum dengan AI sebagai pilar pertumbuhan yang berkelanjutan.
Berbagai lembaga riset juga bersikap optimis terhadap BTBT. Clear Street memberikan peringkat “Buy” dengan target harga $11, sementara HC Wainwright memasang target $7. Konsensus analis di Wall Street menunjukkan target harga rata-rata sekitar $5,40, mengindikasikan potensi kenaikan lebih dari 200% dari harga terkini. Beberapa analis menyesuaikan target naik seiring dengan rally Bitcoin di akhir tahun lalu.
BTBT tidak luput dari risiko, khususnya dalam mengeksekusi strategi baru di pasar staking ETH dan infrastruktur AI yang masih butuh waktu untuk berkembang signifikan. Namun, kombinasi neraca kuat, aset token ETH yang besar, dan bisnis HPC yang mulai menghasilkan pendapatan memberikan landasan optimis untuk potensi jangka panjang.
Ringkasnya, investasi pada saham BTBT menawarkan peluang dengan risiko volatilitas pasar kripto yang tinggi. Short squeeze bisa terjadi, namun saat ini pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental perusahaan dan tren pasar kripto secara luas. Investor disarankan memantau perkembangan staking ETH, ekspansi AI, serta sentimen Bitcoin sebagai indikator kunci.





