Bitcoin sedang menghadapi ujian besar yang terkait dengan keputusan Mahkamah Agung AS mengenai legalitas tarif perdagangan yang diberlakukan oleh Presiden Trump di tahun 2025. Putusan ini dianggap krusial karena berdampak langsung pada pasar aset berisiko, termasuk kripto, tepat saat volatilitas pasar meningkat tajam.
Mahkamah Agung dijadwalkan mengumumkan keputusan terkait kasus gabungan Learning Resources, Inc. v. Trump dan Trump v. V.O.S. Selections, Inc., yang mempertanyakan apakah Trump memiliki wewenang hukum berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977 untuk memberlakukan tarif secara luas. IEEPA memang memberikan kekuasaan kepada Presiden untuk menangani ancaman luar biasa terhadap keamanan nasional atau ekonomi, namun tidak secara eksplisit mengizinkan pemberlakuan tarif perdagangan.
Putusan pengadilan tingkat bawah sebelumnya memutuskan menolak kebijakan tarif tersebut, sehingga keputusan Mahkamah Agung akan menjadi penentu akhir dengan implikasi yang sangat besar bagi kebijakan perdagangan dan pendapatan pemerintah. Pasar prediksi, seperti Polymarket dan Kalshi, memperkirakan kemungkinan sekitar 25-26% Mahkamah Agung akan menguatkan tarif tersebut, sementara mayoritas memprediksi sebaliknya.
Dampak Putusan Mahkamah Agung terhadap Pasar
Jika tarif tersebut tetap diberlakukan, ketegangan perdagangan dengan mitra dagang utama seperti Kanada, Uni Eropa, dan China dapat meningkat secara signifikan. Sebaliknya, jika tarif dinyatakan tidak sah, para importir berpotensi mendapatkan pengembalian bea impor yang telah dibayarkan sejak awal 2025, yang diperkirakan mencapai angka ratusan miliar dolar.
Perkiraan pendapatan dari tarif ini cukup beragam. Klaim Trump menyebut pendapatan mencapai $600 miliar, tetapi analisis netral seperti Penn-Wharton Budget Model menunjukkan angka yang lebih konservatif, yaitu antara $133 miliar hingga $179 miliar. Meskipun lebih kecil, angka ini tetap signifikan dan dapat memicu efek domino pada pasar keuangan global.
Beberapa hal yang menjadi perhatian pasar sehubungan dengan hasil putusan adalah:
- Potensi pengembalian dana besar-besaran dari importir.
- Tarif pengganti yang bersifat mendesak.
- Respon balasan dari negara-negara mitra dagang.
Ketiga faktor tersebut memperkirakan akan menciptakan "kekacauan" pasar. Pasar kripto, saham, dan obligasi diperkirakan akan mengalami gejolak, dengan kecenderungan pelarian ke aset aman yang menyebabkan Bitcoin sangat terpengaruh dalam jangka pendek.
Kondisi Bitcoin dan Perkembangan Pasar
Hingga saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar $1,35 triliun dengan harga perdagangan di kisaran $67,445. Putusan Mahkamah Agung ini ditambah dengan rilis data ekonomi utama AS seperti GDP kuartal keempat, indeks harga konsumen PCE, dan Manufacturing PMI akan memperbesar sentimen ketidakpastian dan volatilitas pasar.
Selain itu, keputusan ini memiliki implikasi luas terhadap otoritas eksekutif dan kebijakan fiskal AS. Apabila Mahkamah Agung menolak tarif tersebut, Departemen Keuangan harus menyiapkan pengembalian dana dalam jumlah besar, yang berpotensi memperbesar defisit anggaran dan mendorong legislasi darurat atau kebijakan perdagangan alternatif.
Para pelaku pasar kripto harus mewaspadai periode ketidakpastian tinggi yang dapat menggoyahkan fundamental pasar. Pergerakan harga Bitcoin ke depan sangat bergantung pada keputusan hukum dan dampak ekonomi dari putusan ini.
Berita Lain seputar Crypto di Amerika Serikat
- CEO Metaplanet menghadapi kritik terkait kerugian kertas Bitcoin sebesar $1,2 miliar.
- ETF Bitcoin spot AS mencatat penurunan siklus terbesar dengan saldo turun sebanyak 100.300 BTC.
- Binance mencatat volume perdagangan sebesar $70 miliar untuk logam mulia seperti emas, mengindikasikan potensi krisis pasokan perak.
- Harga Ethereum sempat terpeleset di bawah $2.000, sementara BitMine mencatat tanda-tanda pemulihan.
- Blue Owl menghentikan penarikan dana karena tekanan di sektor kredit pribadi, yang bisa berdampak ke crypto.
- Hashrate Bitcoin menunjukkan pemulihan berbentuk "V," menimbulkan pertanyaan apakah harga Bitcoin akan mengikuti tren ini.
- CZ, tokoh utama Binance, terlihat di Mar-a-Lago di tengah lonjakan nilai USD Binance.
Beragam faktor ini menambah kompleksitas dinamika pasar crypto AS, yang kian dipengaruhi oleh keputusan hukum dan kondisi ekonomi makro.
Pergerakan Saham Perusahaan Kripto Sebelum Putusan
| Perusahaan | Penutupan 19 Februari | Prakiraan Awal Pasar |
|---|---|---|
| Strategy (MSTR) | $129,45 | $130,53 (+0,83%) |
| Coinbase (COIN) | $165,94 | $167,03 (+0,66%) |
| Galaxy Digital Holdings | $21,63 | $21,54 (-0,42%) |
| MARA Holdings (MARA) | $7,96 | $8,00 (+0,50%) |
| Riot Platforms (RIOT) | $16,22 | $16,20 (-0,12%) |
| Core Scientific (CORZ) | $17,98 | $17,68 (-1,67%) |
Pergerakan saham-saham ini mencerminkan sentimen pasar yang masih hati-hati menjelang putusan Mahkamah Agung dan perkembangan ekonomi lainnya.
Keputusan Mahkamah Agung AS terkait tarif perdagangan Presiden Trump bukan hanya akan menentukan nasib kebijakan tarif itu sendiri, tetapi juga menjadi indikator penting bagi ketahanan pasar Bitcoin dan aset kripto dalam menghadapi tekanan geopolitik dan ekonomi. Para pelaku pasar disarankan untuk memantau putusan ini sebagai faktor kunci bagi dinamika volatilitas yang berpotensi memengaruhi investasi mereka dalam waktu dekat.
