Artemis 2 Siap Isi Bahan Bakar Lagi 19 Feb: Apakah Bocor Hidrogen Cair Terulang seperti Tes Pertama?

NASA akan melakukan percobaan ulang pengisian bahan bakar roket Artemis 2 pada tanggal 19 Februari. Pengisian bahan bakar ini penting untuk menguji kesiapan Space Launch System (SLS) sebelum peluncuran misi berawak ke bulan. Proses ini disebut wet dress rehearsal, di mana lebih dari 700.000 galon hidrogen cair (LH2) dan oksigen cair (LOX) akan diisikan ke tangki roket.

Wet dress rehearsal kali ini merupakan yang kedua bagi Artemis 2 setelah percobaan pertama pada akhir Januari harus dihentikan akibat kebocoran hidrogen cair. Kebocoran ditemukan pada sambungan tail service mast umbilical (TSMU), yang menghubungkan roket dengan menara peluncuran. Masalah kebocoran pada komponen ini bukan hal baru karena juga sempat terjadi pada uji coba Artemis 1 sebelumnya.

Masalah Kebocoran dan Perbaikan

Saat uji coba pertama, kebocoran terjadi di sambungan yang memungkinkan pengisian LH2 dilakukan ke roket. Tim teknisi NASA segera mengganti dua segel yang diduga menjadi penyebab kebocoran. Setelah perbaikan, tes lanjutan dilakukan pada 12 Februari berupa pengisian parsial hidrogen cair. Meskipun terdapat masalah aliran bahan bakar akibat peralatan pendukung di darat, beberapa tujuan kunci berhasil dicapai.

Selanjutnya, NASA mengidentifikasi filter dalam sistem pendukung sebagai sumber permasalahan aliran LH2. Filter tersebut telah diganti, dan kini tim siap melakukan wet dress rehearsal kedua. Proses ini akan mensimulasikan hitung mundur peluncuran yang sesungguhnya, termasuk jeda pada tahap-tahap kritis untuk menguji berbagai skenario teknis maupun cuaca.

Rangkaian Aktivitas Wet Dress Rehearsal

Percobaan ini dimulai pada 17 Februari pukul 18:40 waktu setempat di Kennedy Space Center, Florida. Berikut adalah tahapan utama yang akan dijalankan dalam wet dress rehearsal:

  1. Eksekusi rangkaian hitung mundur secara terperinci oleh tim operator.
  2. Dua kali pengulangan tahap hitung mundur terakhir selama 10 menit, disebut terminal count.
  3. Penundaan sementara pada T-1 menit 30 detik hingga 3 menit.
  4. Lanjutan hingga T-33 detik sebelum dijeda kembali.
  5. Jam hitung mundur di-reset ke T-10 menit dan dilakukan pengulangan terminal count kedua hingga T-30 detik.

Simulasi ini meniru kondisi nyata, termasuk kemungkinan peluncuran dibatalkan karena masalah teknis atau cuaca buruk.

Jadwal Peluncuran dan Tujuan Misi Artemis 2

Jika pengujian berjalan sesuai rencana tanpa kebocoran, Artemis 2 bisa meluncur secepatnya pada awal Maret. NASA menyiapkan beberapa tanggal peluncuran potensial antara tanggal 6 hingga 11 Maret. Misi ini akan mengangkut empat astronaut, yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch dari NASA dan Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency.

Artemis 2 bertujuan membuktikan kemampuan sistem roket SLS dan kapsul Orion membawa kru mengelilingi bulan dan kembali ke Bumi dengan aman. Misi ini merupakan langkah awal menyiapkan penerbangan Artemis 3 yang direncanakan untuk mendaratkan manusia kembali ke permukaan bulan dalam beberapa tahun mendatang.

Proses fueling ulang roket Artemis 2 menjadi ujian krusial mengingat sebelumnya masalah kebocoran membuat uji coba pertama gagal. Keberhasilan wet dress rehearsal ini akan meningkatkan kepercayaan misi berawak pertama NASA sejak era Apollo tersebut dapat berjalan lancar. Tim NASA terus bekerja keras mengatasi tantangan teknis supaya peluncuran misi penjajakan bulan ini dapat terealisasi tanpa hambatan berarti.

Berita Terkait

Back to top button