The Killing Stone: Perpaduan Hukum Kontrak Gaib dan Pertarungan Kartu di Mansion Terisolasi Abad ke-17
The Killing Stone adalah permainan kartu yang membawa pemain ke dalam dunia sihir dan kontrak supranatural di sebuah mansion terpencil pada abad ke-17. Dalam permainan ini, pemain berperan sebagai murid penyihir yang menghadapi wasiat sang guru yang ternyata adalah kontrak iblis yang rumit dan melibatkan banyak jiwa dalam perselisihan hukum gaib. Konflik tersebut diwujudkan lewat pertarungan kartu berjudul Fanghella, dinamai dari batu-batu antik Islandia yang digunakan untuk ritual pengorbanan.
Mansion yang dikenal sebagai Little Denmark, terletak di sebuah pulau dalam Lingkar Arktik, menjadi latar belakang cerita yang penuh misteri dan intrik hukum gaib. Di sini, pemain tidak hanya memainkan strategi kartu, tetapi juga berinteraksi dengan keturunan sang penyihir serta pengurus mansion yang mengalami dampak sengketa kontrak tersebut. Suara karakter seperti Mariken, sang penyihir, diisi oleh Emma Gregory, sedangkan suara iblis utama diisi oleh Liam O’Brien, yang turut menambah nuansa cerita yang mendalam.
Mekanisme Permainan Kartu yang Unik
Permainan kartu dalam The Killing Stone mengambil inspirasi dari gaya deckbuilder populer seperti Slay the Spire. Namun, ada banyak perbedaan yang menonjol di sini, terutama karena tidak ada kartu bertahan (defend) dan efek blok yang jarang muncul. Setiap giliran, kemungkinan besar makhluk di papan akan habis terbantai, dan kemenangan ditentukan oleh seberapa banyak kerusakan yang berhasil mengenai mata besar yang menjadi representasi nyawa lawan di balik makhluk-makhluk tersebut.
Salah satu fitur menarik adalah mekanisme cadangan (reserve), yang membuat kartu-kartu dapat disimpan di atas makhluk di garis pertarungan. Kartu cadangan ini tetap memicu efeknya tiap giliran, seperti mantra penyembuhan Flask of Thoughts yang aktif meski kartu berada di cadangan. Hal ini menambah lapisan strategi tersendiri dalam mengelola kartu dan efeknya.
Selain itu, terdapat beragam efek unik yang mempengaruhi pertarungan, antara lain:
- Tunneling effect: Makhluk dapat melewati beberapa lawan dalam barisan untuk menyerang target di belakangnya.
- Blast effect: Serangan tidak hanya mengenai target utama, tetapi juga musuh di belakangnya.
- Sliding effect: Memindahkan posisi makhluk dalam barisan untuk mengubah posisi strategi.
- Resolve vs Deploy triggers: Efek yang aktif saat makhluk siap bertarung (Resolve) atau saat mereka diletakkan di papan (Deploy).
Interaksi dan Pengembangan Dek Kartu
Deck dalam The Killing Stone dibentuk oleh “pacts” atau kesepakatan, yaitu kumpulan tiga hingga empat kartu yang membentuk satu set. Pemain biasanya menambah atau memperbaiki pacts bukan berdasarkan kartu individu, melainkan melalui manipulasi kesepakatan tersebut untuk mendukung gaya permainan tertentu. Selain itu, pemain dapat menghabiskan poin "revelation" yang didapatkan dengan menganalisis isi kontrak untuk meng-upgrade pacts atau melakukan reroll terhadap pilihan upgrade yang ada.
Tantangan dalam permainan juga diperumit oleh adanya kartu kutukan yang menghambat aksi pemain sekaligus mempersulit penghapusan pacts yang memuat kartu tersebut. Setiap familiar di dalam permainan memiliki kemampuan khusus yang aktif saat kartu dibuang, semakin memperkaya strategi yang harus dikelola.
Narasi Mendalam dan Dialog Bergaya Abad ke-17
Cerita dalam The Killing Stone dituturkan lewat percakapan dengan karakter di mansion yang mampu menghidupkan latar abad ke-17 secara autentik. Pemain dapat memilih mode dialog dalam Bahasa Inggris Modern atau versi Bahasa Inggris Kuno periode tersebut. Meskipun demikian, dialog Bahasa Inggris Kuno dianggap cukup menantang untuk sebagian pemain sehingga tersedia opsi penggunaan subtitle Bahasa Inggris yang lebih mudah dipahami. Pendekatan ini memperkuat pengalaman imersif sekaligus menjaga kejelasan narasi.
Kesulitan dan Status Rilis
Meski konsep cerita dan permainan menarik, The Killing Stone terasa memiliki kurva pelajaran yang cukup kompleks dan banyak aturan yang harus diingat. Hal ini mungkin membuat beberapa pemain merasa permainan berlangsung lambat dan agak membosankan pada tahap awal. Beberapa tantangan muncul dari elemen eksternal seperti kartu yang memaksa pemain mengorbankan makhluknya sendiri, menambah lapisan kesulitan secara instan.
Permainan ini awalnya dijadwalkan rilis versi penuh, tetapi saat ini dirilis dalam format early access. Hal ini membuka kesempatan bagi para pemain untuk mencoba demo yang tersedia di Steam dan memberi umpan balik demi penyempurnaan di masa mendatang.
Dengan kombinasi cerita mistis sekaligus mekanisme kartu kompleks, The Killing Stone menghadirkan pengalaman unik yang memadukan unsur kontrak hukum gaib, strategi kartu bertarung, dan suasana mansion abad ke-17 terisolasi. Bagi penggemar game kartu dengan cerita mendalam dan nuansa historis, judul ini sangat layak untuk dicoba dan dipantau perkembangannya.





