
Bank Indonesia (BI) mengingatkan pengguna iPhone untuk bersabar karena fitur QRIS Tap belum dapat digunakan di perangkat tersebut. Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI, Fillianingsih Hendarta, yang menyampaikan bahwa Apple pusat telah berkunjung ke BI untuk mengkaji lebih dalam mengenai fitur QRIS Tap.
Meskipun iPhone sebenarnya sudah dibekali fitur NFC yang memungkinkan transaksi nirsentuh, kebijakan global Apple hingga kini belum membuka akses NFC bagi aplikasi pembayaran lokal di Indonesia. Kondisi ini menjadi kendala utama sehingga pengguna iPhone belum bisa memanfaatkan QRIS Tap secara penuh.
Fitur QRIS Tap dan Perkembangannya
QRIS Tap merupakan inovasi pembayaran nirsentuh yang menggunakan teknologi NFC untuk mempercepat proses transaksi. Inovasi ini telah banyak diadopsi di berbagai sektor seperti transportasi, perhotelan, dan restoran. Data BI menunjukkan bahwa di sektor hospitality saja, sudah terjadi sekitar 475 ribu transaksi QRIS Tap dengan pertumbuhan bulanan sebesar 7,9%.
Penggunaan QRIS Tap terus meluas dan menjadi salah satu metode pembayaran yang dinilai lebih efisien dan aman bagi konsumen serta pelaku usaha. Namun, hambatan teknis dari sisi platform seperti iOS dari Apple membuat kemanfaatan QRIS Tap belum maksimal untuk seluruh pengguna smartphone.
Upaya Bank Indonesia dan Apple
Bank Indonesia menyampaikan bahwa pihak Apple Indonesia dan kantor pusat (headquarter) sudah melakukan kunjungan ke BI untuk membahas masalah akses NFC ini. Pemerintah dan regulator berharap Apple dapat segera membuka akses fitur NFC bagi aplikasi pembayaran lokal seperti QRIS Tap.
Teknologi NFC (Near Field Communication) memungkinkan perangkat smartphone melakukan transaksi nirsentuh dengan mudah. Apple sebenarnya sudah memberikan akses NFC pada beberapa layanan resmi dan global, namun pembatasan ini masih berlaku untuk aplikasi pihak ketiga di Indonesia.
Dampak Hambatan QRIS Tap pada Pengguna iPhone
Pengguna iPhone yang ingin memakai QRIS Tap belum dapat merasakan kemudahan teknologi pembayaran nirsentuh ini. Mereka harus menggunakan metode pembayaran lain yang mungkin kurang praktis. Selain itu, pelaku usaha yang menggunakan QRIS Tap harus memahami bahwa sebagian konsumen masih belum bisa mengakses fitur ini melalui iPhone.
Ke depan, apabila Apple membuka akses NFC untuk aplikasi lokal, maka penetrasi QRIS Tap diprediksi akan meningkat signifikan. Hal ini memberikan peluang besar bagi ekosistem pembayaran digital di Indonesia untuk berkembang lebih cepat.
Perkembangan Teknologi Pembayaran Digital di Indonesia
IAkses melalui fitur QRIS Tap merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan digital. Bank Indonesia aktif mengembangkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai standar satu QR code untuk pembayaran di seluruh Indonesia.
Berikut beberapa fakta penting terkait QRIS Tap:
- QRIS Tap menggunakan teknologi NFC yang memungkinkan transaksi cukup dengan mendekatkan perangkat ke alat pembayaran.
- QRIS Tap sudah digunakan secara luas di sektor transportasi dan hospitality.
- Transaksi di sektor hotel dan restoran melalui QRIS Tap mencapai 475 ribu per bulan dengan pertumbuhan 7,9%.
- Apple belum membuka akses NFC bagi aplikasi lokal sehingga pengguna iPhone belum dapat memakai QRIS Tap.
Bank Indonesia berharap kerja sama dengan Apple dapat segera terwujud sehingga kendala ini bisa diatasi. Dengan demikian, pengguna iPhone pun akan bisa menikmati kemudahan membayar secara nirsentuh melalui QRIS Tap.
Pemerintah bersama pelaku industri terus memantau perkembangan teknologi pembayaran digital agar layanan ini dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Ke depan, diharapkan inovasi seperti QRIS Tap menjadi standar pembayaran yang mudah, aman, dan cepat di Indonesia.
Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com




