Pada saat pasar kripto mengalami penurunan signifikan, perusahaan pinjaman aset digital seperti Ledn dan Coinbase justru memperkuat layanan pinjaman berbasis kripto. Ledn mencatat terobosan dalam pasar utang berbasis aset dengan mencatat transaksi penerbitan obligasi senilai 188 juta dolar AS yang dijamin dengan Bitcoin (BTC).
Perjanjian ini melibatkan dua jenis obligasi, termasuk obligasi berperingkat investasi yang menawarkan spread 335 basis poin di atas suku bunga acuan. Menurut laporan S&P Global Ratings, obligasi tersebut dijamin dengan agunan sebanyak 4.078,87 Bitcoin, yang memiliki nilai pasar wajar sekitar 356,9 juta dolar AS.
Ledn melaporkan bahwa rata-rata suku bunga pinjaman tersebut mencapai 11,8%. Dalam proses ini, Jefferies Financial Group berperan sebagai manajer utama sekaligus pembeli awal obligasi tersebut. Ledn juga menegaskan keberhasilan mekanisme likuidasi yang cepat dan efisien dalam mengelola risiko, dengan rata-rata waktu likuidasi hanya di bawah 10 detik dan tanpa kehilangan nilai, meskipun harga Bitcoin berfluktuasi.
Sementara itu, Coinbase memperluas layanan pinjaman berbasis kripto dengan memungkinkan pengguna meminjam hingga 100.000 dolar AS dalam USDC—stablecoin yang diterbitkan oleh Circle. Pinjaman ini dapat diakses dengan menjaminkan aset kripto seperti XRP, Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE), dan Litecoin (LTC) melalui protokol keuangan terdesentralisasi Morpho. Layanan ini tersedia di seluruh Amerika Serikat kecuali negara bagian New York.
Pasar pinjaman kripto secara keseluruhan mengalami kontraksi yang cukup besar seiring dengan penurunan tajam nilai aset digital sejak Oktober lalu. Data dari TokenTerminal menunjukkan jumlah pinjaman aktif pada protokol pinjaman menurun hingga sekitar 30 miliar dolar AS, atau turun sekitar 36% dari puncaknya sebesar 46,96 miliar dolar AS pada September.
Penurunan ini terjadi karena harga aset yang melemah menyebabkan nilai agunan berkurang, yang kemudian membatasi kapasitas pinjam dan meningkatkan risiko likuidasi otomatis atau pengurangan leverage secara sukarela. Selain itu, total nilai aset yang terkunci (TVL) di dalam protokol pinjaman juga turun drastis, dari sekitar 89,7 miliar dolar AS di Oktober menjadi 52 miliar dolar AS, turun sekitar 42%, menurut DefiLlama.
Faktor utama di balik penurunan ini meliputi depresiasi harga aset dan keluarnya modal dari sektor ini, yang berakibat menurunnya minat risiko dan permintaan pinjaman baru. Kondisi pasar yang bergejolak mendorong banyak pelaku untuk memilih menurunkan eksposur risiko dengan mengurangi pinjaman atau beralih ke aset dengan profil risiko lebih rendah.
Ledn menambahkan bahwa saat harga Bitcoin turun, rasio pinjaman terhadap nilai agunan (LTV) meningkat, sehingga risiko likuidasi juga bertambah. Untuk itu, pengguna dianjurkan untuk menambah agunan atau melunasi sebagian pinjaman guna menurunkan LTV dan mengurangi risiko tersebut.
Dengan skema baru yang lebih aman dan terukur, terutama melalui penerbitan obligasi berbasis aset yang terstruktur secara profesional, Ledn dan Coinbase menunjukkan bagaimana inovasi dalam ekosistem pinjaman kripto dapat berlangsung dan berkembang. Langkah ini menegaskan komitmen kedua perusahaan dalam meningkatkan kepercayaan dan stabilitas di tengah volatilitas pasar yang masih berlanjut.





