
Popularitas layanan pinjaman kripto yang mencapai puncaknya pada tahun 2020-2021 mulai mengalami tekanan signifikan. Salah satu peminjaman kripto terkemuka, Blockfills, yang berbasis di Chicago, dilaporkan tengah dijual setelah menangguhkan layanan penarikan dana bagi para penggunanya.
Blockfills dikenal sebagai salah satu meja pinjaman institusional yang aktif dan didukung oleh Susquehanna, perusahaan perdagangan besar. Mereka melayani sekitar 2.000 klien institusional, termasuk hedge fund, manajer aset, dan perusahaan penambangan, dengan volume transaksi mencapai lebih dari $60 miliar pada tahun 2025, naik 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penangguhan Penarikan dan Dampak Kerugian
Pada pekan terakhir, Blockfills menghentikan layanan deposit dan penarikan, namun masih memungkinkan klien untuk membuka dan menutup posisi di pasar spot dan derivatif dalam kondisi tertentu. Manajemen menegaskan sedang bekerja sama dengan investor dan pelanggan untuk solusi cepat dan pemulihan likuiditas.
Meski begitu, sumber anonim menyebutkan bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan opsi penjualan karena mengalami kerugian sekitar $75 juta akibat penurunan pasar kripto yang berkepanjangan. Seorang juru bicara Blockfills menyatakan penangguhan penarikan masih diberlakukan dan menolak memberikan komentar lanjutan terkait rencana penjualan.
Faktor Penyebab Tekanan pada Lending Kripto
Tekanan yang dialami Blockfills merupakan refleksi dari kondisi pasar aset digital yang lesu sejak awal tahun ini. Ketidakpastian makroekonomi akibat kebijakan Federal Reserve dan ketegangan geopolitik telah menyusutkan likuiditas dan mengurangi minat risiko.
Meja pinjaman institusional, yang sangat bergantung pada nilai jaminan dan kelancaran aliran pasar, rentan terhadap periode penurunan harga yang berkepanjangan. Dampaknya adalah berkurangnya kepercayaan dan berujung pada kerugian operasional bagi perusahaan-perusahaan di sektor ini.
Dampak Pada Industri Pinjaman Kripto Secara Lebih Luas
Blockfills bukan satu-satunya yang terdampak siklus boom-to-bust pada industri pinjaman kripto. Sebelumnya, protokol desentralisasi ZeroLend yang beroperasi di jaringan zkSync juga memilih untuk mengakhiri operasi karena tantangan keberlanjutan dan kerugian panjang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar pinjaman kripto masih menghadapi risiko besar dalam mempertahankan stabilitasnya. Ekspansi cepat selama reli harga belum diimbangi dengan model bisnis yang mampu bertahan pada kondisi pasar negatif.
Ringkasan Situasi Terbaru Blockfills
- Blockfills melayani sekitar 2.000 klien institusional penting.
- Perusahaan memproses volume perdagangan lebih dari $60 miliar tahun lalu.
- Penangguhan penarikan sedang berlangsung dan pembayaran deposit dihentikan.
- Kerugian sekitar $75 juta dialami akibat penurunan pasar.
- Perusahaan mempertimbangkan penjualan sebagai opsi penyelamatan.
Situasi yang dialami Blockfills memberikan gambaran nyata tentang volatilitas dan tantangan mendalam yang dihadapi industri pinjaman kripto. Ke depan, adaptasi dan perubahan strategi bisnis menjadi kunci bagi pelaku pasar agar dapat bertahan di tengah ketidakpastian global dan dinamika pasar aset digital.





