Sebelum Menyesal, Hapus Akun Facebook Sekarang! Meta Gunakan Data Pengguna untuk AI Persona Digital yang Mengerikan

Wacana penghapusan akun Facebook kembali menguat seiring kabar terbaru tentang rencana Meta—perusahaan induk Facebook—menggunakan data pengguna untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Berita ini memunculkan ajakan dari sejumlah pengguna media sosial agar segera menghapus akun Facebook mereka sebelum menyesal.

Meta dilaporkan tengah mengusahakan langkah formal untuk memanfaatkan data dari pengguna dalam model bahasa besar AI yang sedang dikembangkan. Menurut laporan Dexerto yang dikutip dari Business Insider, Meta berencana mematenkan metode agar data pengguna bisa digunakan untuk menciptakan sosok digital, termasuk persona pengguna yang sudah meninggal dunia di media sosial.

Paten Meta dan Persona AI Pengguna Meninggal

Teknologi yang dikembangkan Meta ini memungkinkan “kehidupan” digital seseorang berlanjut, meski yang bersangkutan sudah wafat. Sebelumnya, Instagram—anak usaha Meta—sudah mengaktifkan fitur pengabadian akun pengguna yang meninggal. Akun tersebut dikunci dan tetap menampilkan semua unggahan untuk dipertahankan. Namun, model baru Meta berpotensi lebih canggih dengan menghidupkan kembali interaksi secara virtual, meniru cara berkomunikasi pengguna sesungguhnya.

Meski demikian, sampai saat ini tidak ada bukti bahwa Meta sudah menerapkan fitur paten tersebut secara langsung. Perusahaan memang belum resmi meluncurkan atau mengonfirmasi penggunaan metode tersebut. Langkah ini masih berada dalam tahap pengurusan paten dan kemungkinan belum tersedia untuk publik.

Alasan Kekhawatiran dan Ajakan Hapus Akun

Kekhawatiran utama pengguna muncul karena data pribadi yang disimpan di Facebook akan dieksploitasi untuk kebutuhan AI tanpa persetujuan rinci. Banyak yang merasa kalau akun mereka bisa menjadi materi “hidup digital” yang terus berjalan, bahkan setelah kematian, tanpa ada kontrol penuh dari pemilik akun. Isu privasi dan etika ini mendorong ajakan untuk menghapus akun secara permanen demi menghindari penyalahgunaan data.

Meta sendiri merupakan salah satu perusahaan teknologi besar yang paling agresif berinvestasi di bidang AI. Perusahaan berencana mengucurkan dana hingga US$140 miliar untuk memperkuat teknologi ini sepanjang tahun ini. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya Meta mengembangkan potensi AI yang bahkan memanfaatkan kumpulan data pengguna secara masif.

Teknologi AI untuk Penciptaan Sosok Digital

Penggunaan AI untuk menciptakan persona digital bukan hal baru. Beberapa perusahaan teknologi sudah mampu merekayasa suara, gambar, bahkan video seseorang dengan kualitas sangat realistik, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal. Contohnya adalah platform Seedance milik Bytedance yang telah menunjukkan kemampuan membuat sosok digital dengan sangat detail dan hidup.

Teknologi ini memang berpotensi membuka banyak manfaat, misalnya untuk mengenang atau menghormati memori seseorang. Namun, di sisi lain, hal ini juga menimbulkan risiko serius terhadap privasi dan hak atas data pribadi. Penggunaan tanpa kontrol ketat bisa berujung pada penyalahgunaan dan ketidaknyamanan bagi keluarga atau kerabat.

Langkah Hapus Akun Facebook Secara Permanen

Bagi yang ingin menghapus akun secara permanen, berikut ini langkah mudah yang bisa diikuti:

  1. Masuk ke menu “Pengaturan & Privasi” di aplikasi Facebook.
  2. Pilih opsi “Pengaturan”, kemudian “Informasi Facebook Anda”.
  3. Klik “Penghapusan dan Penonaktifan Akun”, lalu pilih “Hapus Akun”.
  4. Ikuti instruksi untuk verifikasi dan konfirmasi penghapusan akun secara permanen.
  5. Akun akan dinonaktifkan selama 30 hari sebelum dihapus sepenuhnya, selama periode ini Anda bisa membatalkan penghapusan jika berubah pikiran.

Penghapusan akun akan menghilangkan data Anda secara permanen dari Facebook. Namun, perlu diingat, salinan tertentu bisa saja masih disimpan di server perusahaan sesuai ketentuan kebijakan privasi.

Dengan berbagai risiko yang tengah muncul terkait penggunaan data pengguna oleh teknologi AI, ajakan untuk menghapus akun Facebook sebelum menyesal merupakan reaksi sebagian pengguna yang mengantisipasi potensi ketidakamanan privasi mereka. Meta terus menegaskan komitmennya dalam perkembangan inovasi AI, namun perdebatan soal etika dan privasi masih akan terus berlangsung di ruang publik. Pengguna diimbau untuk lebih kritis dan waspada terhadap bagaimana data pribadi mereka digunakan di era digital saat ini.

Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button