Peralihan Modal Risk-Off ke Aset Tokenized Tumbuh Stabil Saat DeFi Alami Penurunan TVL

Tokenized real-world assets (RWA) menunjukkan pertumbuhan stabil meski pasar kripto cenderung bearish. Data dari RWA.xyz mencatat nilai aset terdistribusi di sektor ini naik 8,68% dalam sebulan terakhir, mencapai $24,84 miliar. Sementara itu, nilai aset yang diwakili yang tidak dapat berpindah antar dompet atau keluar dari platform penerbit hanya meningkat tipis 0,51%, menjadi $372,97 miliar.

Situasi ini kontras dengan penurunan total nilai terkunci (TVL) di sektor DeFi yang jatuh 25% dalam periode yang sama. Data DeFiLlama mengungkapkan bahwa TVL DeFi kini berada di angka $94,84 miliar. Turunnya nilai ini dipicu oleh penurunan signifikan di hampir semua protokol utama seperti Aave, Lido, Eigen Layer, dan Binance Staked ETH.

Peralihan Kapital dari DeFi ke Tokenized Assets

Ahli menyatakan tren ini mencerminkan kematangan pasar, di mana modal berputar alih-alih keluar dari ekosistem kripto. Sergej Kunz, co-founder 1inch, menyebutkan bahwa yield di DeFi mengalami kompresi sehingga aktivitas pinjam-meminjam dan staking menurun bersamaan dengan penurunan pasar. Di sisi lain, tokenized treasuries menawarkan imbal hasil on-chain sekitar 4% dengan risiko minimal. "Orang-orang tidak meninggalkan ruang ini, mereka hanya masuk dengan cara yang sedikit lebih aman," ujarnya.

Pertumbuhan Sub-Sektor Tokenized Real-World Assets

Distribusi nilai aset tokenized di luar stablecoin juga menunjukkan kenaikan di beberapa sektor utama. Utang Treasury AS, komoditas, dan kredit swasta masing-masing mencapai $10,7 miliar, $6,9 miliar, dan $2,9 miliar, dengan pertumbuhan per bulan masing-masing 10%, 20%, dan 15%. Rico van der Veen, CEO Programmable Credit Protocol, menyatakan pergeseran ini bersifat struktural karena RWA menawarkan hak yang dapat ditegakkan, kepastian regulasi, serta aliran kas yang tidak bergantung pada emisi token, hal yang tidak dapat diberikan oleh DeFi.

Kesulitan Harga Token dan Perubahan Fundamental

Meski fundamental sektor RWA kuat, harga token yang berhubungan dengan aset ini mengalami tekanan akibat penurunan pasar yang lebih luas. Sergej Kunz menegaskan bahwa penurunan harga terjadi di seluruh pasar, bukan hanya khusus pada proyek RWA. Meski demikian, pertumbuhan TVL menunjukkan permintaan tetap ada. “Sentimen pasar belum mengikuti fundamental yang ada, dan saat hal itu terjadi, harga token kemungkinan akan cepat menyesuaikan,” katanya.

Namun, Rico van der Veen memberikan perspektif berbeda. Ia menjelaskan bahwa nilai sebenarnya terkonsentrasi pada instrumen investasi, bukan pada token governance atau utilitasnya. Contohnya adalah BlackRock’s BUIDL yang mengelola dana lebih dari $1,5 miliar. Nilai tersebut berada dalam dana, bukan pada token governance. Van der Veen menyimpulkan bahwa adopsi RWA dan harga token cenderung terlepas satu sama lain secara permanen.

Dinamika Pasar dan Implikasi Peralihan Modal

Data menunjukkan bahwa strategi investasi di ekosistem kripto kini lebih berhati-hati, dengan pergeseran signifikan modal ke aset yang dapat ditegakkan dan memiliki eksposur risiko lebih rendah. Hal ini menandai pergeseran paradigma dari investasi spekulatif DeFi menuju instrumen yang menawarkan stabilitas dan kepastian hukum. Dengan demikian, tokenized real-world assets semakin diminati pelaku pasar yang mencari keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan perlindungan modal.

Perubahan ini juga mengindikasikan bahwa pasar kripto tengah memasuki fase pematangan, di mana investor lebih selektif dalam memilih instrumen investasi. Tren ini layak dicermati, terutama dalam konteks integrasi antara keuangan tradisional dan ekosistem blockchain yang semakin erat. Monitoring terhadap pergerakan nilai aset tokenized dan TVL DeFi akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai arah perkembangan pasar digital di masa mendatang.

Berita Terkait

Back to top button