Setelah Crash 47%, Pakar Kraken Prediksi Harga Bitcoin Siap Bangkit: Sentimen Pasar & Data Onchain Jadi Kunci Pemulihan!

Bitcoin diperkirakan akan menunjukkan pemulihan harga setelah mengalami penurunan besar hingga 47% dari puncak tertingginya di angka $126.000. Thomas Perfumo, ekonom global di Kraken, menyebutkan bahwa kondisi pasar yang mulai tenang menjadi faktor penting yang mendukung potensi rebound Bitcoin.

Data dari pasar opsi mengindikasikan bahwa volatilitas harga Bitcoin mulai stabil di kisaran antara $65.000 hingga $70.000. Hal ini serupa dengan pola yang pernah terjadi saat koreksi pasar Bitcoin pada Agustus dan periode Maret-April tahun depan, dimana volatilitas menurun sebelum rally pemulihan terjadi.

Faktor Pendukung Pemulihan Harga Bitcoin

Perfumo mengacu pada data onchain yang menunjukkan penurunan dalam “coin days destroyed,” yaitu sebuah ukuran yang melacak pergerakan Bitcoin yang sudah lama disimpan. Data ini menandakan bahwa semakin sedikit pemegang jangka panjang yang menjual asetnya. Kondisi ini mengurangi tekanan pasokan dan membuka peluang untuk stabilisasi pasar.

Gabe Selby, kepala riset di CF Benchmarks, menguatkan argumen tersebut dengan mengatakan bahwa tindakan harga dan volatilitas Bitcoin mengindikasikan adanya kejadian kelelahan pasar (exhaustion event). Volatilitas yang tinggi dan penurunan harga yang besar biasanya menandai akhir dari aksi jual panik, bukan awal dari penurunan yang berkepanjangan.

Prediksi Bullish dari Tokoh Industri dan Pengaruh Kebijakan

Prediksi kenaikan harga Bitcoin juga didukung oleh pandangan beberapa tokoh penting. Arthur Hayes, Chief Investment Officer Maelstrom, menyatakan bahwa kebijakan Federal Reserve yang akan menambah likuiditas bisa mendorong harga Bitcoin. Penambahan likuiditas biasanya dianggap positif bagi pergerakan harga aset digital.

Scott Bessent, mantan pejabat US Treasury, menambahkan bahwa legislasi yang lebih ramah terhadap kripto seperti Clarity Act akan meningkatkan kepercayaan investor. Hal ini diterjemahkan menjadi dorongan bagi harga Bitcoin untuk kembali naik.

Pendapat Konservatif dan Perhatian terhadap Risiko

Meski banyak prediksi bullish, tidak semua pihak optimistis terhadap prospek Bitcoin. Mike McGlone, analis dari Bloomberg Intelligence yang dikenal dengan pandangan bearish, memperingatkan bahwa gelembung pasar kripto sedang mengalami kehancuran. Ia memperkirakan harga Bitcoin bisa jatuh sebesar 85%, atau turun ke level sekitar $10.000.

Perubahan kebijakan moneter AS juga menjadi variabel penting. Dengan nominasi Kevin Warsh yang dikenal hawkish untuk memimpin Federal Reserve, kemungkinan bank sentral akan lebih lambat menurunkan suku bunga. Kondisi ini bisa membatasi likuiditas di pasar dan berpotensi menekan harga aset seperti Bitcoin.

Namun, terdapat pula opini berbeda mengenai sikap Warsh terhadap suku bunga. Wolfgang Münchau, direktur Eurointelligence, menganggap Warsh dapat lebih fleksibel daripada perkiraan umum, mengingat hubungan dekatnya dengan Presiden Trump dan janji pemotongan suku bunga yang pernah disampaikan ke presiden.

Pergerakan Terbaru Harga Kripto

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin menunjukkan penurunan sebesar 2,0% dan diperdagangkan di kisaran $66.801. Ether (Ethereum) juga tercatat turun 2,8%, berada di posisi harga sekitar $1.963.

Secara umum, meskipun telah terjadi koreksi yang signifikan, sinyal teknis dan fundamental dari data onchain serta sentimen pasar menunjukkan peluang pemulihan harga Bitcoin dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, volatilitas dan kebijakan makroekonomi tetap menjadi faktor penting yang perlu diwaspadai oleh para investor dan pengamat pasar kripto.

Exit mobile version