Michael Saylor Beralih Strategi Risiko Besar Saat Harga Bitcoin Turun Drastis di Strategy

Michael Saylor, tokoh sentral di balik Strategy (sebelumnya MicroStrategy), menghadapi tekanan berat ketika harga Bitcoin merosot tajam. Sebagai Executive Chairman dan pemegang saham utama, Saylor mengadopsi strategi finansial yang agresif guna mempertahankan dan meningkatkan kepemilikan Bitcoin perusahaan. Namun, perpindahan pendekatan ini membawa risiko besar bagi perusahaan dan pemegang sahamnya.

Sejak kuartal kedua 2020, jumlah saham Class A Strategy naik secara drastis dari 76 juta menjadi 314 juta saham pada Februari lalu. Lonjakan ini setara dengan peningkatan 313% dalam jumlah saham, jauh melebihi rekor perusahaan besar AS lainnya yang rata-rata mengalami dilusi di bawah 30%. Dengan cara ini, Saylor meluncurkan aksi penerbitan saham dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendanai pembelian Bitcoin.

Strategi Meningkatkan Bitcoin per Saham

Sejak awal, Model bisnis Strategy bertumpu pada peningkatan jumlah Bitcoin per saham (BPS) sebagai ukuran utama. Melalui penjualan saham di pasar saat harganya sedang tinggi, perusahaan mengakumulasi dana untuk membeli Bitcoin lebih banyak. Contohnya, antara akhir tahun 2023 hingga pertengahan tahun lalu, harga saham Strategy meroket lebih dari tujuh kali lipat, berbanding hanya 2,8 kali lipat kenaikan harga Bitcoin.

Saat pasar berada di puncak, penjualan 1.000 saham mampu membeli sekitar 3,8 Bitcoin, jauh lebih banyak dibandingkan 1,5 Bitcoin pada awal periode. Dengan kata lain, Saylor menjalankan mesin akresi dimana dilusi saham secara bersamaan meningkatkan kepemilikan Bitcoin per saham. Dalam teori, ini meningkatkan nilai saham secara proporsional.

Penurunan Pasar dan Dampaknya pada Strategi Finansial

Namun tren tersebut berubah drastis ketika harga saham Strategy jatuh 72% dari $457 menjadi $130, lebih tajam dibandingkan anjloknya harga Bitcoin sebesar 51% dalam periode yang sama. Penurunan ini menyebabkan strategi akresi lewat dilusi saham berhenti efektif. Penjualan saham yang dulu mendatangkan Bitcoin kini justru mengurangi nilai BPS karena harga saham terjun bebas.

Memasuki fase ini, dilusi massal jadi ancaman serius bagi investor. BPS tidak lagi bertambah, justru mengalami penurunan karena nilai pasar perusahaan ikut anjlok walau volume Bitcoin tetap tumbuh. Hal ini memaksa Saylor mengubah pendekatan pendanaan demi menyelamatkan target utama, yaitu selalu menambah Bitcoin per saham.

Pivot ke Penerbitan Saham Preferen yang Berisiko

Untuk mengatasi masalah tersebut, Strategy mulai mengandalkan penerbitan saham preferen dalam jumlah besar. Langkah ini menghasilkan tambahan modal sekitar $7 miliar, sekitar sepertiga dari total penggalangan modal ekuitas di Wall Street tahun lalu. Berbeda dengan saham biasa, saham preferen membawa kewajiban dividen tetap yang tinggi.

Saat ini, Strategy harus membayar sekitar $888 juta per tahun dalam bentuk dividen preferen dengan bunga rata-rata di atas 10%. Beban ini sangat memberatkan, apalagi perusahaan sudah memiliki utang sebesar $8,2 miliar. Sebagian besar utang ini akan jatuh tempo pada tahun 2028 dan rencananya akan “diekuitasasi” kembali dengan penerbitan saham baru.

Risiko dan Tantangan Ke Depan

Strategi keuangan yang diambil Saylor kini menghadapkan perusahaan pada risiko besar. Beban bunga dan dividen yang tinggi, ditambah dengan kebutuhan menerbitkan saham secara terus-menerus, menurunkan daya tarik investasi Strategy. Dalam dua tahun terakhir, harga saham perusahaan merosot 30%, menandakan investor mulai kehilangan kepercayaan.

Kombinasi tekanan pasar Bitcoin yang fluktuatif dan kewajiban finansial yang membengkak membuat kondisi Strategy sangat berisiko. Pendekatan Saylor yang dulu dianggap inovatif dan murah kini menjadi sangat mahal dan membebani, dengan kemungkinan berlanjutnya dilusi yang memperkecil nilai saham dan mempertaruhkan stabilitas perusahaan.

Data Kunci Mengenai Pendanaan Strategy:

  1. Jumlah saham Class A meningkat 313% dari 76 juta menjadi 314 juta.
  2. Penjualan saham biasa menghasilkan $16,5 miliar atau 6% total penggalangan ekuitas AS tahun lalu.
  3. Pendanaan melalui saham preferen mencapai $7 miliar, membebani dengan dividen sebesar $888 juta per tahun.
  4. Total utang mencapai $8,2 miliar dengan tenggat jatuh tempo besar pada 2028.
  5. Harga saham turun 72% sejak puncak tertinggi, sedangkan Bitcoin turun 51%.

Perubahan strategi Saylor melalui penerbitan saham preferen dan dilusi besar-besaran mencerminkan pergeseran dramatis dalam cara Strategy mendukung investasi Bitcoin-nya. Risiko keuangan yang muncul bisa berdampak panjang bagi pemegang saham dan masa depan perusahaan, apalagi volatilitas pasar kripto yang belum pasti.

Berita Terkait

Back to top button