Layanan regulasi periklanan di Inggris, Advertising Standards Authority (ASA), telah melarang penayangan sebuah iklan untuk game populer Call of Duty: Black Ops 7. Iklan tersebut menampilkan sebuah adegan di bandara yang dianggap melewati batas kewajaran. ASA menilai iklan tersebut menggambarkan situasi yang invasif dan menyinggung sensitivitas terkait kekerasan seksual.
Black Ops 7 diluncurkan pada November dan berhasil meraih popularitas tinggi terutama di platform PlayStation dan Xbox. Meski mendapat rating usia 18+, game ini tetap menjadi sorotan karena kampanye promosi tertentu yang menuai kontroversi. Salah satunya adalah iklan berjudul "Airport Security" dari seri iklan “The Replacer” yang menampilkan komedian Nikki Glaser dan aktor Peter Stormare.
Alasan ASA Melarang Iklan
Menurut ASA, iklan tersebut menunjukkan adegan di mana petugas keamanan bandara meminta seorang pria melepas pakaian dan mempersiapkan pemeriksaan yang terkesan lebih dari sekadar pemeriksaan keamanan biasa. Gambar ini dianggap mewakili prosedur yang tidak konsensual dan invasif secara seksual. Walaupun tidak ada adegan eksplisit, implikasi adegan ini dinilai merendahkan dan meremehkan isu kekerasan seksual.
ASA menyatakan, humor dalam iklan tersebut dibangun di atas rasa malu dan ancaman penetrasi yang tidak disetujui. Penilaian ini muncul karena adegan tersebut memperlihatkan ketegangan dan ketidaknyamanan yang bersifat seksual namun disamarkan dengan format komedi. Akibatnya, iklan itu dinilai "tidak bertanggung jawab dan menyinggung".
Sebagai konsekuensi, ASA memerintahkan agar iklan versi tersebut tidak lagi diputar dalam bentuk yang sama. Adanya sembilan pengaduan dari penonton menjadi dasar utama tindakan pengawasan ini.
Respon dari Activision
Pihak Activision Blizzard UK Ltd membela iklan tersebut dengan menjelaskan bahwa adegan yang disajikan memang dimaksudkan sebagai parodi yang dilebih-lebihkan. Mereka menegaskan bahwa konteks bandara pada iklan tidak menyerupai prosedur keamanan asli. Humor yang dipakai juga dianggap merujuk pada rasa ketidaknyamanan, bukan pada tindakan yang bersifat seksualisasi.
Sebelum iklan ini ditayangkan, iklan tersebut telah mendapat persetujuan dari Clearcast yang bertugas melakukan pengecekan pra-penayangan untuk iklan televisi. Iklan ini juga diberikan batasan waktu tayang dengan ketentuan tidak hadir di jam tayang program anak-anak. Iklan sempat muncul di bulan November pada beberapa platform video seperti YouTube dan juga di saluran televisi ITV serta Channel 5.
Konteks dan Riwayat Iklan Game Call of Duty
Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi untuk iklan Call of Duty. Pada 2012, iklan untuk Call of Duty: Modern Warfare 3 juga mengalami larangan tayang siang hari karena menampilkan adegan tembak-menembak yang kontroversial. Selain isu konten seksual pada iklan Black Ops 7, ASA juga menerima dua pengaduan terkait dugaan penggunaan narkoba dalam iklan yang sama, namun pengaduan ini tidak diterima.
Walaupun ASA melarang versi iklan yang menyinggung tersebut, versi iklan masih dapat dijumpai di platform streaming seperti YouTube untuk penonton yang ingin menontonnya secara langsung.
Fakta Penting Tentang Iklan dan Regulasi
- Black Ops 7 memiliki rating usia 18 di Inggris.
- ASA menerima 9 pengaduan utama terkait iklan “Airport Security”.
- Iklan menampilkan adegan yang dianggap meremehkan kekerasan seksual.
- Iklan sudah mendapat persetujuan awal dari Clearcast dengan batasan tayang.
- Activision membela iklan sebagai parodi dan bentuk humor yang berlebihan.
- ASA memerintahkan iklan tidak ditayangkan lagi dalam bentuk saat ini.
Langkah ASA ini menunjukkan ketatnya pengawasan terhadap materi iklan terkait isu-isu sensitif di masyarakat. Di saat yang sama, perdebatan mengenai batasan humor dalam iklan berlabel dewasa terus berkembang. Pengawasan iklan bertujuan melindungi publik dari konten yang bisa dianggap ofensif, sementara pihak pembuat iklan biasanya menekankan kebebasan berekspresi dalam konteks parodi.
Kasus Black Ops 7 ini pun mengingatkan kembali peran penting regulator dalam menjaga keseimbangan antara kreativitas pemasaran dan nilai etika yang dipegang masyarakat. Regulasi iklan di era digital semakin krusial, terutama untuk produk hiburan dengan konten dewasa yang luas jangkauannya.
